Ella Nurlaila
18 April 2026
Shutterstock

Cara Menghadapi Mertua yang Ikut Campur Rumah Tangga

Tanpa campur tangan mertua pun, sebuah rumah tangga sering kali sudah diliputi banyak drama dan permasalahan yang tak ada habisnya. Apalagi jika mertua ikut campur rumah tangga. Bukan tidak mungkin masalah yang ringan jadi rumit. 


Karena itu, jika mertua ikut campur urusan rumah tangga anaknya, mesti disikapi dengan bijak agar intervensinya tidak menambah runyam atau bahkan membuat pertengkaran makin melebar yang seharusnya tidak perlu terjadi. 


Salah satu caranya adalah dengan tetap menjaga komunikasi dengan pasangan. Tentunya, ini pun tidak cukup, mesti ada strategi lain dalam menghadapi mertua yang hobi ikut campur dalam hal rumah tangga.


Cara menghadapi mertua ikut campur 


Tidak selamanya keberadaan mertua bikin rumah tangga tenang dan adem ayem karena merasa dilindungi dan diperhatikan. Ada kondisi yang justru terjadi sebaliknya, di mana mertua ikut campur urusan rumah tangga anaknya, sehingga kondisi makin rumit, masalah kian melebar, dan objektivitas makin kabur. 


Menurut penelitian PMC (2025), konflik antara pasangan dan keluarga besar, termasuk mertua, merupakan salah satu tantangan yang cukup umum dalam pernikahan. Dalam banyak budaya, pernikahan tidak hanya menyatukan dua individu tetapi juga dua keluarga besar, sehingga perbedaan nilai, kebiasaan, dan harapan sering memicu konflik.


Untuk mencegah intervensi berulang atau untuk menghentikan hobi mertua yang suka ikut campur urusan rumah tangga anaknya, berikut ini cara yang dapat dilakukan:


1. Hindari topik sensitif dengan mertua 

Ada topik-topik tertentu yang menyebabkan konflik, sebaiknya hindari membahas ini ketika ada mertua ketimbang harus terjebak dalam debat kusir tak berujung atau tidak bermanfaat. Jika tidak bisa menghindarinya, tetaplah bersikap hormat dan coba melihat sesuatu dari sudut pandang mereka. Hindari mengkritik secara terbuka yang hanya akan memperburuk keadaan. 


2. Tetapkan batasan dengan mertua 

Jika mertua punya kebiasaan suka ikut campur, mencegahnya adalah dengan membatasi interaksi maupun memilih topik obrolan yang netral. Pembatasan ini penting untuk meminimalisir intervensi atau ikut campur mertua dalam rumah tangga. Batasi, tapi tetap menghormatinya. 


3. Jangan baper 

Penting untuk mengabaikan hal-hal yang tidak penting dari pemikiran maupun ucapan mertua yang sifatnya menyakiti atau kurang berkenan di hati. Walaupun tidak mudah, sesekali bersikap bodo amat dan tidak baper (bawa perasaan) terkadang menyelamatkan untuk tidak tersinggung atau malah sakit hati lantaran ucapan maupun perbuatan mertua yang suka ikut campur ini. 


4. Terima mertua apa adanya 

Memang kita tidak bisa memilih mertua, lain halnya dengan pasangan. Itu sebabnya, jalan paling realistis adalah dengan menerima mertua apa adanya dengan segala sifat dan karakternya. Ingat, tidak ada yang bisa mengubah karakter seseorang, dan mencoba mengubahnya hanya akan menimbulkan konflik dan ketegangan baru. Jadi, fokuslah menerimanya dan membangun hubungan yang baik dengan mertua. 


5. Konseling pernikahan 

Jika konflik cukup berat, sebaiknya mencari bantuan profesional dalam konseling pernikahan. Cara ini dibutuhkan agar konflik dengan mertua tidak mengorbankan pernikahan, maupun sebaliknya. Dalam konseling akan ada solusi untuk menciptakan komunikasi yang baik, mengatasi konflik keluarga besar, dan membuat batasan yang sehat. 


Apa alasan mertua ikut campur?


Perilaku mertua yang suka ikut campur urusan rumah tangga anaknya tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai latar belakang yang menjadi alasan mengapa seorang mertua bersikap demikian. Berikut ini beberapa alasan mengapa mertua ikut campur rumah tangga anaknya yang biasanya terjadi : 


1. Merasa bertanggung jawab 

Walaupun anaknya sudah menikah, terkadang orang tua masih beranggapan bahwa mereka punya tanggung jawab penuh terhadap anaknya. Sehingga merasa perlu terlibat atau dilibatkan dalam urusan apa pun. Ia merasa perlu memberi saran atau bahkan mengontrol keputusan anak-anaknya. 


2. Ikatan emosional yang sangat kuat 

Hubungan kedekatan dengan anak yang sangat melekat sulit bagi orang tua melepas anaknya begitu saja sekalipun ia sudah menikah dan berkeluarga. Di sinilah batasan antar anggota keluarga menjadi tidak jelas dan membuat orang tua sulit melepaskan kontrol terhadap anaknya yang sudah menikah. 


3. Khawatir berlebihan 

Selamanya orang tua akan selalu mengkhawatirkan anaknya. Itu sebabnya banyak mertua ikut campur urusan rumah tangga anaknya karena kekhawatiran yang berlebihan. Atas dasar ini, intervensi sering terjadi karena orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, walaupun mengabaikan status si anak yang sudah berkeluarga. 



Mums, itulah penyebab dan cara menghadapi mertua yang suka ikut campur urusan rumah tangga anaknya. Hal ini memang jadi problem umum dalam pernikahan. Agar masalah tidak semakin runyam, dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengadapi mertua yang hobi intervensi. Kuncinya ada pada komunikasi yang terbuka dengan pasangan untuk menyatukan visi dalam menyikapi hal ini. 


Dengan kombinasi komunikasi yang terbuka, kemandirian pasangan, dan hubungan yang baik dengan keluarga besar, setiap pasangan akan mampu menghadapi mertua yang suka ikut campur dalam rumah tangganya. Dengan begitu, rumah tangga tetap harmonis dan hubungan dengan keluarga besar tetap berjalan baik tanpa kendala berarti. 


Referensi : 

PMC. 2025. Parental Interference and Marital Stability: A Scoping Review of Sociocultural Influences on Indian Families 

  • # Pernikahan
  • # Keluarga