Ana Yuliastanti
07 Mei 2026
Shutterstock

Cara Mengajarkan Konsep Uang dan Menabung ke Anak Usia Sekolah

Kemampuan mengelola uang perlu diajarkan sejak kecil. Ini merupakan salah satu keterampilan hidup paling berharga yang dapat Mums ajarkan pada anak. Dengan memperkenalkan konsep uang dan kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi dengan literasi keuangan yang sehat dan bermanfaat hingga dewasa. 


Sayangnya, hal ini tidak semudah mengucapkannya. Ada banyak tantangan yang mesti dihadapi dalam mengajarkan konsep mengelola uang sejak dini. Namun, jangan putus asa, Mums, sebab manfaatnya jauh lebih besar ketimbang tantangan yang ada. 


Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengenalkan konsep uang dan menabung sejak dini kepada anak dengan cara yang simple dan mudah dimengerti.


Cara mengajarkan konsep uang sejak dini 


Studi dalam jurnal Frontiers in Education (2024) menunjukkan bahwa metode paling efektif dalam pendidikan finansial anak adalah experiential learning atau belajar dari pengalaman langsung. Anak yang diberi uang saku, diajak belanja, diberi kesempatan membuat keputusan, akan memiliki pemahaman finansial yang jauh lebih baik dibanding anak yang hanya diberi teori saja. 


Sementara itu, penelitian global oleh World Economic Forum (2024) menemukan bahwa anak usia 8–12 tahun yang belajar melalui cerita dan permainan akan mengalami peningkatan pemahaman hingga 85%. Hal ini karena otak anak lebih mudah menyerap informasi melalui cerita, dan permainan membuat proses belajar terasa menyenangkan. 


Berikut ini tips sederhana dan mudah dipahami dalam mengajarkan konsep uang: 


1. Bermain peran dengan uang mainan 

Gunakan uang mainan untuk bermain peran berbelanja. Buat toko mainan di rumah menggunakan mainan, makanan ringan, atau barang-barang rumah tangga. Kemudian, berikan kepada anak uang mainan dan biarkan mereka "membeli" barang. Aktivitas ini membantu mereka memahami bahwa uang ditukar dengan barang.


2. Ajarkan pengenalan koin

Perkenalkan koin dan nilainya melalui permainan yang menyenangkan. Misalnya, letakkan sejumlah uang koin dengan jumlah berbeda. Minta anak untuk mengidentifikasi masing-masing koin. Urutkan koin berdasarkan ukuran, warna, atau nilai.


3. Permainan bertema uang

Permainan seperti Monopoly atau The Game of Life adalah alat yang sangat baik untuk mengajarkan anak-anak tentang uang dengan cara yang menyenangkan. Permainan ini memperkenalkan konsep seperti mendapatkan, membelanjakan, dan menabung sambil mendorong pemikiran strategis.


4. Berbelanja bersama

Mengajak anak berbelanja juga mengajarkan konsep memanfaatkan uang, sekaligus belajar berhitung dan mengatur uang. Misalnya, si kecil ingin mendapatkan minuman seharga 20.000 rupiah, dan Mums memberikan selembar 50.000 rupiah, ajak si kecil berhitung berapa uang kembaliannya. Atau uang untuk beli hanya 15.000 rupiah, artinya uang di tangan si kecil kurang.

Cara Mengajarkan Anak Menabung

Setelah anak mengenal konsep uang, Mums bisa mulai ajarkan anak untuk menabung dan mengelola uang dengan cara sederhana. Hal pertama yang bisa Mums ajarkan adalah membantu anak menetapkan tujuan menabung. Misalnya untuk membeli mainan atau buku.

1. Mulai menabung di toples

Berikan anak toples bening untuk menabung koin. Jelaskan bahwa menabung berarti menyisihkan sebagian uang untuk sesuatu yang istimewa. Ketika toples penuh, rayakan dengan membiarkan anak menggunakan uang itu untuk membeli mainan atau makanan kesukaannya. Kalau masih ada sisa, Mums mulai ajarkan anak berbagi, dengan membelikan makanan untuk orang rumah, atau membeli makanan buat kucing terlantar.


2. Menyisihkan uang saku

Ini bisa Mums terapkan untuk anak uang sudah mulai bersekolah.Uang saku bisa jadi cara yang bagus untuk mengajarkan anak-anak tentang cara menabung dan mengelola uang. Ajarkan bahwa uang saku bisa juga lho disisihkan atau ditabung sebagian, tidak semuanya harus dibelikan makanan dan minuman di kantin. Apalagi Mums juga membawakannya bekal. 


3. Beri contoh langsung
Ini adalah cara mengajarkan menabung yang paling mudah karena anak cenderung meniru. Tunjukkan ke anak kalau Mums dan Dads punya buku tabungan, yang setiap saat diisi dengan memasukkan uang ke rekening. Ajak anak sesekali ke mesin ATM di mana ada layanan setor tunai, misalnya. Anak akan melihat Mums memasukkan sejumlah uang dan kemudian uang Mums bertambah. 

4. Beri apresiasi
Ketika sudah tercapai tabungan si kecil, berikan apresiasi atas usaha mereka, dan jangan lihat hasilnya. Jangan memaksa anak untuk menabung, apalagi dengan mengancamnya, karena bisa membuat anak justru tidak akan melihat manfaat menabung dan malah trauma.

5. Ajarkan sabar dan menunda keinginan
Mums pasti akan menemukan saat si kecil berulang kali menghitung atau menanyakan jumlah uangnya. Minta si keicl bersabar saat uangnya belum cukup untuk membeli apa yang menjadi keuangannya.

6. Lakukan bertahap dan perlan-pelan ditingkatkan

Ketika satu misi menabung sudah selesai, lanjutkan rencana menabung berikutnya dengan tergat lebih besar. Jadi jangan berhenti sampai tertanam di benak si Kecil manfaat menabung. 



Mums, mengajari anak-anak tentang uang tidak harus membosankan atau menakutkan. Dengan menggabungkan pelajaran yang sesuai usia dan aktivitas yang menyenangkan, Anda dapat membantu anak-anak Anda mengembangkan fondasi keuangan yang kuat.


Mulailah sejak dini, konsisten, dan jadikan pembelajaran tentang uang sebagai pengalaman yang positif dan menarik. Ingat, tujuannya adalah untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas sepanjang hidupnya. Dengan kesabaran dan kreativitas, Mums dapat menuntun mereka menuju kesuksesan finansial. 


Mengajarkan anak tentang uang bukan berarti membuat mereka materialistis, tetapi justru membantu mereka untuk memahami nilai kerja keras, belajar tanggung jawab, dan membangun masa depan yang lebih stabil. 


Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya belajar menabung, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang bijak dalam mengambil keputusan finansial. Mengajarkan konsep uang pada anak, bukan soal latihan menabung saja. Melainkan mendidiknya untuk membelanjakan uang dengan tepat, memahami konsep kebutuhan dan keinginan, juga mengelola uang secara bertanggung jawab. 



Referensi : 

Frontiers in Education. 2024. “Youth, money, and behavior: the impact of financial literacy programs"

World Economic Forum. 2024. "How storytelling is teaching children financial literacy”

  • # Keuangan
  • # Anak