Pentingnya Mengenali Gejala Kanker pada Anak Sejak Dini
Kanker masih merupakan penyebab utama kematian pada anak dan remaja. Data global menunjukkan, ada 400.000 anak (0-19 tahun) terdiagnosis kanker per tahun. atau 1000 anak terdiagnosis kanker per hari.
Kanker pada anak tidak dapat dicegah namun dapat diobati. Angka kesembuhan sangat bervariasi tergantung berbagai faktor, seperti jenis kankernya. Tidak hanya faktor medis, namun faktor sosial ekonomi ikut meengaruhi tingkat kesembuhan misalnya, tingkat pendidikan, status sosioekonomi, kepercayaan adat istiadat dan sistem penunjang kesehatan.
Edukasi kepada orang tua maupun tenaga medis di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas untuk mengetahui gejala-gejala kanker pada anak, harus terus ditingkatkan. Mengingat saat ini sebagian besar kasus kanker anak masih ditemukan pada stadium lanjut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda dan gejala awal kanker pada anak.
Mengapa Deteksi Dini Penting
Dijelaskan oleh dr. Catur Sapariyanto, Sp.A, Subsp. H.O. (K), Konsultan Hematologi Onkologi Anak dari Pusat Kanker Nasional Rumah Sakit Kanker Dharmais, bahwa tingkat kesintasan kanker anak dapat mencapai hingga 80% apabila penyakit ini terdeteksi pada stadium dini dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Di negara berpenghasilan tinggi, 80% kanker anak bisa disembuhkan, sayangnya di negara berkembang hanya 20% anak-anak dengan kanker yang bisa disembuhkan. Penyebabnya karena sebagian besar kanker anak terdeteksi sudah stadium lanjut.
"Karena memang kanker pada anak hampir tidak ada gejala pada stadium dini. Pada anak yang lebih kecil, mereka tidak dapat mengutarakan keluhan, ditambah minimnya pengetahuan orangtua tentang gejala dan tanda kanker pada anak,” jelas dr. Catur.
dr. Catur menambahkan, banyak gejala awal kanker pada anak yang menyerupai penyakit umum, di antaranya:
Demam berkepanjangan
Pucat
Ada benjolan
Nyeri tulang
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Oleh karena itu, peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker pada anak menjadi sangat penting. Terutama untuk kanker yang paling sering ditemukan pada anak yaitu leukemia, kanker kelenjar getah bening, kanker bola mata (retinoblastoma), dan kanker tulang.
Kemajuan di Bidang Deteksi Dini Kanker
Deteksi dini bisa dilakukan dengan penggunaan alat diagnostik yang sudah canggih dan banyak rumah sakit yang sudah memilikinya. Salah satunya alat PET/CT. Dokter spesialis kedokteran nuklir dari RS EMC Kedoya, dr. Junan Imaniar Pribadi, Sp.KN-TM., FANMB., menjelaskan PET/CT menggabungkan PET dan CT suatu pencitraan simultan
seluruh tubuh.
“PET/CT memiliki sensitivitas dan efisiensi tinggi hingga 20 kali lebih tinggi dibandingkan dengan PET konvensional, memungkinkan diagnosis yang lebih cepat dan lebih
akurat. Sebagai alat deteksi dini kanker cukup akurat. Dengan mendeteksi tumor pada stadium awal dengan sensitivitas tinggi, dapat meningkatkan hasil pengobatan pasien,” jelas dr. Junan.
PET/CT juga digunakan untuk menentukan stadium tumor dan pemantauan pengobatan, apakah pengobatan yang diberikan sudah efektif, sebagai dasar untuk pengobatan selanjutnya.
“Alat ini aman karena menggunakan dosis radiasi lebih rendah dan pemindaian lebih cepat sehingga meminimalkan paparan pasien dibandingkan dengan pencitraan PET tradisional. Diagnosis dini dan perencanaan pengobatan yang optimal menghasilkan hasil pasien yang jauh lebih baik,” ujar dr. Junan.
dr. Catur dan dr. Junan adalah dua pakar yang berpartisipasi dalam kegiatan penyebarluasan informasi mengenai deteksi dini kanker pada anak yang diselenggarakan oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) bekerja sama dengan RS EMC Graha Kedoya , pada Minggu, 24 Mei 2024. Acara ini ditujukan pada anggota kader Puskesmas wilayah Puskesmas Palmerah dan Puskesmas Jatipulo.
"Tujuan acara ini adalah meningkatkan pengetahuan anggota kader Puskesmas mengenai jenis kanker yang sering terjadi pada anak serta tanda dan gejala awal yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Anggota kader Puskesmas memiliki peran strategis sebagai kader masyarakat yang aktif dalam kegiatan kesehatan dan penyebarluasan informasi di lingkungan keluarga serta komunitas. Selain memberikan edukasi pada masyarakat, kader Puskesmas ini dapat menjadi garda terdepan dalam deteksi dini kanker pada anak sehingga kasusnya bisa ditemukan lebih dini di mana peluang kesembuhan bisa ditingkatkan,” jelas Aries Udjiwati salah satu Pendiri dan juga Wakil Ketua YOAI.
Edukasi tentang kanker pada anak, menurut Aries, harus terus ditingkatkan mengingat saat ini sebagian besar kasus kanker anak masih ditemukan pada stadium lanjut. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda dan gejala awal kanker pada anak. “Tingkat kesintasan kanker anak dapat mencapai hingga 80% apabila penyakit ini terdeteksi pada stadium dini dan mendapatkan penanganan yang tepat,” tegas Aries.
Selain edukasi tentang gejala kanker pada anak, kader Puskesmas juga mendapatkan edukasi tentang komunikasi yang baik. Ninuk Widyantoro, Psikolog memberikan paparan kepada tentang “Komunikasi Interpersonal.” Sebagai pelayan masyarakat, para kader puskesmas harus bisa berkomunikasi dengan pasien dengan memperhatikan unsur verbal, non verbal,cara bertanya, dan bagaimana mendengar efektif.
-
# Deteksi Dini
-
# Leukemia
-
# Kanker anak