GueSehat
27 Maret 2019
pixabay.com

Perbedaan LDL dan VLDL, Kolesterol 'Jahat' Pemicu Penyakit Jantung

 
Geng Sehat mungkin sering mendengar istilah kolesterol jahat LDL. Tapi, kadang-kadang ketika kita tes kolesterol ada tulisan VLDL. Apakah Geng Sehat sudah tahu apa itu kolesterol VLDL? Apakan ada perbedaan LDL dan VLDL?
 

Sebenarnya keduanya sama-sama kolesterol jahat. Artinya, jika kadarnya terlalu banyak di dalam tubuh, bisa menimbulkan bahaya. Lalu apa perbedaan LDL dan VLDL? Berikut penjelasannya!

 

Apa itu Perbedaan Kolesterol LDL dan VLDL?

LDL (low-density lipoprotein) dan VLDL (very low-density lipoprotein) adalah dua jenis lipoprotein yang ada di dalam darah. Lipoprotein adalah kombinasi antara protein dan beragam jenis lemak.

 

Baik LDL maupun VLDL mengangkut kolesterol dan trigliserida di dalam pembuluh darah. Meskipun sering dikaitkan dengan senyawa yang jahat, sebenarnya kolesterol adalah senyawa lemak yang penting dan dibutuhkan tubuh, salah satunya untuk pembentukan dinding sel tubuh.

 

Meskipun Geng Sehat tidak pernah makan kolesterol, tubuh kita akan terus memproduksi kolesterol di dalam hati. Kolesterol berbeda dengan senyawa lemak lain yang disebut trigliserida. Ini adalah jenis lemak yang digunakan untuk menyimpan energi di dalam sel. 

 

LDL dibedakan menjadi LDL dan VLDL. Perbedaan keduanya adalah presentase jumlah kolesterol, protein, dan trigliserida yang ada di dalam kedua lipoprotein tersebut. VLDL memiliki kandungan trigliserida yang lebih banyak. Sementara itu, LDL memiliki lebih banyak kandungan kolesterol.

 

LDL dan VLDL termasuk ke dalam kategori kolesterol jahat. Meskipun tubuh membutuhkan kolesterol dan trigliserida untuk bisa berfungsi, jika jumlahnya terlalu banyak dapat menumpuk di dalam arteri. Keduanya sama-sama dapat meningkatkan risiko Kamu terkena penyakit jantung dan stroke.

 

Mengenal VLDL

VLDL dibentuk di dalam hati untuk mengangkut trigliserida ke seluruh tubuh. VLDL terdiri dari sejumlah komponen di bawah ini:

Komponen Utama VLDL Presentase
Kolesterol 10%
Trigliserda 70%
Protein 10%
Lemak lainnya 10%

 

Trigliserida yang diangkut oleh VLDL digunakan oleh sel-sel tubuh untuk energi. Mengonsumsi banyak karbohidrat atau gula secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida dan VLDL di dalam darah.

 

Kadar trigliserida berlebihan yang tersimpan di dalam sel-sel lemak akan dilepaskan saat tubuh membutuhkan energi.  Inilah alasan Kamu haris aktif bergerak agar cadangan lemak terbakar. 

 

Kadar trigliserida yang terlalu tinggi di dalam tubuh akan menumpuk di dinding arteri. Penumpukan tersebut membentuk plak. Plak yang menumpuk meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke karena menyumbat aliran darah ke dua organ vital ini.

 

Menurut ahli, plak bisa menyebabkan penyakit jantung dan stroke karena:

  • Peningkatan inflamasi atau peradangan di pembuluh darah
  • Peningkatan tekanan darah
  • Perubahan di dalam dinding pembuluh darah
  • Kadar rendah kolesterol baik HDL

 

Selain itu, kadar trigliserida yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan sindrom metabolik dan penyakit lemak hati non-alkoholik. Ini juga menjadi letak perbedaan LDL dan VLDL.

