Fitri Syarifah
03 Juli 2024
shutterstock

Serba-Serbi Tes HSG, Tes Kesuburan dalam Program Hamil

Saat Mums ingin mengikuti program hamil, ada cukup banyak tes yang perlu dilakukan. Salah satu tes itu adalah hysterosalpingogram (HSG) yang digunakan untuk mengevaluasi kesuburan wanita. Tes HSG juga sering direkomendasikan jika Mums pernah mengalami dua kali atau lebih keguguran atau mengalami infertilitas sekunder.

Tes HSG aman dilakukan karena menggunakan radiasi yang sangat rendah sehingga tidak menimbulkan efek tertentu. Namun, tes HSG tidak boleh dilakukan selama kehamilan.

Lalu, bagaimana tes HSG dilakukan? Simak artikel berikut ini untuk mengetahui langkah-langkah dan kisaran harga tes HSG.

 

Langkah demi Langkah Tes HSG

 

Tes Histerosalpingografi (HSG) merupakan prosedur pemeriksaan kondisi rahim dan sekitarnya dengan menggunakan sinar-X. Untuk pemeriksaan atau tes HSG, Mums mesti merogoh kocek sebesar Rp. 300.000 hingga Rp. 600.000 sekali tindakan, atau tergantung dari fasilitas kesehatan yang menyediakan jenis tes ini.

Penting untuk diketahui, tes HSG harus dilakukan setelah menstruasi dan sebelum hamil untuk mengurangi risiko pemeriksaan radiasi jika ternyata Mums hamil. Tes HSG dilakukan saat Mums terjaga dan tidak perlu anestesi umum. Mums juga tidak perlu berpuasa siang atau malam sebelumnya. Beberapa dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi.

 

Selama HSG, Mums akan berbaring lalu menekuk lutut dan merenggangkan kedua kaki. Hal pertama yang dilakukan teknisi adalah menutup area panggul untuk melindungi organ reproduksi.

Setelah itu, mesin X-ray akan diturunkan ke perut. Selanjutnya, dokter akan memasukkan alat usap untuk membersihkan leher rahim guna mengurangi risiko infeksi. Jika leher rahim sensitif terhadap sentuhan, pemeriksaan ini mungkin terasa sedikit nyeri, namun banyak orang tidak merasakan nyeri.

 

Selanjutnya, dokter akan memasukkan kateter yang disebut kanula ke dalam lubang serviks. Pemeriksaan ini terasa seperti pap smear dan mungkin sedikit tidak nyaman untuk sebagian orang.

 

Kemudian, dokter akan memasukkan zat kontras berbasis yodium melalui serviks dan melakukan rontgen. Cairan pewarna berbahan dasar yodium disuntikkan melalui kateter. Saat pewarna disuntikkan, Mums mungkin merasakan sensasi hangat. Pewarna ini akan melewati rahim menuju saluran tuba.

Sinar-X ini membantu mengevaluasi bentuk rahim dan apakah saluran tuba tersumbat. Jika tuba tidak tersumbat, maka cairan kontras akan keluar ke rongga panggul.

 

Setelah cairan kontras atau pewarna dimasukkan ke organ reproduksi, dokter akan melakukan rontgen. Untuk setiap gambar rontgen, Mums akan diminta menahan napas selama satu atau dua detik. 

Mums juga mungkin diminta untuk mengubah posisi untuk berbaring miring. Setelah mendapatkan gambar, dokter akan mengangkat mesin sinar-X dan mengeluarkan spekulum. Pemeriksaan pun selesai dilakukan.

Setelah HSG, Mums mungkin mengalami kram ringan dan bercak ringan. Oleh karena itu, membawa pembalut disarankan untuk Mums yang ingin melakukan tes HSG. Selain itu, obat pereda nyeri akan membantu mengatasi kram perut.

Mums dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa setelah tes. Namun, perlu diingat bahwa dokter akan meminta untuk tidak melakukan hubungan seksual selama beberapa hari setelah tes.

 

Hasil Tes HSG

 

Setelah hasil HSG keluar, Mums akan dihubungi dan mendapat penjelasan akan arti tes. Jika saluran tuba tersumbat, sperma tidak dapat bertemu sel telur dan pembuahan tidak mungkin terjadi. Ada beberapa penyebab potensial dan pengobatan yang sesuai jika hal ini terjadi.

Pada beberapa orang dengan keguguran berulang, bentuk rahim yang tidak normal merupakan salah satu faktor sulit hamil. Tes HSG juga dapat menunjukkan fibroid atau polip yang dapat menghalangi implantasi atau pertumbuhan embrio. Beberapa kelainan rahim dapat diobati dengan pembedahan. 

Namun jika hasil rontgen menunjukkan bentuk rahim yang normal, dan pewarna yang disuntikkan keluar dengan bebas dari ujung saluran tuba, maka hasil tes dianggap normal.

Penyebab infertilitas karena masalah hormonal tidak akan terlihat pada HSG, dan tidak semua masalah kesuburan berdasarkan uterus dapat divisualisasikan dengan HSG. Penelitian menunjukkan tingkat positif palsu yang relatif tinggi (sekitar 15%) dan negatif palsu (sekitar 35%) pada HSG. Tes HSG umumnya dianggap sebagai prosedur yang aman. Namun, ada beberapa masalah keamanan dan potensi risiko tes HSG, termasuk infeksi dan reaksi alergi.

Mums, itulah langkah-langkah dan hal yang perlu diperhatikan saat melakukan tes HSG. Untuk pasangan yang sedang menjalani promil, beberapa tes program hamil lainnya perlu dilakukan agar hasilnya lebih maksimal.

 

 

 

Referensi:

  • # Program Hamil
  • # Cek Kesehatan