Ella Nurlaila
12 Mei 2026
Shutterstock

Cara Mengajarkan Makna Iduladha pada Anak

Iduladha adalah salah satu hari sangat penting dalam Islam. Iduladha diadakan setiap tahun untuk menandai berakhirnya ibadah haji.  Nama Iduladha berarti “Hari Raya Kurban" dalam bahasa Arab. 


Dalam pandangan anak kecil, Iduladha adalah sebatas perayaan menyembelih hewan kurban setelah sholat id. Si Kecil mungkin belum paham bahwa ada kisah sejarah yang penuh makna di balik Iduladha, dan ini adalah salah satu tugas Mums dan Dads untuk mengajarkannya.


Iduladha berasal dari sebuah kisah dalam Al-Quran saat Allah meminta Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya, Ismail. Ibrahim bersiap untuk melakukannya, tetapi kemudian Allah menggantikannya dengan seekor domba jantan.


Iduladha bisa menjadi kesempatan berharga untuk mengajak anak memahami arti taat kepada Allah dan mengajarkan berkorban dan berbagi ke sesama.


Apa itu Iduladha? 


Mums dan Dads mungkin akan mendapatkan pertanyaan ini dari si Kecil yang mulai kritis. Apalagi Iduladha tidak berjarak terlalu lama dengan Hari raya Idul Fitri (kurang lebih 3 bulan). 

Jika anak bertanya apa itu Iduladha, Mums bisa menjelaskan pada si Kecil bahwa Iduladha adalah hari raya besar umat Islam selain Idul Fitri. Hari Raya Iduladha dirayakan untuk mengingat kisah Nabi Ibrahim yang sangat taat kepada Allah.

Dulu, Nabi Ibrahim bermimpi bahwa beliau harus mengorbankan anak kesayangannya, yaitu Nabi Ismail. Meskipun itu sangat berat, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tetap patuh kepada Allah. Tetapi sebelum itu terjadi, Allah menggantinya dengan seekor kambing. 

Di Hari Raya Iduladha, umat Islam akan melakukan ibadah salat Id bersama, lalu menyembelih hewan kurban (seperti kambing atau sapi) dan membagikan dagingnya kepada orang-orang yang membutuhkan. 


Mengapa mengenalkan makna Iduladha sejak dini itu penting?


Kisah Nabi Ibrahim yang diperingati setiap tahun selama Iduladha adalah lambang dari ketakwaan kepada Allah SWT. Sebagai orang tua Muslim, memahami dan menyampaikan kisah ini kepada anak-anak kita dapat memberikan pelajaran yang tak ternilai tentang iman, kepercayaan, dan ketaatan.


 Dari cerita ini, sebenarnya Mums dan dads sedang mengajarkan pada anak tentang:

  • Taat kepada Allah 

  • Ikhlas dan rela berkorban 

  • Mau berbagi dengan orang lai


  • Nilai Iduladha yang perlu diketahui anak


    Setelah pemahaman tentang Iduladha ke anak tersampaikan, penting untuk memanfaatkan kesempatan yang datang setiap tahun ini untuk momen pembelajaran. 


    Dikutip dari Islamic Relief (2026), inilah makna Iduladha yang perli diketahui anak:


    1. Menanamkan kepercayaan kepada Allah

    Membagikan kisah-kisah dari Al-Quran kepada anak adalah upaya untuk mengenalkan anak kepada hikmah dan rahmat Allah. Dorong anak-anak untuk selalu ingat dan berdoa kepada Allah di saat-saat membutuhkan dan untuk mempercayai rencana-Nya. Ajarkan bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik bagi kita.


    2. Menjadi teladan ketaatan dan pengabdian

    Momen Iduladha bisa juga menjadi momen orang tua untuk memberikan contoh langsung bagaimana cara taat kepada perintah Allah. Lakukan salat, puasa, dan ibadah sholat id bersama anak untuk menunjukkan kepada mereka bahwa pengabdian kepada Allah adalah komitmen seumur hidup.


