Tami Wulandari Nasution
02 Februari 2020
cnbc.com

Dexa Group Sosialisasikan Cara Mengantisipasi Infeksi Coronavirus

Hingga kini, memang belum diketahui bagaimana tepatnya cara virus corona menjangkit tubuh seseorang. Namun, diperkirakan bahwa virus corona bisa menular dari hewan ke manusia ataupun manusia ke manusia. Lantas, kenapa virus corona ini bisa menjadi virus manusia?

 

Dalam rangka mengatisipasi wabah global coronavirus, Jumat (31/1) lalu Dexa Group mengadakan sosialisasi kepada karyawan di Titan Center, Bintaro. Molecular Pharmacologist Dexa Group Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D, DSc menjelaskan, berdasarkan temuan sains terbaru, virus corona merupakan hasil rekombinasi dari dua virus corona yang menginfeksi hewan liar, seperti kelelawar dan virus corona lainnya. 

 

Baca juga: WHO Tetapkan Wabah Coronavirus sebagai Situasi Darurat Dunia, Apa Artinya? 

 

 

Sebagai hasil rekombinasi, virus corona memiliki perubahan dalam salah satu proteinnya yang mengenali dan mengikat reseptor pada sel inang. Inilah yang memugkinkan virus masuk ke sel manusia. Perubahan protein ini bisa saja berkontribusi pada kemampuan virus corona menginfeksi spesies atau manusia. “Dalam tubuh manusia, terjadi rekombinasi dengan virusnya sendiri sehingga bermutasi dan beradaptasi menjadi virus manusia,” jelas Raymond

 

Baca juga: Coronavirus Penyebab Wabah Pneumonia di Wuhan, Tidak Menular Antar Manusia?

  

 

Lantas, apakah virus corona ini bisa ditularkan dengan sesama manusia atau manusia bisa terjangkit karena ia berada dan dirawat di rumah sakit? “Menurut data, kebanyakan orang bisa terjangkit virus ini saat datang atau mengunjungi rumah sakit,” tambah Raymond.

 

 

Seperti diketahui, gejala infeksi coronavirus sangat ringan, seperti demam, flu, dan juga batuk. Namun, bagaimana membedakan batuk dan pilek biasa (common cold) dengan infeksi virus corona? “Kalau setelah minum obat, namun gejalanya tidak sembuh, harus segera ke dokter. Ini untuk memastikan dan mengetahui benar ada virusnya atau tidak,” jelas Raymond. 

 

 

Virus ini menginfeksi sel-sel paru dan membuat sel tersebut mati. Selain itu, virus tersebut mengganggu sel sistem kekebalan tubuh sehingga pasien menjadi sulit untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi atau mencegah terjangkit coronavirus.

 

Baca juga: Waspada Wabah Pneumonia, Bergini Cara Penularan Coronavirus

 

 

Pertama, sebaiknya hindari bepergian ke wilayah yang terjangkit  atau mengunjungi atau membesuk orang yang terjangkit infeksi coronavirus di rumah sakit. Jika mengalami gejala infeksi coronavirus, seperti yang disebutkan di atas, segeralah ke dokter atau rumah sakit terdekat. 

 

 

Menurut Raymond, perhatikan juga higienitas diri sendiri. “Rajinlah mencuci tangan, jangan pernah menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih, gunakan masker dengan benar, dan hindari berada di tempat dengan orang yang ramai,” ujarnya. 

 

 

Selain itu, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi suplemen, seperti Stimuno juga diperlukan. “Rajin cuci tangan dan menggunakan masker saja tidak cukup, minumlah Stimuno yang dapat merangsang produksi antibodi dan meningkatkan aktivitas sistem imun sehingga daya tahan tubuh optimal,” jelas Raymond.

 

 

Berbeda dengan multivitamin, Stimuno berperan sebagai immunomodulator yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sistem imun. Nah, untuk mengantisipasi infeksi coronavirus, Stimuno bisa dikonsumsi sebanyak 2-3 kali dalam sehari. 

 

 

Jadi, untuk mencegah atau mengantisipasi terjangkit atau terinfeksi coronavirus, jangan lupa memperhatikan beberapa hal di atas ya, Gengs. Oh iya, kalau Kamu punya masalah seputar kesehatan, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Sekarang, Kamu bisa mencari dokter yang ada di sekitarmu dengan fitur ‘Direktori Dokter’ yang tersedia di amp.guesehat.com. Cobain yuk fiturnya! 

 

 

  • # Pernapasan
  • # Coronavirus