Ella Nurlaila
12 April 2026
Shutterstock

Tetap Bisa Me Time Meski Sibuk Urus Anak, Begini Triknya

Menjadi orang tua, terutama bagi ibu dengan anak kecil, sering kali membuat waktu terasa habis untuk mengurus keluarga. Mulai dari menyiapkan makanan, mengantar anak sekolah, bermain bersama, hingga mengurus pekerjaan rumah. Tidak jarang orang tua merasa hampir tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Padahal, me time atau waktu untuk diri sendiri sangat penting bagi kesehatan mental orang tua. Ketika orang tua memiliki waktu untuk beristirahat dan melakukan hal yang mereka sukai, mereka cenderung lebih sabar, bahagia, dan mampu mengasuh anak dengan lebih baik.

Ibu yang bahagia akan melahirkan anak-anak yang juga bahagia, Penelitian di Journal Of Child and Family Studies (2025) menemukan bahwa ibu yang memiliki banyak dukungan sosial, akan meningkatkan efek positif kepuasan hidup ibu  dan kebahagiaan keseluruhan anak. 

Mengapa Me Time Penting bagi Orang Tua?

Merawat anak adalah pekerjaan yang penuh tanggung jawab sekaligus menuntut energi fisik dan emosional. Jika orang tua terus-menerus berada dalam kondisi lelah tanpa waktu untuk memulihkan diri, risiko stres dan kelelahan emosional bisa meningkat.

Penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology (2018) menunjukkan bahwa orang tua yang mengalami stres berkepanjangan dapat lebih mudah mengalami kelelahan pengasuhan (parental burnout) yang berdampak pada kesejahteraan keluarga.

Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa kesehatan mental orang tua berhubungan erat dengan kualitas interaksi mereka dengan anak. Orang tua yang lebih sejahtera secara emosional cenderung lebih responsif dan positif dalam pengasuhan.

Karena itu, me time bukanlah bentuk egoisme, melainkan bagian penting dari menjaga keseimbangan hidup.


Tantangan Mendapatkan Me Time

Banyak orang tua merasa bersalah ketika ingin meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ada pula yang merasa tidak mungkin melakukannya karena jadwal yang sangat padat.

Beberapa tantangan yang sering dialami antara lain:

  • Anak masih kecil dan membutuhkan perhatian terus-menerus

  • Pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya

  • Kurangnya bantuan dari pasangan atau keluarga

  • Rasa bersalah jika meninggalkan anak sejenak

  • Padahal, me time tidak selalu berarti pergi berjam-jam tanpa anak. Bahkan waktu singkat pun bisa memberikan manfaat jika dimanfaatkan dengan baik.


    Trik Menemukan Me Time di Tengah Kesibukan

    Nah, Mums berikut ini trik untuk meluangan waktu untuk me time demi kesehatan mental Mums:

    1. Manfaatkan waktu tidur anak

    Salah satu waktu terbaik untuk me time adalah ketika anak sedang tidur siang atau tidur malam. Banyak orang tua langsung menggunakan waktu ini untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, tetapi sesekali gunakan waktu tersebut untuk diri sendiri.

    Misalnya menikmati secangkir kopi atau teh, membaca buku, menonton film favorit, dan melakukan perawatan kulit sederhana. Kegiatan kecil ini bisa membantu mengembalikan energi.


    2. Bangun sedikit lebih pagi

    Beberapa orang tua memilih bangun sekitar 20–30 menit lebih awal sebelum anak bangun. Waktu singkat ini bisa digunakan untuk melakukan aktivitas yang menenangkan, seperti olahraga ringan, meditasi, journaling, dan menikmati sarapan dengan tenang. Memulai hari dengan tenang dapat membantu meningkatkan suasana hati sepanjang hari.


    3. Libatkan pasangan atau keluarga

    Pengasuhan anak seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua dapat saling bergantian menjaga anak agar masing-masing memiliki waktu istirahat. Misalnya ayah menjaga anak selama satu jam di akhir pekan, kakek atau nenek bermain dengan anak sementara ibu beristirahat. Dukungan keluarga sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara peran sebagai orang tua dan kebutuhan pribadi.


    4. Pilih me time yang realistis

    Tidak semua orang tua memiliki waktu untuk pergi ke spa atau liburan panjang. Karena itu, pilih bentuk me time yang realistis dan mudah dilakukan di rumah.

    Contohnya mendengarkan musik, membaca beberapa halaman buku, melakukan hobi seperti merajut atau menggambar, dan menonton serial favorit. Yang terpenting bukan lamanya waktu, tetapi kualitas waktu tersebut untuk diri sendiri.


    5. Jadwalkan waktu untuk diri sendiri

    Me time sering kali tidak terjadi karena orang tua tidak pernah merencanakannya. Cobalah menjadwalkan waktu khusus, misalnya satu malam dalam seminggu untuk menonton film, akhir pekan pagi untuk olahraga, waktu membaca sebelum tidur. Ketika dijadwalkan, me time lebih mudah dipertahankan sebagai rutinitas.


    6. Kurangi standar “harus sempurna”

    Banyak orang tua merasa harus melakukan semuanya dengan sempurna: rumah harus selalu rapi, makanan harus selalu dimasak sendiri, dan semua kebutuhan anak harus terpenuhi dengan sempurna. Padahal, standar yang terlalu tinggi justru bisa membuat orang tua kelelahan. Tidak apa-apa jika sesekali memesan makanan atau menunda pekerjaan rumah demi beristirahat.


    Mengurus anak memang membutuhkan waktu dan energi yang besar, tetapi bukan berarti orang tua harus mengorbankan seluruh waktu untuk diri sendiri. Me time merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

    Dengan memanfaatkan waktu kecil di sela aktivitas, berbagi peran dengan pasangan, serta menurunkan standar yang terlalu tinggi, orang tua tetap bisa memiliki waktu untuk beristirahat dan melakukan hal yang mereka sukai.

    Ketika orang tua merasa lebih bahagia dan berenergi, mereka juga dapat memberikan pengasuhan yang lebih positif bagi anak. Jadi, tidak perlu merasa bersalah untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri, karena orang tua yang bahagia adalah kunci keluarga yang sehat dan harmonis.


    Referensi:

    Journal Of Child and Family Studies. 2025. Mothers’ Life Satisfaction and Children’s Well-Being: Examining the Role of Social Support in a Two-Wave Multi-Source Study

    Frontiers in Psychology. 2018. A Theoretical and Clinical Framework for Parental Burnout: The Balance Between Risks and Resources

    • # Me Time Untuk Ibu
    • # Ibu
    • # Ibu Bekerja