Ella Nurlaila
01 April 2025
Shutterstock

6 Cara Cepat Hamil yang Bisa Dicoba Bersama Pasangan

Apakah Mums sedang berusaha untuk hamil dengan cepat? Tidak semua pasangan bisa cepat hamil pada percobaan pertama. Sebagian besar pasangan perlu mencoba selama beberapa bulan agar keajaiban itu terjadi.


Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), wanita dengan ovarium sehat memiliki peluang sebesar 25% untuk hamil setiap siklus menstruasi di usia 20-an dan awal 30-an, dengan asumsi mereka melakukan hubungan seks tanpa kontrasepsi secara teratur. Pada usia 40 tahun, peluangnya menurun menjadi 10% per siklus menstruasi.


Baca juga: Mau Promil, Penting untuk Tahu Siklus Haid Mums


6 Cara Cepat Hamil 

Terlepas dari statistik di atas, ada beberapa hal yang dapat Mums lakukan agar cepat hamil. 


1. Kenali Masa Subur 

Waktu terbaik untuk mencoba hamil adalah berhubungan seks selama masa subur, atau hari-hari menjelang dan setelah ovulasi.


Seberapa sering pun Mums dan Dads berhubungan seks, jika melewatkan hari-hari paling subur dalam siklus menstruasi, maka Mums tidak akan hamil. Sayangnya, belum semua wanita tahu kapan masa subur atau kapan berovulasi.


Cara paling mudah adalah dengan menggunakan alat prediksi ovulasi. Tes bisa dilakukan di rumah. Alat ini mendeteksi lonjakan hormon luteinisasi (LH) dalam urin, yang terjadi sekitar 36 hingga 48 jam sebelum ovulasi. 


Cara lain untuk melacak ovulasi meliputi:

- Memetakan suhu tubuh basal (BBT)

- Memantau lendir serviks,  terlihat bening dan elastis dengan konsistensi seperti putih telur mentah

- Memantau siklus menstruasi

- Menggunakan kalkulator ovulasi daring


2. Berhubungan Seks Sebelum Ovulasi

Jika ingin cepat hamil, penting untuk mengetahui bahwa berhubungan seks sebelum terjadinya ovulasi meningkatkan kemungkinan sperma membuahi sel telur setelah meninggalkan ovarium. Sperma dapat bertahan hidup di saluran reproduksi wanita hingga lima hari dalam kondisi yang tepat, tetapi sel telur hanya bertahan selama 12 hingga 24 jam setelah dilepaskan.


Jika Mums menggunakan alat pendeteksi ovulasi, para ahli menyarankan untuk  berhubungan seks segera setelah mendapatkan hasil positif, dan kemudian melakukannya lagi selama beberapa hari berikutnya untuk memanfaatkan waktu pra-ovulasi tersebut.


3. Cobalah Beberapa Posisi yang Direkomendasikan

Jika berbicara tentang posisi hubungan seks terbaik agar cepat hamil, mungkin sulit untuk lepas dari fakta atau mitos. Namun tidak ada salahnya mencoba posisi berikut:

  • Berbaring telentang setelah berhubungan seks. Posisi ini membuat vagina secara alami miring ke bawah, berbaring telentang setelah berhubungan seks memungkinkan sperma berkumpul di sana, yang memberi mereka kemudahan dalam berenang menuju sel telur.

  • Berhubungan seks sebelum tidur. Meskipun beberapa sumber melaporkan bahwa jumlah sperma paling banyak di pagi hari, kenyataannya tidak ada waktu yang benar-benar optimal untuk menentukan jumlah sperma terbanyak. Namun, berhubungan seks sebelum tidur adalah cara mudah untuk memastikan Mums bisa tetap telentang setelahnya.

  • Hubungan seks seperti biasa. Meskipun tidak ada posisi seks yang paling baik untuk hamil, cobalah untuk tetap pada posisi yang mengharuskan Mums berbaring telentang setelah selesai.


  • 4. perbaiki gaya hidup

    Untuk meningkatkan peluang agar cepat hamil secara alami, hindari hal-hal berikut:

    - Asap rokok dan alkohol

    - Kafein

    - Stres berlebihan

    - Olahraga berat

    - Pelumas

    - Douching (membersihkan saluran vagina dengan sabun/antiseptik)


    5. Konsumsi asam folat

    Asam folat adalah salah satu jenis vitamin B kompleks yang dapat membantu meningkatkan kesuburan, mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin, hingga mencegah janin lahir dengan kondisi cacat. Karena itu, mengonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung asam folat menjadi salah satu cara supaya cepat hamil yang dapat diupayakan oleh wanita.

    Pada dasarnya, wanita yang sedang menjalani program kehamilan dianjurkan untuk mengonsumsi 400–600 mikrogram asam folat/hari selama 3 bulan sebelum kehamilan. Selain itu, jika telah memasuki masa kehamilan, ibu juga tetap dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat setidaknya selama trimester pertama (12 minggu) kehamilan. Beberapa jenis makanan yang mengandung asam folat di antaranya adalah sayuran hijau, telur, hati sapi, kentang, sereal, dan kacang-kacangan.



    6: Skrining dan cek kesehatan rutin
    Baik sebelum maupun selama menjalani promil, pasangan suami istri disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat penyakit tertentu yang bisa mempengaruhi kesuburan serta membahayakan kesehatan janin, seperti HIV/AIDS, sifilis, toxoplasmosis, dan hepatitis B atau sering dikenal sebagai skrining TORCH.


    Selain itu, imunisasi tetanus, rubella/campak Jerman, dan beberapa imunisasi lainnya direkomendasikan bagi suami istri agar terhindar dari berbagai kondisi medis yang bisa menghambat promil maupun mengganggu proses tumbuh kembang janin.


    Sebesar apapun keinginan Mums dan suami ingin hamil, tidak ada satupun cara cepat hamil yang ajaib. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk hamil tergantung pada banyak hal, mulai dari usia dan riwayat kesehatan hingga siklus menstruasi dan faktor gaya hidup. 


    Data menunjukkan bahwa lebih dari separuh pasangan yang sehat hamil dalam waktu enam bulan setelah mencoba untuk hamil, dan sekitar 75% pasangan di awal usia 30-an hamil dalam waktu satu tahun. Jadi tetap semangat ya! Artikel seputar promil dan kehamilan bisa juga didapatkan di aplikasi Teman Bumil. Download sekarang. 


    Referensi:

    • # Program Hamil