 

Mengenal LDL

Sebagian VLDL bisa dihilangkan di dalam darah, sebagian lainnya diubah menjadi LDL oleh enzim di dalam darah. LDL memiliki kadar trigliserida yang lebih sedikit dan kadar kolesterol yang lebih tinggi dari VLDL.

 

LDL terdiri dari komponen-komponen di bawah ini:

Komponen Utama LDL Presentase
Kolesterol 26%
Trigliserida 10%
Protein 25%
Lemak lain 15%

 

LDL mengangkut kolesterol ke seluruh tubuh. Sama saja ketika kolesterol terlalu banyak, maka akan menyebabkan penumpukan plak di dalam arteri. Penumpukan tersebut lama kelamaan menyebabkan atersklerosis. Aterosklerosis sendiri terjadi ketika penumpukan plak tersebut mengeras dan mempersempit arteri. Hal ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

 

Bagaimana Cara Memeriksa Kadar Kolesterol LDL dan VLDL?

Sekarang kita sudah tahu perbedaan LDL dan VLDL. Lalu, apakah keduanya harus dideteksi atau diperiksa secara terpisah? Kamu bisa mengetahui kadar LDL dalam darah melalui pemeriksaaan fisik rutin. Pemeriksaan LDL biasanya sudah menjadi bagian dari tes kolesterol.

 

Menurut American Heart Association, direkomendasikan agar setiap orang berusia di atas 20 tahun untuk melakukan pemeriksaan kolesterol setiap 4-6 tahun sekali. Kadar kolesterol harus diperiksa lebih sering lagi kalau Kamu memiliki risiko penyakit jantung. 

 

Sementara itu, tidak ada tes khusus untuk mendeteksi kolesterol VLDL. Kadar VLDL biasanya diperkirakan dari jumlah kadar trigliserida. Pemeriksaan trigliserida juga termasuk ke dalam tes kolesterol.

 

Namun, biasanya dokter tidak menghitung kadar VLDL, kecuali jika Kamu menanyakannya, atau memiliki kondisi di bawah ini:

  • Memiliki risiko penyakit kardiovaskular
  • Memiliki kondisi kolesterol yang tidak normal
  • Penyakit jantung stadium awal

 

Faktor risiko untuk penyakit jantung adalah:

  • Usia yang semakin tua
  • Peningkatan berat badan
  • Memiliki diabetes atau hipertensi
  • Memiliki riwayat keluarga terkena penyakit kardiovaskular
  • Merokok
  • Kurang aktivitas fisik
  • Diet tidak sehat

 

Cara Menurunkan Kolesterol

Meskipun perbedaan LDL dan VLDL cukup jelas, cara menurunkan kadar keduanya jenis lipoprotein ini sama saja, yaitu meningkakan olahraga fisik dan konsumsi beragam makanan bernutrisi. 

 

Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol juga bisa menurunkan kadar VLDL dan LDL. Untuk lebih jelasnya, Kamu bisa meminta rekomendasi dokter untuk perubahan gaya hidup sehat.

 

Beberapa tips umum untuk menurunkan kadar VLDL dan LDL adalah:

  • Konsumsi kacang-kacangan, alpukat, ikan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 seperti salmon.
  • Hindari konsumsi lemak jenuh, yang biasa ditemukan di dalam makanan seperti daging, mentega, dan keju.
  • Olahraga setidaknya 30 menit per hari.

 

Nah itu tadi perbedaan LDL dan VLDL. Kamu bisa melawan tingginya dua kolesterol darah ini dengan meningkatkan kadar "koelsterol baik" HDL. HDL berfungsi mengangkut kolesterol LDL ke dalam hati untuk dihancurkan. Caranya dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh, perbanyak lemak omega 3 dan rajin olahraga. (UH/AY)

 

  • # Kolesterol
  • # kolesterol tinggi
  • # Kardiovaskular