GueSehat
28 November 2017
pexels.com

Orang Tua Selingkuh, Ini Efeknya pada Anak

Baru-baru ini, publik dikagetkan dengan peristiwa pelabrakan seorang anak terhadap selingkuhan ayahnya di sebuah mal besar di Jakarta. Anak perempuan tersebut diketahui bernama Shafa Harris, anak dari pengusaha ternama Faisal Harris.

 

Dalam video yang diunggah Shafa di instagram, terlihat ia menjambak seorang wanita, yang diketahui adalah artis Jennifer Dunn, dan meneriakinya sambil menangis. Setelah kejadian tersebut, netizen kembali dikagetkan dengan rekaman suara Shafa ditampar oleh ayahnya akibat perbuatan yang dilakukannya terhadap Jennifer Dunn.

 

Kejadian tersebut adalah contoh respons anak terhadap orang tuanya yang berselingkuh. Pada tahun 2011, data milik Dirjen Badilah Mahkamah Agung RI memaparkan bahwa perselingkuhan menduduki peringkat kedua sebagai penyebab perceraian setelah faktor ekonomi.

 

Menurut Annette Lawson, seorang sosiolog di Inggris, dalam berbagai penelitian disimpulkan setidaknya ada sekitar 25-50 persen wanita menikah berselingkuh. Jumlahnya lebih sedikit dari pria yang telah menikah, yakni sekitar 50-65 persen.

Baca juga: Ini Dampak Jika Orang Tua Memaksakan Kehendak Anak

 

Dampak dari perselingkuhan terhadap anak adalah hal yang paling buruk. Psikis anak akan terganggu ketika mengetahui bahwa salah satu atau kedua orang tuanya berselingkuh. Apalagi ketika anak mengetahui sang Ibu diam saja dan tidak melakukan apapun. Perselingkuhan orang tua akan membawa dampak buruk terhadap anak, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang.

 

Terdapat beberapa perbedaan tentang respons anak perihal orang tuanya berselingkuh, tergantung usia mereka.

  • Pada anak yang belum bisa mengekspresikan emosinya, biasanya mereka akan gelisah. Hal-hal yang bisa dilihat mulai dari sering menangis, sering menyendiri, mengompol, menghisap jempol, bermimpi buruk, dan memiliki emosi yang tidak stabil
  • Saat anak memasuki usia anak-anak, mereka belum terlalu mengetahui apa yang terjadi pada orang tuanya. Hanya saja, ia mengetahui bahwa hubungan orang tuanya sedang merenggang.

 

Lain halnya dengan anak yang sudah remaja atau dewasa, biasanya anak akan menunjukkan responsnya terhadap perselingkuhan orang tua, seperti:

  1. Marah. Anak yang mengetahui perselingkuhan orang tuanya lebih sering menunjukkan rasa marah terhadap orang tua yang berselingkuh. Menurut Ana Nogales, Ph.D., seorang penulis buku Parents Who Cheat: How Children and Adults Are Affected When Their Parents Are Unfaithful, anak perempuan cenderung melakukan hal ini karena ia merasa bertanggung jawab dan berempati terhadap perasaan ibunya. Sulit bagi seorang anak untuk menyalahkan orang tua yang diselingkuhi, tapi tidak menutup kemungkinan ada juga yang marah terhadapnya.
  2. Malu. Secara tidak langsung, orang tua menyakiti hati anak dengan melakukan perbuatan yang menurut masyarakat adalah hal yang terlarang.
  3. Memengaruhi bagaimana anak memandang percintaan. Anak menjadi tidak percaya pada cinta yang tulus, karena berkaca dari kehidupan percintaan orang tuanya. Anak akan menganggap bahwa semua cinta akan dikhianati pada akhirnya.

 

Selain itu, jika anak memergoki ayah atau ibunya berselingkuh, ia akan kebingungan. Ini akan memengaruhi prestasi belajar, mengurangi rasa percaya diri, depresi, dan membuat anak berperilaku kasar. Bahkan secara jangka panjang, perselingkuhan akan membuat anak memendam amarah dan luka kepada pihak orang tua yang berselingkuh.

Kemudian, anak menjadi trauma dan takut untuk membina hubungan yang serius dan intim ketika dewasa nanti. Kebencian terhadap orang tuanya membuat anak menjadi tidak mendengarkan apa kata orang tua dan memilih untuk tumbuh dengan caranya sendiri.

 

Anak-anak korban perselingkuhan orang tua merasa sakit hati bukan hanya saat mengetahui orangtuanya berselingkuh, namun juga ketika kedua orang tuanya harus berpisah. Sehingga, ada anggapan bahwa anak-anak tak perlu diberi tahu tentang perselingkuhan yang terjadi pada orang tuanya.

 

Ada pula kemungkinan anak mengalami hal yang sama saat dewasa, seperti kedua orang tuanya, karena perubahan kasih sayang yang anak rasakan. Sebisa mungkin sebagai orang tua, walaupun memang sulit untuk memendam ego, tidak menjelek-jelekan pihak yang berselingkuh di depan anak.

 

Jika anak terus dibiarkan merasa sakit hati karena ego orang tua mengenai perselingkuhan, dikhawatirkan mereka akan terjerembap ke jalan yang salah, yaitu narkoba dan dunia malam. Kemudian anak akan mengikuti jejak orang tuanya, dengan berpikiran bahwa percintaan bukanlah hal yang serius. (AD/AS)

  • # Hubungan
  • # Anak
  • # Pernikahan
  • # Ibu
  • # Psikologis
  • # Perselingkuhan
  • # Untuk Ayah
  • # Gue Sehat dari Muda
  • # TBNBulan36
  • # TBN Psikologi