Survei: 8 dari 10 Orang Optimis Lebih Sejahtera Tahun ini, Bagaimana dengan Mums?
Kalau Mums mengikuti berita nasional dan dunia pasti seminggu terakhir, pasti mendengar kondisi ekonomi yang dar der dor banget ya. Harga saham anjlok, harga emas melonjak tinggi, belum lagi terkait kondisi sosiopolitik dunia yang memanas. Meskipun terlihat jauh dari jangkauan kita, tapi kondisi ekonomi dunia berdampak lho, Mums ke kehidupan kita.
Sebagai ibu rumah tangga masalah keuangan adalah hal paling krusial. Tapi, seberat apapun kondisi ekonomi, tidak boleh menyerah. Optimis dan terus bekerja keras, adalah pilihan terbaik saat ini.
Ekonomi Membaik di 2026
Tahukah Mums, ada kabar gembira! Memasuki tahun 2026, lebih banyak orang yang optimis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berbagai pihak, khususnya ekonom dan lembaga keuangan, yakin bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 4,9%–5,3% pada tahun 2026, sedikit lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan 5% pada tahun 2025.
Keyakinan ekonomi nasional ini tampaknya menular juga ke tingkat individu. Tercermin dalam salah satu survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan oleh Herbalife, perusahaan kesehatan dan kebugaran, dan juga komunitas global.
Ternyata, sedikitnya 8 dari 10 orang Indonesia atau delapan puluh satu persen (81%) responden menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dalam 12 bulan mendatang.
Dari mana rasa optimis ini datang? Para responden ini sudah berencana melakukan tindakan untuk memperbaiki kesejahteraan finansial mereka.
1. Kurangi pengeluaran
Dari hasil surevi ditemukan, 67% responden berencana mengurangi pengeluaran untuk barang non-esensial. Apa sih barang non-esensial? Ini adalah pengeluaran untuk kebutuhan yang bukan kebutuhan pokok. Untuk kebutuhan makan, bayar cicilan, bayar sekolah, tentu Mums tidak bisa kurangi.
Berikut contoh penghematan untuk barang non-esensial:
Belanja dan gaya hidup, misalnya mengurangi kebiasaan belanja impulsif, koleksi barang yang tidak perlu, atau beli baju terus menerus.
Makan dan minum dihemat dengan tidak jajan di luar terlalu sering, kurangi order makanan online, dan stop cemilan premium yang mahal.
Berhenti langganan streaming berlebihan seperti Netflix, Spotify, Vidio yang mungkin jarang dibuka.
Hemat skincare dengan mengurangi produk yang kandungannya mirip.
Belanja mainan anak terlalu sering. Mums bisa bikin sendiri mainan di rumah yang justru mengasah keterampilan anak.
2. Memulai usaha
Surevi juga menunjukkan bahwa 47% akan memulai usaha. menambah penghasilan di kondisi ekonomi seperti saat ini adalah pilihan yang tepat. Mums bisa menjadi affilite, mulai membuka bisnis kuliner dari skala kecil, membuka jasa, atau jadi reseller. Mulai dari yang paling Mums sukai dan tidak membutuhkan modal yang banyak dulu.
Lebih Sehat di 2026
Selain masalah keuangan dan ekonomi, survei tersebut juga mengungkapkan bahwa sebagian besar orang Indonesia punya optimpisme dalam hal kesehatan.
Untuk meraih kesehatan yang lebih baik, dalam 12 bulan mendatang, responden mengaku akan meluangkan lebih banyak waktu untuk olahraga (64%), menghentikan kebiasaan tidak sehat (61%), dan menyiapkan makanan yang lebih sehat (45%). Meskipun banyak di antara responden yang masih memiliki hambatan berupa kurangnya disiplin dan waktu.
Oktrianto Wahyu Jatmiko, Director & General Manager of Herbalife Indonesia, menyatakan, “Survei ini menempatkan responden Indonesia sebagai salah satu negara di mana mayoritas menganggap pencapaian tujuan kesehatan relatif mudah, disertai tingkat keyakinan ekonomi yang lebih tinggi di wilayah APAC. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, yang mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan kesejahteraan.”
Selain itu, lanjut Oktrianto, “Dalam dinamika ekonomi saat ini, banyak individu mencari sumber pendapatan tambahan” tambahnya.
Survei ini tidak hanya dilakukan di Indonesia. Dilakukan pada bulan Oktober 2025, Survei Asia Pasifik Health and Economic Empowerment Survey 2025 diikuti 8.505 responden, termasuk 2.245 pengusaha di 11 pasar, mencakup Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.*
-
# ibu rumah tangga
-
# Keluarga
-
# Keuangan