Ella Nurlaila
21 September 2025
Shutterstiock

Apa itu Kista Ovarium, Gejala dan Penyebabnya

Kista jadi momok menakutkan bagi wanita. Kantong berisi cairan atau setengah padat ini, bisa terjadi di area tubuh mana pun, termasuk ovarium. Inilah kista ovarium yang biasanya terjadi terutama saat sedang hamil atau sebelum menopause. 


Kabar baiknya, sebagian besar kista, termasuk kista ovarium tidak menimbulkan rasa sakit atau masalah apa pun. Bahkan tanpa disadari, kista ovarium bisa terjadi setiap bulan sebagai bagian dari siklus menstruasi. 

Baca juga: Nyeri Panggul Saat Hamil, Apakah Normal?


Waspada Kista Ovarium 


Secara spesifik, kista ovarium merupakan kantong berisi cairan atau setengah pada yang berada di dalam atau di luar permukaan salah satu indung telur atau ovarium. Sesuai dengan namanya, kista ovarium bisa menghinggapi siapa pun yang punya ovarium. 


Kabar baiknya, kista ovarium bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Yang jadi masalah adalah ketika kista ovarium tidak kunjung hilang, membesar, menimbulkan rasa sakit, maupun menyebabkan perdarahan. 


Dalam hal ini, ada kemungkinan kista ovarium berkembang menjadi kanker yang perlu diwaspadai. Untungnya, kondisi ini termasuk jarang terjadi. Namun demikian tetap harus diwaspadai, bahwa kista ovarium tetap punya peluang berkembang menjadi kanker. 


Gejala Umum Kista Ovarium


Walaupun kista ovarium relatif aman dan kecil kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker, namun ada beberapa gejala kista ovarium yang perlu diwaspadai. Memang sebagian besar kista ovarium berbentuk kecil dan tidak menimbulkan gejala. 


1. Gejala umum 

Secara umum nyeri kista ovarium ini bisa terasa di satu sisi perut bagian bawah atau punggung. Dan bersifat tajam atau tumpul. Bahkan bisa hilang-timbul.  


Gejala yang muncul dari kista ovarium ini biasanya terjadi pada kista ovarium yang membesar. Beberapa gejala kista ovarium yang berukuran besar dan bisa dirasakan seperti ;  nyeri atau tekanan di panggul, nyeri di punggung, kembung, mual, perut bengkak, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri saat menstruasi, sering ingin buang air kecil atau buang air besar. 


2. Kista ovarium pecah 

Dalam kondisi berat, kista ovarium bisa pecah atau rupture. Hal in tentu saja menimbulkan rasa sakit mendadak atau tidak terasa sama sekali. Gejalanya meliputi; nyeri tajam dan tiba-tiba di area perut bawah atau punggung, kembung yang menetap, bercak atau perdarahan tidak normal.


Segera periksakan diri ke dokter jika kista ovarium pecah yang disertai dengan nyeri perut hebat mendadak, nyeri dengan demam dan muntah, pusin, lemah, atau hampir pingsan, napas cepat. 


Penyebab Kista Ovarium


Kista ovarium muncul bukan tanpa sebab. Ada beberapa kondisi yang membedakan penyebab kista ovarium muncul. Tergantung pada apakah seseorang masih masa usia reproduktif atau masih mengalami menstruasi atau tidak.


Untuk wanita yang masih mengalami menstruasi, penyebab kista ovarium di antaranya ; ovulasi, endometriosis, penyakit radang panggung, petumbuhan sel abnormal, PCOS, kehamilan, tumor jinak, kanker. Sementara itu untuk wanita yang sudah masuk masa menopause, kista ovarium yang dialami biasanya disebabkan oleh ; tumor jinak, cairan di ovarium, dan kanker. 


Mums, kista ovarium bisa muncul kapan saja apalagi pada mereka yang memiliki faktor risiko. Ada beberapa faktor risiko yang bisa memantik kista ovarium muncul di dalam rahim, di antaranya ; usia reproduktif, masalah hormonal seperti yang dialami oleh penderita PCOS, penggunaan obat kesuburan tertentu. kehamilan, endometriosis, infeksi panggul berat, maupun riwayat kista sebelumnya. 


Dan yang perlu diperhatikan terkait dari kista ovarium ini adalah terjadinya komplikasi akibat mengidap kista ovarium. Beberapa komplikasi kista ovarium seperti torsi ovarium, yaitu ovarium terpelintir yang menyebabkan nyeri hebat, mual, dan muntah. 


Selain itu ada ruptur kista atau pecahnya kista. Hal ini bisa berbahaya jika disertai dengan perdarahan. Dan kista terinfeksi adalah komplikasi yang juga mesti diwaspadai. Sebab bisa menyebabkan abses dan sepsis. 


Mums, itulah tentang kista ovarium lengkap denan gejala, penyebab, dan komplikasi yang mungkin terjadi. Jika memiliki faktor risiko, apalagi mengalami gejala yang dirasakan, jangan tunda untuk segera melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memastikan kista ovarium ini aman atau tidak. 


Secara umum kista ovarium memang tidak berbahaya, namun periksa ke dokter jika disertai gejala adalah keharusan. Untuk mencegah komplikasi maupun berkembangnya kista ke arah keganasan. Untuk Mums yang ingin berkonsulasti seputar kista ovarium maupun kesehatan secara umum, Mums bisa melakukannya secara online di aplikasi Teman Bumil dan dapatkan kesempatan bertanya langsung dengan para pakar di sini. 


Referensi : 

WebMD. ovarian-cysts

  • # Ovarium
  • # Kista Bartolini
  • # Polycystic Ovary Syndrome