Ella Nurlaila
29 Maret 2025
Shutterstock

Berapa Banyak Jalan Kaki untuk Mempercepat Persalinan?

Menjelang akhir trimester ketiga, kebanyakan ibu hamil mulai harap-harap cemas menantikan datangnya tanda persalinan. Ketika kontraksi tak kunjung datang, beberapa ibu hamil melakukan bebergai cara sebagai induksi alami: banyak jalan kaki, minum minyak jarak, makan makanan pedas, dan berhubungan seks. Mana yang Mums lebih sukai sebagai induksi alami? Kalau memilih jalan kaki, berapa banyak ibu hamil harus berjalan kaki untuk dapat mempercepat persalinan?


Ya, berjalan kaki mungkin patut dicoba. Meskipun pada akhirnya berjalan kaki tidak cukup menginduksi persalinan normal, setidaknya aktivitas ini memiliki manfaat besar untuk kesehatan ibu hamil.


Baca juga: Mengenal Inversio Uteri dalam Persalinan


Apakah berjalan kaki dapat mempercepat persalinan? 


Berjalan kaki adalah salah satu induksi alami yang direkomendasikan untuk ibu hamil. Berjalan kaki dapat membantu bayi bergeser turun ke panggul dan memberikan tekanan pada serviks. Ini dapat membantu mendorong sinyal biokimia untuk memulai persalinan. 


Namun, seperti halnya praktek turun temurun lainnya, hanya ada sedikit bukti klinis yang menunjukkan bahwa berjalan dapat menginduksi persalinan. Beberapa ibu hamil memang merasakan sendiri, yaitu mulai kontraksi pada usia kehamilan 38 minggu untuk persalinan pertama setelah seharian sibuk dengan banyak berjalan. Namun, ada ibu hamil lainnya yang tidak berhasil.


Kapan mulai berjalan kaki untuk mempercepat persalinan?

Sebagian ibu hamil mulai banyak berjalan kaki pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih awal. Sebagian mulai berjalan pada usia kehamilan 39 minggu (cukup bulan), atau bahkan 41 minggu.


Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa berjalan kaki pada usia kehamilan 39 minggu dapat mempercepat persalinan. Berita baiknya? Menurut penelitian, berjalan kaki setidaknya 40 menit sehari selama empat hari seminggu selama trimester ketiga dapat mempercepat persalinan normal dan mengurangi risiko persalinan dengan induksi, operasi caesar, atau persalinan dengan bantuan alat (menggunakan vakum atau forsep). 


Lewat penelitian ini terbukti bahwa berjalan kaki sebaiknya dimulai sejak awal trimester tiga, dilakukan secara rutin. Anggap saja Mums sedang berolahraga selama hamil. 


Sebuah tinjauan pustaka tahun 2011 menemukan bahwa ibu hamil yang menjadi lebih aktif secara fisik dapat mengurangi risiko kelahiran prematur, meningkatkan kesehatan kardiovaskular (termasuk pertumbuhan plasenta yang lebih baik), dan mengurangi peradangan. Sebaliknya bumil yang terlalu sering rebahan di tempat tidur, dengan kurangnya aktivitas fisik, memiliki banyak efek negatif pada tubuh ibu.


Dan sebuah studi tahun 2009 tentang efek berjalan dan latihan peregangan untuk mencegah preeklamsia menemukan bahwa kedua aktivitas tersebut memang menurunkan risiko preeklamsia. Jadi Mums apa pun bentuk latihan yang Mums sukai, lakukanlah.



Hindari jalan kaki jika bumil punya kondisi ini

Meskipun jalan kaki sehat buat ibu hamil, tetapi ada kondisi di mana ibu hamil sebaiknya tidak melakukannya. Bahkan, bumil diminta lebih banyak istirahat di tempat tidur. Kondisi kehamilan yang dimaksud antara lain:


1. Ibu hamil yang berisiko atau sudah mengalami pecah ketuban dini 

Jika memungkinkan bayi dipertahankan di dalam rahim, ibu hamil biasanya diminta istirahat total dan tidak banyak bergerak. 


2. Risiko kelahiran prematur

Karena kondisi tertentu, kehamilan bisa berisiko lahir prematur. Sama seperti ketuban pecah dini, ibu hamil dengan risiko ini juga dilarang berjalan kaki terlalu sering. 


3. Serviks inkompeten

Sering disebut kandungan lemah, dan mudah keguguran. Aktivitas fisik berat wajib dihindari, termasuk banyak berjalan kaki. 


4. Mengandung bayi kembar

Beban rahim akibat mengandung bayi kembar tertentu lebih besar daripada kehamilan tunggal. Oleh karena itu risiko persalinan premtur juga tinggi dan ibu hamil sebaiknya membatasi aktivitas fisik. 


5. Perdarahan vagina

Di usia kehamilan berapapun, perdarahan dari vagina bukan tanda yang bagus. Risiko persalinan pramatur meningkat. Biasanya ibu hamil diminta banyak bed rest atau tirah baring. 


Jadi seberapa banyak berjalan kaki yang dibutuhkan untuk menginduksi persalinan? Itu semua tergantung kondisi masing-masing ibu hamil. Terlepas dari apakah berjalan kaki dapat atau tidak berdampak pada mempercepat persalinan, namun berjalan kaki dapat mengurangi kemungkinan komplikasi. 


Berjalan kaki juga membantu tubuh mempersiapkan diri untuk persalinan. Banyak wanita merasa bahwa gerakan apa pun pada awal persalinan meningkatkan kontraksi. Jadi, berjalanlah untuk memulai persalinan yang sehat dan kemudian dengarkan tubuh Mums. Artikel seperti ini juga bisa Mums dapatkan di aplikasi Teman Bumil .


Referensi:

  • # Jalan kaki
  • # TB Nutrisi & Kebugaran
  • # TBMinggu25
  • # TBTrimester3