Ana Yuliastanti
29 April 2024
shutterstock

Intip 6 Perbedaan Inseminasi dan Bayi Tabung

Ketika kehamilan secara alamiah tidak lagi bisa diupayakan, maka metode intervensi kehamilan dengan inseminasi dan bayi tabung merupakan pilihan yang rasional. Namun masih banyak masyarakat yang keliru terhadap dua metode ini. Ada yang menganggapnya sama. Padahal perbedaan inseminasi dan bayi tabung sangatlah jelas. 


Mengenal lebih jauh perbedaan inseminasi dan bayi tabung penting dipahami agar wawasan seputar dunia reproduksi dan infertilitas semakin bertambah. Dengan begitu bisa mengedukasi, minimal meluruskan persepsi keliru masyarakat seputar inseminasi dan bayi tabung. 

Baca juga: Berikut Tips Hamil di Usia Lebih 30 Tahun


6 Perbedaan Inseminasi dan Bayi Tabung 

Ketika problem infertilitas banyak terjadi pada wanita usia subur, dua metode ini adalah pilihan yang banyak diburu. Atau jika Mums bingung menentukan pilihan apakah harus menggunakan metode inseminasi atau bayi tabung, yuk, cari tahu perbedaan inseminasi dan bayi tabung berikut ini: 


1. Prosedur tindakan  

Inseminasi Intrauterine (IUI) juga dikenal dengan inseminasi buatan, yaitu prosedur sederhana yang menempatkan sperma yang sebelumnya sudah diproses di laboratorium ke dalam rongga rahim. Sementara itu bayi tabung atau istilah medisnya In Vitro Fertilization (IVF) merupakan prosedur teknologi reproduksi yang menggabungkan sperma dan sel telur di luar tubuh wanita di laboratorium. 


2. Pra tindakan 

Inseminasi dilakukan dengan bantuan perawatan kesuburan untuk meningkatkan fungsi ovulasi atau dilakukan saat wanita sedang berovulasi alami. Alat prediksi ovulasi yang dijual bebas dapat digunakan untuk menentukan kapan seorang wanita sedang berovulasi. Berbeda dengan metode bayi tabung , prosedur pra tindakannya, wanita meminum obat kesuburan untuk merangsang ovarium guna membantu keberhasilan pengambilan sel telur yang dilakukan dengan obat penenang dan inseminasi dilakukan di hari yang sama. Setelah pembuahan, embrio dipantau secara hati-hati untuk menentukan kapan pemindahan ke rahim dilakukan. 


3. Terjadinya pembuahan 

Perbedaan inseminasi dan bayi tabung yang paling besar berikutnya adalah pada inseminasi pembuahan terjadi secara internal, yaitu sperma disuntikkan langsung ke rahim wanita. Jika pembuahan berhasil, embrio juga akan ditanam di sana. Sementara itu pada bayi tabung pembuahan terjadi secara eksternal atau di luar rahim. Menggabungkan sperma dan sel telur untuk pembuahan, satu atau lebih sel telur yang berhasil dibuahi akan ditempatkan di dalam rahim. 


4. Tingkat keberhasilan 

Karena prosedur yang jauh berbeda, maka tingkat keberhasilan keduanya pun tidak sama. Pada bayi tabung tingkat keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan dengan inseminasi. Pada inseminasi tingkat keberhasilan sekitar 15-20%, untuk 3-4 putaran akumulasi keberhasilannya menjadi 40-50%. Sementara bayi tabung memiliki tingkat keberhasilan sekitar 50-70% dalam satu putarannya. 


5. Biaya 

Perbedaan inseminasi dan bayi tabung lainnya ialah dari faktor biaya. Pasalnya, inseminasi jauh lebih murah dibandingkan dengan bayi tabung. Umumnya, dokter akan menyarankan agar pasangan mencoba tiga putaran inseminasi sebelum berlanjut ke bayi tabung. 


6. Menentukan kandidat   

Karena prosedur ini kurang invasive dan pembuahan terjadi secara internal maka dibutuhkan ovarium yang berfungsi, sel telur dan saluran tuba yang layak, serta ketersediaan 5-10 sperma yang layak setelah ejakulasi diproses. Sementara itu pada bayi tabung bisa digunakan untuk berbagai jenis infertilitas termasuk masalah rahim, endometriosis, usia, jumlah dan kualitas sperma yang rendah. 

 

Proses Panjang Agar Kehamilan Datang 

Di balik perbedaan inseminasi dan bayi tabung, kedua metode intervensi kehamilan ini memiliki tujuan yang sama, yaitu mengatasi problem infertilitas yang banyak dialami para wanita dan pria usia subur. Kedua metode ini adalah solusi yang dibutuhkan bagi para pasangan yang mendambakan buah hati. 


Sebab ternyata kehamilan tidak selalu mudah bagi sebagian orang. Bagi banyak pasangan, hamil membutuhkan kerja ekstra dan intervensi medis yang tidak sederhana. Meski terdapat perbedaan inseminasi dan bayi tabung, namun keduanya hadir sebagai solusi. 


Kendati demikian, menjalani perawatan infertilitas bukanlah jaminan memiliki momongan. Tetapi ini adalah upaya meningkatkan peluang untuk hamil. Meskipun secara teknis bayi tabung memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan inseminasi, namun tidak sesederhana itu. Tingkat keberhasilan keduanya sangat bergantung pada kondisi tubuh secara spesifik. 


Karenanya kesabaran dan ketekunan sangat dibutuhkan dalam menjalankan prosedur yang dipilih. Sebab ini adalah proses yang memakan waktu dan biaya untuk menghasilkan kehamilan yang diinginkan. Itu sebabnya kerjasama kedua pasangan, dukungan dan tekad yang kuat keduanya, mutlak dibutuhkan. 



Referensi: 

Carolinasfertilitycenter. whats-difference-iui-ivf

Clevelandclinic. iui-vs-ivf

  • # Program Hamil
  • # Bayi tabung