Punya Rekening Bersama Suami dan Istri, Ini Plus Minusnya
Setelah pernikahan, urusan finansial jauh lebih drama dari urusan percintaan itu sendiri. Jika tidak bisa mengelolanya, akan jadi sumber drama tak berujung. Sebaliknya, jika urusan finansial bisa dikelola dengan baik, akan meminimalisir bahkan konflik. Salah satu keputusan besar di awal pernikahan adalah, harus buka rekening bersama atau tetap pakai rekening terpisah?
Ada pasangan yang merasa rekening bersama itu bikin hidup lebih rapi, ada yang bilang bikin privasi finansial hilang. Nah, apa keuntungan dan kerugiannya secara real? Berikut ini penjelasannya.
Sisi baik rekening bersama
Secara harafiah dan sederhana, rekening bersama merupakan rekening bank yang dimiliki oleh dua orang (atau lebih) secara bersama-sama — dalam konteks pasangan, antara suami dan istri. Uang masuk dan keluar tercatat di satu tempat, dan keduanya punya akses untuk melihat dan mengatur dana yang ada di dalamnya.
Dibandingkan dengan rekening pribadi yang cuma bisa diakses satu orang, rekening bersama artinya semua uang masuk ke satu rekening.
Berikut ini sisi baik atau plusnya punya rekening bersama :
1. Komunikasi dan transparansi minansial meningkat
Penelitian dari University of California (2019) menunjukkan bahwa pasangan yang menyatukan semua uang mereka dalam rekening bersama justru melaporkan tingkat kepuasan hubungan yang lebih tinggi dan kemungkinan putus yang lebih rendah dibanding pasangan yang tidak berbagi rekening sepenuhnya.
Ketika uangnya terlihat bersama, pasangan jadi lebih sering ngobrolin prioritas finansial, tujuan jangka panjang, dan batasan pengeluaran. Itu berarti mereka lebih sinkron dalam tujuan hidup — bukan cuma soal uang tapi juga arah masa depan bersama.
2. Belanja jadi lebih bijak
Penelitian lain dari Notre Dame News (2019) menemukan bahwa saat pasangan menggunakan rekening bersama, mereka cenderung membuat keputusan pengeluaran yang lebih bertanggung jawab.
Contohnya, ketika belanja, orang merasa perlu “mempertanggungjawabkan” pengeluarannya kepada pasangan mereka, sehingga akhirnya lebih memilih hal-hal yang fungsional (misalnya tagihan atau kebutuhan rumah) daripada belanja impulsif (misalnya barang mewah yang tidak perlu).
3. Perencanaan keuangan keluarga lebih terstuktur
Dengan rekening bersama, semua pemasukan dan pengeluaran bisa dilihat dalam satu dashboard. Hal ini memungkinkan budgeting bulanan lebih mudah, tidak perlu transfer bolak-balik antar rekening, dan semua tagihan otomatis keluar dari satu tempat.
Kalau pasangan sudah sepakat tentang tujuan finansial, seperti nabung rumah, tabungan sekolah anak, modal usaha, dan sebagainya, rekening bersama membuat arah dan komitmen finansial makin jelas.
4. Memupuk rasa “Kita” dalam hubungan
Kalau Mums dan Dads sering bilang “uang itu bukan ‘aku’ atau ‘kamu’, tapi ‘kita’”, maka rekening bersama itu seperti bentuk nyata dari motto tersebut. Efek psikologisnya bukan cuma soal uang, tapi juga soal identitas sebagai pasangan yang solid — bukan dua individu yang berdiri sendiri di dalam rumah tangga.
Sisi buruk rekening bersama
Di balik sisi baik rekening bersama, ada sisi buruk atau nilai minusnya. Berikut ini penjabarannya :
1. Risiko konflik jika gaya mengatur uang tak sama
Ini nih yang sering jadi konflik klasik: kalau satu pasangan tipe hemat banget tapi pasangannya tipe big spender, rekening bersama bisa bikin cekcok. Penelitian dan pengalaman banyak orang dalam Investopedia (2025) menyebutkan bahwa perbedaan kebiasaan finansial jadi sumber ketegangan jika tidak dibicarakan sejak awal. Misalnya, tanpa aturan yang jelas, satu pihak bisa merasa “uang selalu lenyap entah kemana,” sementara yang lain malah merasa dikekang.
2. Hilangnya privasi finansial
Jika rekening masing-masing: bisa punya ruang sendiri buat hal-hal pribadi seperti self-care, hobi. Tapi dengan rekening bersama, semua transaksi terbuka, tidak ada “uang pribadi” yang cuma diketahui oleh masing-masing saja. Bagi beberapa orang, ini terasa berlebihan, apalagi kalau pasangan belum punya kebiasaan komunikasi finansial yang kuat sejak awal.
3. Risiko hukum dan tanggung jawab bersama
Satu hal yang penting untuk diketahui, setiap pemilik rekening bertanggung jawab atas saldo dan kewajiban yang ada. Itu artinya jika overdraft terjadi karena satu pihak tarik uang, risikonya ditanggung bersama. Kalau pasangan punya utang atau tagihan yang menempel di rekening, itu bisa memengaruhi kedua pihak.
Legal expert juga sering mengingatkan bahwa dalam kasus perceraian atau berpisah, aset dalam rekening bersama bisa jadi rumit untuk dibagi secara adil tanpa perjanjian yang jelas sebelumnya.
4. Potensi konflik jika tidak disepakati bersama sejak awal
Meskipun joint account bisa baik, kalau keputusan finansial sering dilakukan sepihak atau tidak ada kesepakatan rutin, itu tetap bisa bikin konflik. Yang sering terjadi kemudian, kalau: salah satu pasangan tidak diajak diskusi soal prioritas keuangan, tujuan menabung tidak sama, salah satu merasa “masukkan lebih banyak tapi tidak punya suara.”
Mums, urusan finansial keluarga bukan soal memiliki rekening bersama atau tidak. Tapi bagaimana cara komunikasi dan menetapkan tujuan, juga mengambil keputusan bersama yang menentukan hasil finansial dan keharmonisan rumah tangga.
Agar rekening bersama berjalan lancar tanpa drama, sebelum membuatnya, pastikan berapa
persen gaji masing-masing yang masuk rekening bersama, pos pengeluaran wajib dari rekening bersama, dan alokasi “uang pribadi” dari rekening masing-masing.
Rekening bersama bukan “jawaban mutlak” buat semua pasangan, tapi lebih seperti alat untuk mengatur kehidupan finansial bersama. Keberhasilannya bukan cuma ditentukan oleh rekening itu sendiri, melainkan oleh cara komunikasi finansial, perencanaan, dan berkompromi satu sama lain.
Referensi :
University of California. 2019. Joint bank accounts make for happier couples | University of California.
Notre Dome News. 2019. Love connection: Joint bank accounts prompt romantic partners to spend more wisely, study find University of Notre Dame.
Investopedia. 2025. Couples Who Share Bank Accounts Have One Big Advantage Others Don't.
-
# Keluarga
-
# Keuangan