Ella Nurlaila
16 April 2026
Shutterstock

Tips Ampuh Meluluhkan Hati Mertua, Patut Dicoba!

Hubungan antara menantu dan mertua sering kali menjadi salah satu dinamika paling kompleks dalam keluarga. Hadirnya menantu dalam keluarga dan perubahan peran antara menantu dan mertua kadang menimbulkan ketegangan. Karena adanya perbedaan nilai, ekspektasi, dan perasaan kehilangan dari pihak orang tua. 


Karena kondisi itulah, dibutuhkan cara meluluhkan hati mertua sehingga hubungan keduanya berjalan dengan baik tanpa drama dan konflik berkepanjangan. Salah satu kuncinya adalah membangun komunikasi yang positif, sebab komunikasi yang sehat adalah kunci hubungan keluarga yang baik. 


Tentu saja membangun komunikasi yang positif dan sehat saja tidaklah cukup. Mesti dibarengi dengan berbagai langkah-langkah penting lainnya yang jadi bagian dari strategi meluluhkan hati mertua. 


Cara meluluhkan hati mertua 


Mertua dan menantu adalah individu yang datang dengan berbagai latar belakang, karakter, budaya, dan lingkungan yang berbeda. Wajar saja jika potensi konflik sangat mungkin bersemi dan muncul di antara mereka. Itu sebabnya, menantu perlu mengambil hati mertua agar hubungan keduanya bisa berjalan lancar tanpa drama. 


Menurut penelitian Journal UMG (2025)  tentang hubungan keluarga menunjukkan bahwa komunikasi yang baik membantu mengurangi konflik interpersonal antara menantu dan mertua. Dalam hal ini ada tiga cara komunikasi yang efektif, yaitu berbicara dengan nada tenang, menghindari kritik langsung, dan menjelaskan perasaan dengan jujur tetapi sopan.


Selain itu penelitian tersebut juga menekankan bahwa hubungan menantu dan mertua dapat memengaruhi kepuasan pernikahan dan kesejahteraan emosional pasangan, sehingga penting untuk membangun relasi yang sehat dan saling menghargai. 


Selain membangun komunikasi positif, berikut ini beberapa cara meluluhkan hati mertua yang layak dicoba: 


1. Selalu bersikap baik 

Jaga sikap baik di depan maupun di belakang mertua. Bersikap baik mestinya dilakukan tanpa syarat, kapan pun, di mana pun, dan terhadap siapa pun. Terutama terhadap mertua. Sikap baik yang tulus akan membuat hatinya tersentuh. 


2. Tunjukkan rasa hormat 

Bagaimanapun mertua adalah orang tua yang perlu dihormati. Apalagi dalam banyak budaya, orang tua selalu ingin dihargai dan diakui perannya dalam kehidupan anak-anaknya, sekalipun ia sudah dewasa dan menikah. Sikap hormat dapat membantu mengurangi ketegangan antara menantu dan mertua.


Misalnya, menyapa dengan hangat, mencium tangannya dengan penuh khidmat, meminta pendapat mertua untuk hal-hal tertentu, mengucapkan terima kasih atas bantuan atau nasihatnya. 


3. Jika memungkinkan, ikuti sarannya 

Tidak ada salahnya mengikuti saran mertua untuk hal-hal yang ringan. Sekadar menghormati atau menghargai pendapatnya. Hal ini penting sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran sosok mertua dalam kehidupan kita. Dengan begitu mereka akan merasa dihargai, ini akan jadi kebanggan tersendiri untuknya. 


4. Jangan menghadapi mertua secara langsung

Ketika potensi konflik muncul atau bahkan sudah terjadi konflik dalam keluarga, jangan menghadapi mertua secara langsung. Dalam arti berdebat, apalagi memojokkannya. Lebih baik sampaikan melalui pihak ketiga atau perantara yang dipercaya dan mumpuni sebagai jembatan untuk mencegah konflik terbuka dengan mertua. 


5. Pahami sudut pandang mertua 

Tahukah Mums bahwa konflik antara menantu dan mertua sering kali muncul karena perubahan peran dalam keluarga. Orang tua mungkin merasa kehilangan posisi penting ketika anaknya menikah. Nah, pahami hal ini sehingga menantu bisa lebih berempati terhadap kekhawatiran orang tua, perubahan dinamika keluarga, termasuk perasaan kehilangan kontrol terhadap kehidupan anaknya. Empati yang dihadirkan ini akan membantu meredakan konflik emosional dan meluluhkan hati mertua. 


6. Kenali kepribadian dan karakter mertua 

Memahami karakter dan kepribadian mertua adalah cara efektif untuk menjaga hubungan keluarga tetap harmonis dan berjalan sehat. Dengan memahami karakter mertua, seorang menantu dapat menyesuaikan gaya komunikasi dan bersikap yang tepat. Misalnya, jika mertua adalah orang yang tegas, gunakan komunikasi langsung tetapi sopan, jika mertua sensitive, hindari kata-kata yang dapat menyinggung perasaannya. 


7. Dukungan pasangan 

Dukungan pasangan dapat membantu meminimalisir maupun mencegah konflik dengan mertua. Sehingga mencegah atau mengurangi stres dalam rumah tangga. Mintalah pasangan untuk menjadi jembatan ketika sedang menghadapi konflik atau kondisi yang tidak menyenangkan dengan mertua. 


8. Jangan berkompetisi dan membandingkan 

Biasanya konflik mertua dengan menantu perempuan terjadi karena keduanya merasa bersaing. Hal ini terkait dengan perubahan peran dalam keluarga ketika anak laki-laki menikah. Tidak perlu berkompetisi apalagi membanding-bandingkan keluarga sendiri dan keluarga pasangan.


9. Berproses menjadi lebih baik 

Membangun hubungan dan komunikasi yang baik antara menantu dan mertua tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh proses dan adaptasi dalam waktu lama. Keduanya perlu mengenal satu sama lain, menyesuaikan diri dengan perubahan keluarga dan bangun kepercayaan secara bertahap. Biarkan proses ikatan emosional ini berjalan secara alami dan tulus dalam interaksi yang positif. 


Mums, itulah cara meluluhkan hati mertua agar hubungan keluarga besar menjadi harmonis. Tentu saja meluluhkan hati mertua bukan sebuah proses instan, melainkan butuh waktu, adaptasi, dan interaksi yang panjang dan terus-menerus. 


Dengan pendekatan yang tepat, hubungan mertua dan menantu akan terjalin harmonis, penuh kasih sayang, saling menghormati satu sama lain. Tanpa melupakan tanggung jawab dan prioritas masing-masing. 


Referensi : 

Journal UMG. 2025. Mengurai Konflik dengan Mertua: Peran Hardiness Terhadap Stres Lingkungan pada Menantu Perempuan 

  • # Pernikahan
  • # Keluarga