Ella Nurlaila
18 Agustus 2026
Shutterstuck

Persiapan Menjadi Orang Tua Baru untuk Calon Ibu

Persiapan menjadi orang tua bagi calon ibu baru perlu dilakukan jauh sebelum kehamilan. Dukungan pasangan akan semakin memudahkan persiapan menjadi ibu hebat untuk si calon buah hati.


Mums, agar persiapan menjadi ibu berjalan lancar, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, mengingat  tantangan menjadi ibu saat ini tidaklah mudah. Hal-hal yang perlu dipersiapkan ialah mulai dari persiapan fisik dan mental, dukungan pasangan, kebutuhan bayi baru lahir, juga kondisi pascapersalinan.


Mengapa calon ibu perlu mempersiapkan diri sebelum bayi lahir?


Kehamilan dan persalinan merupakan kondisi yang sangat kompleks, sehingga perlu persiapan yang sangat matang. Ada perubahan fisik dan juga lonjakan hormon yang memengaruhi kondisi fisik dan mental di awal menjadi ibu baru. 


Dengan persiapan yang matang, Mums bisa melewati semua hal itu dengan lancar, tanpa masalah berarti, tanpa drama, hingga terhindar dari risiko depresi.  


Berbagai persiapan fisik sebelum melahirkan sebaiknya mulai dilakukan pada minggu ke-24 dan ke-26 kehamilan. Agar calon ibu punya banyak waktu untuk menguasai kemampuan untuk menghadapi kontraksi, maupun kondisi mendesak lainnya. 


Sebelum bayi lahir, secara fisik Mums perlu melakukan berbagai persiapan seperti teknik relaksasi, peregangan, dan latihan pernapasan wajib. 


Persiapan mental menjadi ibu


Tidak hanya persiapan fisik, persiapan mental menjadi ibu juga tidak kalah pentingnya. Dua aspek ini memang tidak dapat dipisahkan dan saling terkait. Persiapan yang dilakukan keduanya pun mesti bersamaan. 


Hal ini terungkap dalam systematic review Patient Education and Counseling (2024) yang mengevaluasi intervensi psikologis bagi calon orang tua, menemukan bahwa persiapan emosional selama kehamilan dapat menurunkan stres, mengurangi kecemasan, menurunkan risiko depresi pascapersalinan, meningkatkan kualitas hubungan ibu dengan bayi, juga membantu adaptasi menjadi orang tua baru. 


Berikut ini berbagi persiapan mental menjadi ibu yang perlu diperhatikan:


1. Kenali perubahan emosi 

Perubahan emosi yang terjadi menjelang persalinan merupakan hal wajar, seperti rasa cemas, overthinking, dan takut. Semua calon ibu akan merasakan hal yang sama. Yang terpenting adalah tidak perlu membandingkan dan mengurangi perasaan bersalah secara berlebihan. Nikmati dan jalani saja. Pastikan Mums siap untuk menjalani rangkaian proses persalinan. 


2. Siapkan dukungan 

Pastikan support system, dari pasangan dan keluarga, siap saat menghadapi persalinan. Terutama dari suami, karena manfaat suami yang mendampingi istri saat melahirkan sangat banyak sekali.


Sebab dukungan moral dan keberadaan mereka sangat dibutuhkan di masa penting ini. Jika dibutuhkan, siapkan tenaga bantuan, asisten rumah tangga, maupun baby sitter. 


3. Hindari melakukan perubahan besar 

Misalnya, pindah rumah atau berganti pekerjaan, kecuali jika memang sangat terpaksa. Sebab saat ini fokus dan perhatian hanya untuk persalinan. Agar emosi dan mental tetap stabil. 


4. Rileks dan tenangkan diri 

Luangkan waktu bersama orang-orang terdekat untuk membuat Mums merasa rileks, tenang, dan nyaman sebelum persalinan tiba. 


5.Turunkan ekspektasi 

Saatnya untuk bersikap realistis dengan menurunkan ekspektasi berlebihan yang tidak penting tentang perawatan bayi baru lahir. Inilah cara efektif untuk mengelola stres sehingga tidak menimbulkan kecemasan berlebihan menjelang atau pascapersalinan. 


