Ella Nurlaila
13 April 2026
Shutterstcok

10 Cara Agar Anak Suka Belajar

Semua orang tua ingin anaknya memiliki nilai akademik yang bagus di sekolah. Tapi faktanya, jangankan nilai baik, diminta belajar saja sulit bukan main. Ini mungkin masalah sejuta orang tua di dunia. Anak lebih memilih mainan atau gadget daripada belajar. 


Masalahnya adalah, semakin Mums memaksa anak untuk belajar, bahkan dengan sedikit metode VOC kalau orang tua jaman sekarang bilang, anak semakin memberontak. 


Ternyata, ada cara yang bisa dilakukan agar anak suka belajar. Terdengar mustahul bagi Mums?  Belajar dan bermain itu beda tipis, jadi daripada memaksa anak membuka buku dan menghapal, coba lakukan sambil bermain, ajak anak bertanya, atau fokus pada apa yang ia suka.  Itu adalah beberapa cara membuat anak suka belajar. Cara lainnya sudah dipaparkan di artikel berikut. 


Keterlibatan orang tua meningkatkan nilai akademik


Sebuah penelitian pernah dilakukan di Meksiko, pada anak seolah dasar. Penelitian yang dipublikasikan di  Cambridge Journal of Education (2021)menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dalam kegiatan pembelajaran di sekolah mampu meningkatkan prestasi akademik siswa.


Artinya, meskipun anak belajar formal di sekolah, namun orang tua harus ikut memiliki peran dalam pendidikan. Salah satu cara agar Mums dan Dads terlibat adalah dengan mendorong anak suka belajar di rumah. 


Terbukti dari penelitian tadi, terjadi peningkatan drastis dalam prestasi akademik, melampaui rata-rata nasional dalam matematika dan bahasa masing-masing sebesar 15% dan 5%, serta mengurangi konflik sebesar 61%, ketika orang tua ikut terlibat. 



10 Cara Agar Anak Suka Belajar


Mums, berikut ini beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk membuat anak mau belajar bahkan menjadi suka belajar tanpa dipaksa. 


1. Berikan pengalaman langsung

Anak-anak memiliki rentang perhatian yang lebih pendek daripada orang dewasa dan lebih tertarik pada aktivitas langsung. Coba buka buku peajaran anak sesekali dan pilih mana yang bisa dipelajari secara langsung. 


Misalnya pelajaran tentang mengenal hewan-hewan mamalia, Mums ajak anak kebun binatang yang akan menjadi pengalaman langsung anak belajar dengan elemen nyata.  Kalau terlalu effort, bisa juga kok dilakukan di rumah . Misalnya, Mums dapat menggunakan balok berwarna untuk mengajarkan penjumlahan dan pengurangan.


2. Dorong minat anak

Perhatikan apa yang anak sukai untuk dibaca, ditonton, dan dibicarakan. Lalu berikan anak-anak banyak kesempatan untuk mengembangkan minat baru dengan memperkenalkan mereka pada banyak subjek yang berbeda. Manfaatkan kegemarannya  dengan ikan dengan kunjungan ke wahana akuarium.


3. Fokus pada perjalanan

Fokus Mums seharusnya pada pembelajaran itu sendiri, bukan hasilnya. Tidak ada yang namanya kegagalan dalam proses belajar. Bukan saatnya untuk mengkhawatirkan kuliah atau prestasi akademik anak di masa depan. Jika Mums bisa memupuk kecintaan anak pada belajar tanpa tekanan, anak akan lebih cenderung menikmati sekolah, menunjukkan kemandirian dan tanggung jawab, serta berprestasi secara akademis.


4. Ajak anak bertanya

Saat menemani anak belajar, coba banyak ajukan pertanyaan "mengapa?"  Jika Mums merasa sudah mencapai batas pertanyaan "mengapa?", ubah pendekatan dan ajukan pertanyaan dengan “bagaimana, bagaimana jika” dan lain-lain. 


Pertanyaan terbaik adalah pertanyaan terbuka tanpa jawaban yang jelas benar. Jadi, daripada menguji anak dan bertanya, "Warna apa ini?", cobalah sesuatu seperti, "Menurut adek mengapa bebek suka berkumpul dalam kelompok besar?"


5. Jadikan belajar sebagai hadiah

Jangan memberikan hukuman saat nilai si kecil jauh dari harapan, atau sebaliknya memberikan hadiah saat anak menunjukkan prestasi. Keduanya telah terbukti mengurangi rasa ingin tahu alami anak-anak tentang dunia. Biarkan proses belajar itu sendiri menjadi hadiah, tanpa perlu lagi bertengkar dengan anak tentang pekerjaan rumah bertahun-tahun kemudian.


6. Berikan pilihan

Pilihan akan mendorong minat anak. Jika Mums tidak dapat menemukan minat mereka, coba berikan anak banyak buku, program pendidikan, dan diskusi tentang berbagai macam topik, dan lihat apa yang menarik minat mereka.


7. Jadilah contoh

Sama seperti hal lainnya, anak-anak meniru kebiasaan belajar orang tua. Anak akan mengamati aktivitas Mums atau Dads saat mencari informasi, atau bekerja. Apakah Mums suka membaca buku daripada main gadget? Lesbih sering menyimak berita daripada menontron drama? 


8. Berdiskusi

Sering-seringnya berdiskusi tetang apa yang menjadi minat anak. Diskusi ini juga membuka pintu bagi lebih banyak pengalaman belajar, seperti cara menggunakan ensiklopedia atau kamus. Jika Mumsa tidak tahu jawabannya, jangan berpura-pura tahu atau mengabaikan pertanyaan tersebut. Carilah jawabannya bersama dengan di Kecil.


9. Jangan terlalu mengatur

Sekali lagi, jangan memberi tekanan. Misalnya, dengan mengatakan "Jawaban kamu itu salah," dan jangan langsung menyela ketika mereka mencoba sesuatu yang baru untuk menyelesaikannya. Orang tua dari anak-anak yang paling sukses membiarkan anak-anak mereka mencari solusi sendiri sambil tetap memberikan dukungan pada proses pembelajaran mereka, termasuk kesalahan-kesalahan yang mereka buat.


10. Membaca dan membaca 

Mulailah sedini mungkin membacakan buku kepada anak setidaknya sekali setiap hari untuk mengasah kemampuan mendengarkan, kosakata, berpikir aktif, kreativitas, imajinasi, serta perkembangan sosial dan emosional mereka. 


Bukua juga menjadi cara yang bagus untuk menjalin ikatan dengan anak. Banyak anak yang membaca bersama orang tua mereka dengan mudah mengingat kenangan indah ini beberapa dekade kemudian.



Nah, sudah ada bayangan Mums apa yang akan Mums ubah dalam mendampingi si Kecil belajar? Beberapa teknik untuk membuat anak menjadi emar belajar ini memerlukan adaptasi dari dan mungkin tidak mudah. 


Tetapi semuanya dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, oleh siapa saja yang menghabiskan waktu bersama anak, dengan anggaran berapa pun. 


Referensi:

Cambridge Journal of Education. 2021. Improving students’ academic performance and reducing conflicts through family involvement in primary school learning activities: a Mexican case study

  • # Anak
  • # Anak Cerdas
  • # Belajar