Ella Nurlaila
22 Mei 2026
Shutterstock

Takut Bawa Anak yang Sangat Aktif ke Luar Rumah: Takut Diviralkan

Di era media sosial seperti sekarang, semua kejadian berpotensi jadi konten yang viral. Netizen kerap membagikan video anak-anak yang tantrum di mal, makan berantakan di restoran, atau momen anak menangis di pesawat. Akhirnya muncul fenomena baru di kalangan orang tua: takut membawa anak ke tempat umum karena khawatir direkam, dinilai, bahkan diviralkan.

Orang tua memilih “main aman” yaitu  lebih baik di rumah daripada jadi bahan omongan netizen. Atau meminta maaf terlebih dahulu dan memberikan bingkisan ke semua penumpang pesawat. Tapi, apakah ini keputusan yang tepat?

Anak aktif adalah anak yang sehat dan memang sedang melakukan eksplorasi. Kapan anak dianggap aktif dan hiperaktif?


Ketakutan yang Semakin Nyata di Era Digital 


Media sosial membuat batas privasi semakin tipis. Hal-hal yang dulu dianggap biasa, kini bisa jadi viral dalam hitungan jam. Konten yang terkait anak dan kemudian menjadi viral, umumnya karena momen anak yang sangat aktif. 


Orang tua umumnya takut membawa anak ke luar rumah dengan alasan:

  • Anak tantrum di tempat umum 

  • Dianggap tidak bisa mendidik anak 

  • Direkam tanpa izin 

  • Dihujat atau di-judge netizen 

  • Ketakutan ini bukan tanpa alasan. Banyak kasus di mana momen sulit orang tua yang berusaha menenangkan anak yang tantrum atau menangis di pesawat justru dijadikan hiburan.

    Mums mungkin pernah menyaksikan, saat ini banyak orang tua yang membagi-bagikan bingkisan kecil untuk semua penumpang di pesawat karena ia membawa anak kecil dan takut si anak akan berisik atau menangis. 


    Anak Aktif adalah Bagian dari Proses Tumbuh Kembang

    Anak yang sangat aktif umumnya karena ia tengah mengekplorasi lingkungan baru. Saat anak berada di tempat yang baru misalnya di dalam kereta, pesawat, mal, atau MRT ia akan bersemangat dan mencoba hal baru.

    Pada awalnya, kegembiraan dan antusiasme yang diperlihatkan anak-anak memang menyenangkan untuk dilihat. Tetapi ketika anak-anak terlalu bersemangat, mereka dapat membuat orang-orang di sekitar mereka merasa tidak nyaman. Misalnya saat anak bersuara keras, bicara tanpa henti bahkan berteriak.

    Proses belajar anak itu tidak selalu tertib seperti di dalam kelas yang tenang. Penting untuk diingat bahwa anak, terutama balita, belum punya kontrol emosi yang matang. Jadi wajar kalau kadang mereka tantrum di tempat umum.

    Menurut penelitian di Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (2025), pengaturan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang berperan signifikan dalam mempersiapkan anak menghadapi tantangan sosial dan akademik. Namun, pemahaman tentang kemampuan anak untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi mereka masih terbatas.

    Mums sebagai orang tua tidak bisa mengontrol semua situasi. Jadi, bukan soal “anak nakal” atau “orang tua gagal”, tapi bagian dari proses tumbuh kembang.


    Hal yang Bisa Dilakukan Orang Tua

    Menenangkan anak-anak yang terlalu bersemangat membutuhkan sedikit usaha. Berikut yang bisa dilakukan:


    1. Kenali tanda-tandanya

    Mulailah dengan mengenali kapan anak-anak menjadi terlalu bersemangat. Orang tua hendaknya mampu membaca isyarat apa yang mungkin memberi Mums petunjuk, dan menemukan cara untuk merespons saat Mums melihat isyarat tersebut lagi.


    2. Tanyakan pada anak

    Ketika anak-anak terlalu bersemangat, mereka mungkin tidak menyadari bahwa reaksi mereka tidak tepat. Bantu si Kecil menyadari situasi dengan menanyakan “Adek, kira-kira suara adek yang berisik mengganggu enggak?” atau “Suaranya dikecilin ya, orang di pesawat ini butuh istirahat dan mau tidur.”


    3. Kasih instruksi

    Gunakan isyarat untuk memberi tahu anak-anak kapan waktunya tenang dan mengubah suasana hati. Misalnya, Mums bisa menjentikkan jari dua kali untuk mengingatkan anak-anak agar beralih dari suara keras di luar ruangan ke suara keras di dalam ruangan.


    4. Sering ajak berinteraksi

    Anak yang terlalu bersemangat di luar rumah bisa jadi karena jarang berinteraksi dengan lingkungan baru. Jadi agendakan rutin sejak dini mengenalkan anak dengan lingkungan di luar rumah untuk berinteraksi dengan orang lain.  Anak butuh pengalaman di luar rumah untuk berkembang optimal.


    Anak yang aktif dan bersemangat adalah bagian dari perkembangan normal saat anak bereksplorai dengan lingkungan baru. Mums tidak perlu takut membawa anak ke luar rumah dan mengenal lingkungan baru. Kalau ada yang merekam, fokus pada anak, bukan ke kamera. Percayalah, Mums bisa mengendalikan si Kecil dengan baik. 


    Referensi:

    Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.2025. Emotion Regulation in Children Aged 5–6 Years

    • # Anak
    • # Hiperaktif