Persiapan fisik menjelang persalinan


Berikut ini persiapan fisik menjelang persalinan yang perlu Mums lakukan: 


1. Nutrisi tercukupi 

Pastikan mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi, sebab persalinan normal membutuhkan tenaga dan stamina yang cukup. Pola makan seimbang penting untuk ibu hamil dan bayi dalam kandungan. 


2. Ikut kelas prenatal 

Perawatan bayi baru lahir untuk ibu baru cukup kompleks. Di sinilah Mums perlu menambah wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan dengan mengikuti kelas prenatal yang umumnya difasilitasi oleh rumah sakit atau klinik bersalin. 


3. Tetap bergerak 

Lakukan olah raga ringan sesuai kondisi kehamilan. Misalnya, berjalan kaki, renang, yoga, atau senam saat hamil trimester 3 pun efektif membantu menjaga stamina dan memperlancar proses persalinan. 


4. Mengonsumsi vitamin 

Vitamin maupun suplemen kehamilan yang dianjurkan oleh dokter atau bidan untuk menjaga kehamilan di trimester akhir menjelang persalinan. 


5. Relaksasi 

Peregangan, teknik visualisasi atau hipnosis dapat digunakan untuk mengurangi rasa takut dan kecemasan selama persalinan. 


6. Istirahat cukup 

Agar kondisi tubuh tetap fit dan emosi tetap terjaga, dibutuhkan istirahat yang cukup. Tidur malam tepat waktu, jangan begadang. Usahakan untuk tidur siang agar ibu hamil tidak kelelahan. 


7. Konsultasi kehamilan 

Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan intensif jelang persalinan. Hal ini sangat penting untuk tetap memantau kesehatan janin, pergerakannya, dan pertumbuhannya. Juga memastikan bahwa tubuh sudah bersiap untuk proses melahirkan.  


Checklist kebutuhan bayi baru lahir

Untuk menyambut kelahiran sang buah hati, pastikan kebutuhan dasar di masa awal ini terpenuhi. Berikut ini checklist kebutuhan bayi baru lahir yang wajib ada saat persalinan: 

  • 4-8 pakaian bayi, berupa baju dan celana yang nyaman dan aman untuk Si Kecil 

  • Sweater atau jaket untuk menjaga tubuhnya tetap hangat 

  • Sarung tangan dan sarung kaki yang melindunginya dari kedinginan maupun tergores.

  • 2-3 kain bedong serta 1 buah selimut 

  • Popok khusus bayi baru lahir untuk menjaganya tetap kering sehingga terhindar dari iritasi kulit.

  • Peralatan mandi seperti washlap, handuk, sabun, lotion untuk menjaga kelembapan kulitnya 

  • Gendongan bayi untuk memudahkan menggendong bayi saat keluar dari klinik atau rumah bersalin. 

  • Peralatan menyusui, seperti pompa ASI, botol susu, pencuci botol. 


  • Mums, itulah beberapa persiapan yang mesti dilakukan dan dipenuhi menjelang persalinan. Pastikan kebutuhan dasar untuk calon ibu dan bayi terpenuhi agar ketika diperlukan sudah tersedia. Cari tahu panduan kehamilan trimester 3 untuk memastikan kehamilan dan persalinan berjalan dengan lancar.


    Begitu juga dengan persiapan fisik dan mental bagi calon ibu. Lakukan persiapan tersebut jauh sebelum fase melahirkan tiba. Sebab kelancaran proses persalinan sangat ditentukan oleh persiapan yang matang, baik fisik maupun mental. Dengan begitu, langkah pertama menjadi seorang ibu akan berjalan lancar, berkesan, dan membanggakan. 


    Referensi : 

    Patient Education and Counseling (2024). Supporting the Transition to Parenthood: A Systematic Review of Emotional and Psychological Interventions for First-Time Parents. 

    • # Program Hamil
    • # Keluarga