6 Cara Menghilangkan Stretch Mark Setelah Melahirkan
Sesaat setelah bayi dalam kandungan lahir, perut ibu perlahan mengecil, kondisi ini menimbulkan apa yang disebut sebagai stretch mark. Meski tidak hilang total, stretch mark sendiri akan memudar. Tentu saja tidak estetik, itu sebabnya para ibu berburu cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan.
Ada sejumlah cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan yang bisa Mums lakukan di rumah. Upaya ini tentu saja membutuhkan proses dan sebelum mencoba ada baiknya menurunkan ekspektasi agar tak kecewa. Bahwa selain tidak bisa hilang sempurna, setiap ibu memiliki stretch mark berbeda sehingga tatalaksana dan hasilnya juga tak sama.
Cara Menghilangkan Stretch Mark Setelah Melahirkan
Tidak ada jaminan bahwa krim, salep, minyak apa pun yang mengklaim dapat mencegah stretch mark secara akurat. Studi terhadap sebagian besar bahan unggulan dalam produk tersebut belum memberikan manfaat yang jelas. Namun yang bisa Mums lakukan adalah menjaga perut tetap lembap dan mengurangi rasa gatal.
Jika stretch mark masih mengganggu setelah kehamilan, bicarakan dengan dokter kulit tentang cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan.
1. Penggunaan obat topikal
Salah satu cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan bisa menggunakan obat topical seperti tretinoin (Retin-A) dan asam glikolat.. Namun sayangnya Retin-A tidak aman digunakan selama kehamilan dan tidak ada informasi yang dapat dipercaya mengenai efeknya pada ibu menyusui. Jadi sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui mengonsumsinya.
2. Krim, gel, lotion
Penggunaan krim yang mengandung asam hialuronat dapat membantu menyamarkan stretch mark. Asam hialuronat terbentuk secara alami di tubuh dan mengisi ruang antara serat kolagen dan elastin, protein yang membentuk struktur pendukung di lapisan tengah kulit. Krim asam hialuronat yang diproduksi oleh tubuh dapat membantu meningkatkan volume dermis sehingga membantu menghilangkan stretch mark.
Produk krim, gel, lotion yang dijual bebas sebagai obat stretch mark. Namun, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan keberhasilannya. Karena faktor genetik tampaknya ikut berperan dalam menimbulkan stretch mark ini.
Jika Mums ingin menggunakan obat bebas sebagai salah satu cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan, pastikan mengikuti untuk gunakan produk tersebut hanya pada stretch mark yang baru berumur beberapa bulan. Selain itu luangkan waktu untuk memijatnya dengan lembut. Ingatlah bahwa dibutuhkan waktu berminggu-minggu agar produk bisa terlihat hasilnya. Jadi bersabarlah, disiplin lakukan perawatan dua kali sehari. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk apa pun sebagai pilihan cara mengatasi stretch mark setelah melahirkan.
3. Terapi laser
Terdapat berbagai bukti bahwa perawatan laser dapat membantu mengembalikan elastisitas kulit dan mengubah pigmentasi sehingga stretch mark lebih pas dengan bagian kulit sekitranya. Cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan yang satu ini menggunakan pancaran sinar infrared. Diperlukan beberapa sesi selama beberapa minggu untuk memperbaiki tampilan stretch mark secara permanen sebesar 20-60%. Perawatan lanjutan mungkin diperlukan.
4. Microneedling
Beberapa jenis terapi laser yang bisa jadi pilihan di antaranya, microneedling yang menggunakan perangkat dengan jarum halus membuat lubang kecil di kulit untuk menghasilkan kolagen dan jaringan kulit baru yang dapat menyembuhkan kulit. Terapi ini disebut juga dengan terapi induksi kolagen.
5. Microdermabrasi
Jenis laser berikutnya adalah mikrodermabrasi, yaitu menyemprotkan kristal kecil ke kulit untuk menghilangkan lapisan luar kulit yang halus dan membantu mengentalkan kolagen dan memperbarui penampilan kulit.
6. Radiofrequency
Dan radiofrequency menjadi pilihan jenis terapi laser yang menggunakan gelombang energi sebagai media untuk memanaskan lapisan kulit lebih dalam. Hal ini membantu mengencangkan jaringan kulit dan meningkatkan produksi kolagen.
Faktor Penyebab Timbulnya Strethc Mark Setelah Melahirkan
Sesuai dengan namanya, stretch mark disebabkan oleh peragangan pada kulit. Masalah ini cenderung berkembang ketika berat badan seseorang bertambah atau berkurang dengan cepat. Seperti halnya ketika seorang wanita hamil di mana perut dan payudaranya membesar.
Kondisi ini tak lepas dari meningkatkan kadar hormon kortisol selama kehamilan yang melemahkan serat elastisitas di kulit. Memang tidak semua ibu hamil mengalami stretch mark, namun hampir setengah dari ibu hamil mengalaminya. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang akan mengalami dan tidak. Namun ada sejumlah faktor yang mengingkatkan peluang terkena stretch mark.
Penelitian menujukkan faktor genetik ikut berperan, ketika ibu atau saudara perempuan mengalaminya, maka kemungkinan Mums memiliki potensi yang sama. Selain itu, semakin besar dan semakin cepat melebarnya kulit selama kehamilan, semakin besar kemungkinan mengalami stretch mark.
Kabar baiknya, stretch mark biasanya akan terlihat memudar atau berkurang sekitar 6-12 bulan setelah melahirkan. Pigmentasinya memudar dan menjadi lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya namun teksturnya akan tetap sama.
Mums, apa pun cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan yang dipilih, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter ya, agar cara tersebut aman baik untuk ibu maupun bayi yang sedang menyusui.
Referensi :
Babycenter. stretch marks
WebMD. remedies for stretch marks
-
# Stretch Mark
-
# Persalinan