United Against Dengue Diluncurkan untuk Bersama-sama Lawan Dengue
Demam berdarah dengue (DBD/dengue) masih menjadi ancaman kesehatan utama masyarakat di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 14,6 juta kasus dan 12.000 kematian pada tahun 2024.
Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan pada tahun 2024, terdapat 1.055.255 rawat inap akibat dengue (di luar Kejadian Luar Biasa) dengan beban ekonomi mencapai hampir Rp 3 triliun pada tahun 2024.
Inisiatif Bersama Lawan Dengue
Dalam rangka menekan angka infeksi dengue di tingkat nasiona, diluncurukan kampanye United Against Dengue dibentuk sebagai inisiatif bersama lawan dengue untuk mendorong aksi yang merangkul masyarakat dan memberdayakan individu serta keluarga untuk perlindungan pribadi dan lingkungan dari bahaya dengue.
Inisiatif bersama ini terbentuk atas kerjasama Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI). Penandatanganan kerjasama dilakukan pada 12 Maret, 2026.
Peluncuran aliansi “United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat” di Indonesia ini mengikuti kemitraan United Against Dengue (UAD) di tingkat regional yang diluncurkan pada bulan Juni 2025 lalu.
Indonesia juga menjadi negara pertama yang mengaktifkan kemitraan ini di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan bagaimana komitmen regional tersebut diterjemahkan menjadi aksi nyata berbasis komunitas.
DBD Selalu Jadi Ancaman
DBD/dengue masih menjadi ancaman kesehatan utama bagi masyarakat di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 14,6 juta kasus dan 12.000 kematian pada tahun 2024.
Data dari BPJS Kesehatan pada tahun 2024 juga menunjukkan terdapat 1.055.255 rawat inap di Indonesia akibat DBD/dengue (di luar Kejadian Luar Biasa) dengan beban ekonomi mencapai hampir Rp 3 triliun pada tahun 2024.
Oleh sebab itu, DBD/dengue menjadi ancaman serius bagi seluruh masyarakat, baik mereka yang terdampak langsung maupun tidak langsung. United Against Dengue dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan intervensi berbasis masyarakat melalui kolaborasi multisektor, strategi berbasis bukti, penguatan keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan inovasi untuk menurunkan penularan dan tingkat keparahan DBD/dengue.
Terkait hal ini, Kathryn Clarkson, Kepala Delegasi untuk IFRC ASEAN, yang meliputi Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Timor-Leste, menyampaikan, “Melalui inisiasi United Against Dengue ini, IFRC bersama para mitra berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghubungkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong upaya pencegahan dengue yang berkelanjutan," jelasnya.
IFRC memiliki jejaring luas dengan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Indonesia dan di berbagai negara serta dukungan relawan di tingkat masyarakat, sehingga diyakini dapat bersama-sama mengurangi beban dengue dan melindungi generasi mendatang.”
Lebih lanjut, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia, menyatakan, “PMI meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak. Bagi PMI, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular. Program ini juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan RI, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi di tingkat masyarakat.”
“Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan DBD/dengue melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tercapainya tujuan besar pemerintah Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan terkait. Kami berharap, komitmen bersama ini dapat memperkuat aksi di tingkat komunitas, di tengah masyarakat, dalam menghadapi ancaman DBD/dengue yang ada sepanjang tahun di Indonesia,” ujar Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines.
Perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), WHO Indonesia, Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut menghadiri acara peluncuran, menunjukkan dukungan mereka terhadap upaya pencegahan DBD/dengue.
-
# Demam Berdarah
-
# Demam Berdarah Dengue (DBD / DHF)