    3. Menekankan nilai pengorbanan

    Ajarkan anak-anak tentang pentingnya berkorban untuk kebaikan yang lebih besar. Hal ini dapat dilakukan melalui tindakan kebaikan dan kemurahan hati kecil sehari-hari, atau melalui komitmen yang lebih besar, seperti menjadi sukarelawan dan membantu mereka yang membutuhkan.


    4. Menciptakan peluang untuk memperbaiki kesalahan

    Dorong anak-anak  untuk merenungkan kisah Nabi Ibrahim dan kisah-kisahnya. Mums bisa mulai dengan menceritakan proses ibadah Haji dan kisah di baliknya. 


    Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim, lebih dari sekadar peristiwa sejarah. Itu adalah pelajaran abadi tentang pengabdian sejati kepada Allah. Dengan memahami dan mewujudkan prinsip-prinsip kepercayaan, kita dapat menumbuhkan hubungan yang dalam dan bermakna dengan Allah. 


    Lebih penting lagi, sebagai orang tua, merupakan tanggung jawab kita untuk meneruskan pelajaran-pelajaran ini kepada anak-anak kita, membimbing mereka untuk menjadi individu yang taat dan beriman melalui tindakan dan ajaran kita. 


    Cara mengajarkan makna Iduladha

    Mengajarkan makna Iduladha ke anak paling efektif kalau dibuat sederhana, dekat dengan kehidupan mereka, dan menyenangkan. 


    1. Ceritakan sebagai kisah teladan

    Mums bisa mulai dengan cerita Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dengan bahasa ringan. Misalnya, “Ada ayah dan anak yang sangat sayang, tapi mereka lebih sayang kepada Allah, jadi mereka taat walaupun sulit.”

    Fokuskan pada nilai:

    • Taat kepada Allah

  • Ikhlas pada ujian Allah

  • Percaya bahwa Allah punya rencana terbaik 


  • 2. Gunakan metode bermain

    Mums dan Dads bisa bermain peran sambil mengajarkan makna Iduladha. Misalnya Dads berpura-pura menjadi Nabi Ibrahim, Mums jadi Nabi Ismail, dan si Kecil menjadi domba.  Bermain karakter juga bisa menggunakan boneka atau wayang dengan karakter lucu, atau minta si Kecil menggambar kambing kurban atau suasana Iduladha.

    3. Libatkan dalam praktik kurban

    Kalau memungkinkan, Mums dan Dads bisa mengajak anak melihat proses kurban, namun dengan penjelasan lembut dan tidak menakutkan. Jelaskan bahwa hewan disembelih dengan cara baik dan tidak disiksa, lalu libatkan saat membagikan daging ke tetangga. Pesan penting yang disampaikan adalah kita belajar berbagi supaya semua orang bisa senang.

    4. Ajarkan empati dan berbagi

    Buat kegiatan sederhana seperti mengemas daging bersama, membagikan daging kepada orang yang membutuhkan, dan mengucapkan syukur atas rezeki dari Allah.

    5. Gunakan kalimat sederhana yang mudah diingat

    Tanamkan dalam pikiran si Kecil bahwa:

    • “Iduladha itu hari berbagi” 

  • “Kita belajar taat seperti Nabi Ibrahim” 

  • “Kita belajar ikhlas seperti Nabi Ismail”


  • Kesimpulan

    Jadi, Iduladha bukan hanya tentang perayaan dan kurban, tetapi juga tentang memahami sejarah Iduladha yang penuh makna dari kisah Nabi Ibrahiml. Dengan mengenalkan sejarah Iduladha sejak dini, Mums dan Dads bisa membantu si Kecil memahami nilai ketaatan dan keikhlasan kepada Allah dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti.


    Momen Iduladha pun bisa menjadi kesempatan berharga untuk menanamkan empati, semangat berbagi, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari anak. Semakin anak mengenal sejarah Iduladha, maka semakin kuat pula fondasi iman dan karakter baik yang bisa mereka bangun sejak kecil.



    Referensi:

    Islamic.Relief. 2026. What is Eid al-Adha (the Feast of Sacrifice)?

    • # Anak
    • # Keluarga
    • # Iduladha
    • # Hari Raya
    • # Hari Besar