Pilih Circle Pertamanan Positif untuk Kesehatan Mental Mums
Semakin dewasa usia, semakin kecil circle pertemanan seseorang. Ini bukan soal pilah pilih teman, namun pada akhirnya seleksi alamlah yang membentuk circle pertemanan seseorang. Mengerucut pada beberapa orang saja. Tidak perlu banyak-banyak, biar sedikit asal selektif.
Inilah yang membuat circle pertemanan di kalangan Mums terbentuk dengan sendiri. Apa pun latar belakangnya, apakah dari sekolah atau kampus yang sama, tempat kerja, lingkungan rumah, maupun yang dipertemukan atas nama wali murid di sekolah anak-anak. Namun penting untuk selalu memilih circle pertemanan yang positif dan hindari yang toksik.
Manfaat circle pertemanan positif antara lain teman yang positif bisa menjadi tempat berbagai saat lelah, menjadi ruang yang aman, dan tentu saja bisa memberikan dukungan emosional yang penting.
Bagaimana membangun circle pertemanan positif? Ikuti artikel ini sampai selesai!
Manfaat circle pertemanan positif
Circle pertemanan adalah ketika bertemu dengan orang-orang yang satu frekuensi. Bila bersamanya, komunikasi jadi lancar, suasana jadi cair, bercandanya nyambung, toleransinya tinggi, tidak ada sekat ego. Bisa tertawa dan bersedih bersama. Inilah circle pertemanan yang solid dan kuat. Beruntung jika Mums memilikinya.
Sebab punya circle pertemanan yang positif sangat penting di tengah kesibukan, rutinitas yang tidak ada habisnya, kelelahan mengurus rumah tangga juga pekerjaan kantor pada saat yang sama.
Berikut ini manfaat circle pertemanan positif untuk para Mums yang aktif :
1. Tempat rehat dari segala penat
Bisa tertawa lepas, menertawakan kebodohan masing-masing, bebas cerita dengan para pendengar setia, ini adalah rezeki tak terhingga untuk para Mums yang lelah dengan segala kesibukan mengurus keluarga. Circle pertemanan jadi tempat rehat dari segala penat. Walaupun hanya sekeja, tapi sudah cukup bikin Mums bernapas lega dan me-recharge tenaga.
2. Ruang aman saat Mums berada di titik terendah
Dalam circle pertemanan yang positif, Mums tidak perlu berpura-pura sempurna dan menganggap semua baik-baik saja. Bahkan saat dalam kondisi paling terpuruk sekalipun, Mums tetap dapat berbagai cerita dengan sahabat dan teman yang akan memberikan dukungan. Mums tidak perlu khawatir akan dihaikim, atau dijauhi. Teman yang baik justru akan memberikan masukan dan tidak meninggalkan Mums dalam kondisi paling rentan sekalipun.
3. Tempat nasehat bijaksana
Ketika para Mums berkumpul dan bercerita tentang problematika dan drama kehidupan masing-masing, selalu ada sudut pandang lain yang menilai dan melihat dari sudut paling bijak. Di circle pertemanan inilah mereka bertukar ide, strategi, dan dukungan. Baik itu rekomendasi dokter anak yang hebat atau saran tentang cara mengatasi tantrum. Circle pertemanan antar Mums memberikan pengetahuan dan wawasan tak terhingga.
4. Dukungan emosional
Sesulit apa pun hidup, ketika ada dalam circle pertemanan yang positif, beban akan sedikit berkurang, dukungan emosional datang tanpa diminta. Sebuah support system yang membantu seseorang merasa dilihat, didengar, dan dipahami.
Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Direct (2025) menyebutkan bahwa dukungan sosial dari teman sejawat dapat mengurangi gejala depresi dan stres pada ibu—misalnya karena kurangnya beban psikologis saat berbagi pengalaman atau curahan hati.
Penelitian ini menunjukkan bahwa support dari teman berkorelasi dengan tingkat stres yang lebih rendah pada ibu serta dapat membantu proses pengasuhan dan stimulation practices.
5. Berbagai tawa dan kebahagiaan
Circle pertemanan tidak melulu soal curhat persoalan hidup. Sesekali bahkan lebih sering mungkin, terdengar tawa kebahagiaan ketika mereka berkumpul. Hal-hal lucu dan absurd dalam keseharian mereka, terlalu sayang untuk tidak dibagikan dengan yang lainnya dan mengundang gelak tawa bersama. Penat dan kelelahan mental, hilang seketika dengan tawa canda di antara mereka.
6. Meningkatkan skill koping positif dan resiliensi
Dukungan teman dan komunitas dapat meningkatkan resiliensi para Mums sehingga salinng membantu menyesuaikan diri terhadap tantangan kehidupan, termasuk saat menghadapi tekanan baru dalam peran mendidik dan membesarkan anak-anak.
7. Menurunkan rasa kesepian dan isolasi
Transisi menjadi ibu sering kali bisa membuat perempuan merasa terisolasi dan sendirian, terutama dalam budaya modern. Circle yang positif bisa mengurangi perasaan ini secara signifikan.
Cara membangun circle pertemanan positif
Tentu saja circle pertemanan positf tidak datang dari langit. Ada proses yang panjang, seleksi alami mengenali satu sama lain hingga pada perjalanannya menemukan kesamaan dan kenyamanan.
Berikut ini cara membangun atau menemukan circle pertemanan yang positif :
1. Membuka diri
Buka hati dan buka pikiran, luaskan pertemanan untuk bisa mengenal satu sama lain. Membuka diri dengan mengenal lebih banyak individu, akan membuka peluang untuk memilih mana yang cocok dan mana yang tidak.
2. Buat pertemuan rutin
Ibu-ibu biasanya identik dengan pertemuan rutin, seperti arisan atau reunian. Dari kegiatan kumpul-kumpul seperti ini biasanya secara alami akan terbentuk mana yang dekat dan mana yang tidak. Persamaan akan muncul perlahan seiring berjalannya waktu dan intensitas pertemuan.
3. Saling mendukung
Bagian penting dalam terbentuknya circle pertemanan positif adalah saling mendukung satu sama lain. Jadilah pendengar yang baik, ulurkan tangan tanpa diminya, atau berikan dukungan dan motivasi yang tulus, dengan begitu orang-orang akan merasa nyaman dan betah berlama-lama dengan kita.
4. Gunakan media sosial secara positif
Media sosial bisa jadi wadah atau sarana untuk mendapatkan circle pertemanan positif jika digunakan dengan tepat. Untuk membangun hubungan yang saling mendukung. Misalnya tergabung dalam komunitas tertentu yang produktif, saling support karena latar belakang masalah yang sama.
Mums, itulah manfaat circle pertemanan yang positif dan cara mendapatkannya. Dalam dunia para ibu, memiliki circle pertemanan positif sangat penting karena mampu mengurangi stres, kecemasan, dan risiko depresi yang mengancam. Sebagai kelompok rentan, dukungan circle pertemanan positif sangat dibutuhkan.
Referensi :
Science Direct. 2025. Social support and its associations with mental health and parenting among mothers with young children in Western Kenya.
-
# Kesehatan Mental
-
# Kesehatan Wanita
-
# Mental