Ana Yuliastanti
15 Februari 2026
Teman Bumil & Parenting

Rayakan Hari Kanker Anak, Pejuang Kanker Anak Happy Banget Naik Motor Gede!

Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) merayakan peringatan Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) dengan berbagai aktivitas yang melibatkan pasien kanker anak, orang tua pasien, dan juga para survivor kanker anak. Peringatan HKAI tahun ini berlangsung di Kemendikti, Jakarta (15/2) dan mengusung tema “Demonstrating Impact; From Challenge to Change” yang merupakan program triogi global Childhod Cancer International (CCI).

 

Pada 2024, CCI meluncurkan program trilogi dengan tema Unveiling Challangers atau memetakan tantangan dalam perawatan kanker anak. Di tahun kedua (2025) kampanye lanjutannya adalah Inspiring Action atau aksi nyata mengatasi tantangan. Tahun 2026 atau tahun penutup prpgram adalah “Demonstrating Impact” yaitu melihat dampak dari aksi nyata yang sudah dilakukan.

 

Peringatan HKAI ini, diharapkan bisa memiliki dampak positif dalam perawatan kanker anak secara holistik. Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Rahmi L. Adi Putra mengatakan “Di tahun 2025, kami telah menerbitkan dan membagikan buku panduan “Kanker pada Anak Bisa Sembuh, Asalkan…” kepada orang tua pasien kanker anak. Memasuki tahun 2026, peringatan HKAI mengusung tema "Demonstrating Impact" (Melihat Dampak). Tema ini berfokus pada evaluasi hasil dari aksi tahun sebelumnya. Wujudnya berupa wawancara dengan orang tua dan pasien penerima buku, yang akan diunggah di media sosial YOAI dan disaksikan bersama saat acara, menegaskan kesinambungan Kampanye CCI.”

 

 

Fokus ke Program Pemulihan Pasien Kanker Anak

 

Menurut Rahmi, beberapa tahun terakhir, fokus YOAI adalah program pemulihan untuk pasien kanker anak. “Pengobatan tentu sangat penting tetapi setelah pengobatan, program pemulihan ini juga tidak kalah penting. Karena faktanya, saat ini kerap terjadi para survivor kanker anak yang sudah berhasil remisi dan kembali ke sekolah, kadang mereka mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dari teman-temannya.”

 

Untuk mencapai pemulihan yang diharapkan, perlu kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

 

 Sependapat dengan YOAI, Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkolgi Anak, dr. Endang Windiastuti, SpA, SubspHO (K), menambahkan bahwa target pengobatan kanker tentu saja kesembuhan.

 

“Tetapi sembuh saja tidak cukup. Kita harapkan mereka menjadi seorang anak penerus bangsa yang berkualitas. Bahkan sesmisal ada gejala sisa, tentu dengan monitoring rutin bisa kita atasi. Yang kedua, ternyata kemoterapi itu bukan segalanya. Karena ada sisi lain dari aspek kesembuhan, yaitu sisi psikologis, sosial, dan spiritual. Anak menjalani terapi di rumah sakit paling lama 5-10 hari, selebihnya pasien menghabiskan waktu di rumah dan lingkungan. Di sinilah dukungan dari seluruh keluarga apalagi di Indonesia umumnya menganut extended family atau keluarga besar. Mereka ini yang kita harapkan  aktif memberikan dukungan.”

 

Dr. Endang melanjutkan, dunia anak adalah bermain. Aspek sosial ini kadang kerap dilupakan. Selain medis, orang tua pasien perlu mengedepankan  aspek sosial untuk anak dengan mengajak bermain secara rutin.

 

“Kami pernah melakukan penelitian di rumah sakit, bahwa dengan pendekatan multidipilin yag menggabungan aspek medis dan dukungan sosial-keluarga lalu jika dibandingkan pendekatan medis saja, ternyata aspek yang paling berdampak signifikan adalah dukungan keluarga.”

 

Pejuang Kanker Anak Bahagia Naik Motor Gede

Serangkaian acara digelar YOAI dalam peringatan HKAI tahun 2026 berupa 5K Charity Run dengan tema INTERACTIVE 2026 – “Chasing Stars, Sparking Hope” yang diadakan mahasiswa Fakultas Kedoteran Universitas Indonesia.

 

Selain itu YOAI secara khusus menggandeng Komunitas Harley Davidson Indonesia, yang mengajak para pejuang kanker berkendara dengan moge mengelilingi Jl. Asia Afrika, “Ride of Joy”.

 

“Sepuluh tahun lalu, kami para survivor pernah melakukan berkendara dengan Harley Davidson dan rasa bahagianya masih terasa sampai saat ini. Sekarang kami di komunitas survivor sudah dewasa dan ingin memberikan pengalaman membahagiakan yang sama kepada adik-adik survivor kami,” ujar Saprita Tahir, Ketua Cancer Buster Community, yaitu komunitas survivor kanker di bawah naungan YOAI.

 

Pejuang Kanker Anak juga dapat mengikuti kegiatan Art Therapy “A Pause for Joy” bersama Tisik Asa. Mereka menghias cermin dengan sticker atau hiasan lainnya, yang tujuannya secara simbolis mendorong mereka tetap percaya diri, meskipun terlihat berbeda.

 

“Kegiatan hari ini tujuannya adalah menghibur pasien dan orang tuanya. Kami berharap acara ini bisa menambah semangat baru, harapan baru, dan mereka bisa kembali semangat menjalani pengobatan, sehingga bisa sembuh seperti yang dharapkan.”

 

  • # Psikologi Anak
  • # Kanker anak