Ella Nurlaila
15 Juni 2026
Shutterstock

Tanda Anak Mengalami Gangguan Kecemasan dan Cara Mengatasinya

Gangguan kecemasan tidak pernah memilih usia dan bisa dialami oleh siapa saja. Perasaan cemas merupakan sebuah respons normal ketika menghadapi situasi tertentu, terutama situasi yang mengancam, berbahaya, memalukan, atau membuat stres. 


Menurut penelitian dari PubMed (2024) gangguan kecemasan pada anak bukan sekadar rasa takut atau malu biasa. Anak dengan anxiety disorder atau gangguan kecemasan biasanya mengalami kekhawatiran berlebihan yang berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti sekolah, tidur, makan, bermain, atau bersosialisasi. 


Beberapa anak dan remaja mungkin merasakan kecemasan yang lebih intens dan sulit untuk mengendalikan perasaan cemasnya. Penting bagi orang tua untuk mengetahui tanda-tanda anak mengalami gangguan kecemasan dan apa yang harus dilakukan jika itu terjadi.


Bentuk gangguan kecemasan pada anak 


Saat menghadapi situasi tertentu seperti pertama kali masuk sekolah, tes atau ujian sekolah, bertemu orang asing, berpisah dengan orang tua, dan kondisi tidak nyaman maupun mengancam lainnya, sangat wajar bila anak merasakan kecemasan. 


Problemnya adalah ketika rasa cemas itu muncul berlebihan, berlangsung terus-menerus, apalagi mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi inilah yang membuat rasa cemas yang awalnya biasa menjadi berlebihan dan mengarah pada bentuk gangguan. 


Sayangnya, banyak orang tua mengira gangguan cemas yang dialami anaknya sebagai bentuk rasa malu, manja, atau terlalu sensitif. Faktanya, bisa jadi anak-anak sedang mengalami tekanan emosional yang membutuhkan perhatian lebih dan penanganan segera.


Gangguan kecemasan pada anak bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti: 

  • Separation anxiety, yaitu takut terpisah dengan orang tua.

  • Social anxiety, cemas saat berinteraksi sosial dengan orang lain.  

  • Generalized anxiety disorder, khawatir berlebihan terhadap banyak hal.

  • Fobia tertentu. 

  • Panic attack atau serangan panik.


  • Mums, jangan pernah anggap sepele jika si Kecil mengalami hal-hal tersebut. Karena hampir pasti memengaruhi perkembangan emosional dan kepercayaan diri anak. 


    Tanda-tanda anak mengalami gangguan kecemasan 

    Untuk mengetahui apakah anak mengalami gangguan kecemasan, kenali beberapa tanda-tanda umum gangguan kecemasan pada anak berikut ini: 


    1. Gelisah dan khawatir berlebihan 

    Anak terus-menerus memikirkan hal buruk yang mungkin dan belum tentu terjadi, bahkan untuk hal sepele sekalipun. Misalnya, takut dimarahi guru, takut gagal, atau takut sendirian. Biasanya, kekhawatiran ini sulit dikendalikan dan terjadi hampir setiap hari. 


    2. Panik  

    Beberapa anak dan remaja yang mengalami gangguan kecemasan terlihat panik berlebihan, hingga tidak mampu mengontrol emosi dan gerakan tubuhnya. Misalnya napas berat atau cepat, detak jantung yang cepat, serta berkeringat berlebihan. 


    3. Tidak mau berpisah dengan orang tua 

    Saat akan ditinggal orang tua, anak yang mengalami gangguan kecemasan akan nangis berlebihan. Pada beberapa kasus, anak mengalami sakit perut dan mual setiap kali harus berpisah dengan orang tua. 


    4. Menghindari interaksi sosial 

    Anak cenderung menolak berbicara dengan orang lain, takut tampil di depan kelas, menghindari bermain dengan teman, dan tidak nyaman berada di keramaian. Banyak anak dengan kecemasan sosial terlihat pendiam, tetapi sebenarnya mereka merasa sangat takut dinilai atau dipermalukan.


