Yovita Diane Titiesari
02 Mei 2019
pixabay.com

Tanda-tanda Pertemanan Sudah Tidak Sehat

Hakikat manusia sebagai makhluk sosial membuat kita membutuhkan orang lain dalam kehidupan sehari-hari, entah itu dalam keluarga ataupun teman. Nah, berteman bersama orang yang menurut kita cocok kepribadiannya dengan kita memang hal yang menyenangkan. 

 

Sebuah studi yang meneliti tentang chemistry yang melandasi sebuah pertemanan menyebutkan, ada 5 faktor yang menentukan terjadinya sebuah pertemanan. Keterbukaan, kesukaan yang sama akan suatu hal, sifat yang serupa, kepribadian yang menyenangkan, dan fisik yang menarik.

 

Saya setuju sekali dengan hal-hal tersebut. Teman adalah tempat berbagi keluh kesah, menjalani hobi bersama, nge-fans dengan public figure yang sama, dan banyak lagi yang lainnya. Pada beberapa fase kehidupan, saya bahkan merasa saya cenderung lebih dekat dengan teman dibandingkan dengan keluarga saya sendiri!

 

Baca juga: 7 Tips Cepat Move on Jika Mantan Menikahi Sahabat Sendiri

 

Menjalani pertemanan tidak hanya menawarkan benefit secara sosial. Sebuah studi yang dilakukan pada hampir 270.000 orang dari segala usia di seluruh dunia menunjukkan bahwa memiliki teman merupakan suatu prediktor bagi kesehatan hidup yang baik, terutama di usia lanjut!

 

Di tengah semua keuntungan yang ditawarkan dari menjalani sebuah pertemanan, kita tetap harus waspada jika pertemanan kita sudah mulai menjurus ke arah yang tidak sehat. Hmm, apa saja sih tanda pertemanan tidak sehat? Ini dia!

 

1. Teman kita selalu memberikan kritik negatif

Berkata jujur dan memberi saran untuk kemajuan teman tentunya adalah hal yang baik. Namun ketika kritik yang datang terus-menerus terdengar negatif dan sama sekali tidak membangun, lama-kelamaan Kamu pasti merasa jengah. Teman yang baik seharusnya memberi dorongan dan bukannya menjatuhkan!

 

2. Teman hanya berbicara tanpa mau mendengar

Pernahkan Kamu memiliki seorang teman yang selalu menceritakan detail kehidupannya kepadamu, tetapi tidak pernah memberi kesempatan bagimu untuk bercerita tentang kehidupanmu sendiri? 

 

Hubungan yang baik, baik itu pertemanan maupun keluarga, adalah hubungan yang memiliki keseimbangan dalam memberi dan menerima. Termasuk dalam hal berbicara dan mendengar. Mendengarkan orang lain terdengar mudah, tetapi pada praktiknya sulit dilakukan. 

 

Jika dalam sebuah pertemanan Kamu terus-menerus berada dalam posisi hanya mendengarkan cerita temanmu mengenai hari-harinya, kesulitannya, dan pacarnya, tetapi ia tidak memberimu kesempatan untuk gantian berbicara dan mendengarkan dirimu, itu tandanya ada ketidakseimbangan yang terjadi. Jangan biarkan hal ini terjadi. Utarakan kepada temanmu kalau Kamu ingin didengarkan juga.

 

Baca juga: Mungkin Tidak Sih Berteman dengan Mantan Pacar?

 

3. Teman tidak mendukung kita untuk maju

Saya setuju sekali dengan teori yang mengatakan bahwa jika kita berada di lingkungan yang memberikan energi positif, maka niscaya hal itu akan memicu kita untuk juga berlaku positif.

 

Saat saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan yang nyaman dan melanjutkan sekolah, tak sedikit teman yang mencela keputusan tersebut. Mereka berkata, buat apa perempuan bersekolah tinggi jika toh nantinya hanya diam di dapur. Lebih baik saya fokus mencari suami dan membangun rumah tangga, demikian kata mereka.

 

Saat itulah saya tahu bahwa pertemanan yang sehat adalah yang saling mendukung agar temannya lebih maju lagi. Baik dalam hal akademik, karier, hubungan dengan pasangan, dan pencapaian hidup lainnya. 

 

 

4. Berkata buruk di belakang

Buat saya, kejujuran adalah salah satu hal utama dalam setiap hubungan antar manusia, termasuk dalam pertemanan. Salah satu bentuk ketidakjujuran yang menurut saya paling 'keji' adalah saat seorang teman bermanis-manis di hadapan kita, tetapi ternyata di belakang ia menjadi sumber nomor satu dalam pergunjingan mengenai diri kita.

 

Jika topik pergunjingannya tentang prestasi dan pencapaian baik kita sih tentunya tidak jadi soal. Namun, jika yang dibicarakan adalah keburukan? Duh, fix banget pertemanannya sudah tidak sehat! Tentunya akan lebih baik jika unek-unek disampaikan secara baik-baik dengan teman. Dan ingat, harus yang bersifat membangun, ya!

 

5. Tidak menghargai keluarga, pasangan, dan teman lainnya

Teman-teman baik saya mengenal semua anggota keluarga inti saya, demikian pula sebaliknya. Dalam pertemanan, kita selalu berusaha menghormati waktu seseorang dengan keluarganya, pasangannya, ataupun teman lainnya di luar lingkaran pertemanan kita.

 

Jika Kamu memiliki teman yang bersikap posesif terhadapmu dan tidak menghargai keluarga, pasangan, ataupun temanmu yang lain, hal ini juga adalah salah satu tanda bahwa pertemananmu sudah tidak sehat!

 

6. Membuat lelah dan tertekan

Pernahkah Kamu berada dalam lingkaran pertemanan yang tanpa disadari menimbulkan social pressure bahkan mental pressure buatmu? Saya pernah mengalaminya. Saya berteman dengan beberapa orang dengan kemampuan finansial yang lebih tinggi dari saya dan selalu melakukan kegiatan yang membutuhkan dana tidak sedikit. Saya berusaha keras mengimbangi gaya hidup mereka karena tidak mau dicap aneh dan berbeda.

 

Namun, lama-kelamaan saya sadar bahwa hal itu membuat saya lelah dan tertekan. Saya tidak bahagia dengan pertemanan tersebut, malahan menciptakan sebuah masalah baru dalam hidup saya!

 

Gengs, itulah beberapa hal yang menandakan bahwa pertemanan yang Kamu jalani sudah mulai tidak sehat. Jika hal-hal ini mulai terjadi dalam pertemananmu, sebaiknya Kamu mengambil sikap waspada. Pilah siapa yang terbaik buatmu, sebab percuma punya banyak teman tetapi tidak dapat membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Jika masalah-masalah di atas mulai muncul, segeralah lakukan komunikasi dengan teman kita, agar kedua belah pihak mengetahui concern dari temannya. Selamat menjalani pertemanan yang sehat!

 

 

  • # Pertemanan