    5. Keluhan fisik berulang 

    Gangguan kecemasan pada anak sering muncul dalam bentuk keluhan fisik seperti sakit perut, sakit kepala, mual, jantung berdebar, dan sulit tidur. Padahal, setelah diperiksa oleh dokter, tidak ditemukan masalah kesehatan tertentu.


    7. Mudah marah atau sensitif

    Anak yang cemas bisa tampak mudah tersinggung, menangis, atau marah karena tubuh dan pikirannya berada dalam kondisi tegang terus-menerus.


    8. Sulit konsentrasi

    Rasa cemas berlebihan dapat membuat anak sulit fokus belajar karena pikirannya dipenuhi kekhawatiran.


    9. Gangguan tidur

    Kecemasan berlebihan pada anak bisa berujung pada gangguan tidur. Misalnya, takut tidur sendiri, sering mengalami mimpi buruk, sulit tidur, terbangun di malam hari. Kurang tidur dapat memperburuk kondisi emosional anak.


    Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan pada Anak

    Mums, ketika anak menunjukkan tanda-tanda gangguan kecemasan, jangan diabaikan. Apalagi langsung menganggap anak berlebihan atau mencari perhatian. Lebih baik lakukan berbagai cara mengatasi gangguan kecemasan pada anak berikut ini: 


    1. Dengarkan keluhannya 

    Alih-alih menghakimi, lebih baik dengarkan apa yang membuatnya takut atau cemas berlebihan. 

    Kalimat yang menenangkan penuh perhatian, seperti “Ayah/Ibu paham kalau kamu sedang ketakutan,” atau “Cemas itu boleh, nggak dilarang kok.” Kalimat seperti ini membantu anak merasa aman dan dipahami. 


    2. Ajarkan anak mengenali emosinya

    Tidak semua anak paham dengan emosinya. Karena itu, ajarkan anak mengenali perasaan seperti takut, gugup, khawatir, sedih, dan sejenisnya. Anak yang mampu mengenali emosinya biasanya lebih mudah belajar mengelola kecemasannya. 


    3. Latih teknik relaksasi 

    Ajarkan anak teknik relaksasi sebagai cara sederhana untuk menenangkan diri. Misalnya, tarik napas dalam, menghitung perlahan, dengarkan musik yang menenangkan, atau sekadar memeluk boneka favoritnya. 


    4. Jangan memaksa anak 

    Mums, ketika anak menghadapi masa sulit yang membuatnya ketakutan, memaksanya hanya akan memperburuk keadaan. Lebih baik dampingi secara bertahap agar ia belajar merasa aman.


    5. Ciptakan rutinitas yang konsisten 

    Rutinitas yang teratur membantu anak merasa lebih aman dan nyaman. Pastikan anak memiliki waktu tidur cukup, jadwal makan teratur, waktu bermain, waktu istirahat


    6. Batasi paparan pemicu ketakutan 

    Jauhi anak dari hal yang memicu atau memperburuk ketakutannya. Misalnya berita menakutkan, tekanan berlebihan, atau penggunaan gadget tanpa pengawasan yang dapat meningkatkan kecemasannya. 


    7. Konsultasi 

    Jika gangguan kecemasan tidak kunjung mereda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pihak profesional, yaitu dokter atau konsultasi dengan psikolog di Psikolog Corner. Terutama jika kecemasan berlangsung lama, anak sulit beraktivitas, prestasi sekolah menurun drastis, anak menarik diri dari pergaulan, muncul serangan panik maupun keluhan fisik berat. 


    Mums, itulah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan pada anak. Jika disikapi dengan tepat, gangguan kecemasan tidak berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik anak. Karena itu, kenali tanda-tandanya sejak awal. Dengarkan perasaan anak dan berikan dukungan emosional padanya. 



    Referensi : 

    PubMed. 2024. Childhood Anxiety Disorders. 

    • # Anak
    • # Gangguan Kecemasan
    • # Psikolog Corner