Yovita Diane Titiesari
07 Oktober 2020
pexels.com

Berbagai Pemeriksaan untuk Memastikan Kesehatan Jantung

Informasi kesehatan ditinjau dan diedit oleh
dr. dr. William

Jantung adalah salah satu organ paling penting dalam tubuh kita. Jantung bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, di mana darah tersebut mengantarkan oksigen sebagai bahan bakar kerja organ, jaringan, dan sel-sel tubuh. Jantung juga berperan dalam membuang karbon dioksida dan zat pembuangan lain keluar dari tubuh.

 

Cardiovascular disease (CVD) atau penyakit jantung dan pembuluh adalah salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia. Diperkirakan ada 17,9 juta angka kematian di dunia yang disebabkan karena penyakit jantung dan pembuluh darah, di mana 85% di antaranya disebabkan karena serangan jantung (heart attack) atau stroke.

 

Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kesehatan jantung, setiap tanggal 29 September dijadikan sebagai peringatan Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day. Salah satu agenda dari kampanye Hari Jantung Sedunia adalah pentingnya deteksi dini terhadap adanya gangguan jantung.

 

Baca juga: Hati-hati, 5 Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi Ini Selalu Mengintai!

 

Pemeriksaan untuk Memastikan Kesehatan Jantung

Salah satu cara deteksi dini tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan untuk  memastikan kondisi kesehatan jantung. Ada beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk skrining kesehatan jantung sebagai upaya pencegahan dan penanganan secepatnya jika terjadi masalah kesehatan pada jantung. Ini dia daftarnya!

 

Tes treadmill

Tes treadmill atau uji latih jantung dilakukan dengan tujuan menilai kerja pembuluh darah jantung  dan fungsi kesegaran jasmani ketika jantung diberi beban secara bertahap. Uji ini juga dilakukan untuk mengetes apakah ada kelainan pada pembuluh koroner jantung atau apakah seseorang mengalami problem terkait ritme jantung pada saat melakukan aktivitas fisik.

 

Pada uji ini, pasien akan diminta berjalan di treadmill atau mengayuh sepeda statis dengan posisi terpasang elektrokardiogram (EKG) untuk memantau ritme jantung dan alat pengukur tekanan darah.

 

Elektrokardiografi

Elektrokardiografi atau EKG adalah sebuah pengujian yang dilakukan untuk mengecek aktivitas kelistrikan jantung, dan digunakan untuk mendeteksi masalah seperti ritme jantung yang tidak teratur dan serangan jantung.

 

Untuk melakukan EKG, pasien terlebih dahulu akan dipasangi elektroda di bagian dada, kemudian mesin akan merekam aktivitas elektrik jantung dan hasilnya akan keluar dalam gambaran di selembar kertas. Kalau Geng Sehat pernah melihat di televisi atau mungkin melihat sendiri di rumah sakit, hasil EKG ini seperti sandi rumput!

 

Baca juga: Tidur di Sebelah Orang Ngorok Bisa Picu Serangan Jantung dan Stroke

 

Ekokardiografi

Ekokardiografi atau biasa disebut dengan USG jantung atau Echo adalah sebuah pemeriksaan dengan memanfaatkan gelombang ultrasound untuk menunjukkan kemampuan jantung dalam berdetak dan memompa darah. Uji ini juga dilakukan untuk mengevaluasi kondisi katup dan ruangan (atrium dan serambi) jantung dan dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan jantung bawaan.

 

Geng Sehat pernah melihat proses USG pada ibu hamil untuk melihat kondisi janin dalam kandungan? Echo atau USG jantung pun dilakukan dengan cara yang serupa, hanya saja area yang dilakukan pemeriksaan adalah dada kiri di mana jantung berada.

 

CT Calcium Score

Uji ini dilakukan dengan menggunakan gelombang X-ray untuk menghitung banyaknya kalsium yang ada di pembuluh darah. Terjadinya penumpukan kalsium di dinding pembuluh darah atau kalsifikasi adalah salah satu tanda awal penyakit jantung yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah.

 

CT Angiogram

Seperti halnya dalam uji calcium score, CT angiogram juga menggunakan gelombang X-ray untuk melihat ada tidaknya penyempitan pembuluh darah jantung atau arteri koroner. Penyempitan pada arteri koroner adalah penyebab penyakit jantung koroner yang seringkali berujung pada serangan jantung.

 

Uji kadar kolesterol dalam darah

Uji ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien dan kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap kadar kolesterol total, LDL (low density lipoprotein atau kolesterol ‘jahat’), HDL (high density lipoprotein atau kolesterol ‘baik’), dan trigliserida karena dapat menjadi faktor resiko penyempitan pembuluh darah jantung.

 

Nah Geng Sehat, itu dia macam-macam pemeriksaan yang dapat dilakukan sebagai skrining untuk memantau kesehatan jantung. Deteksi dini diperlukan untuk mencegah dan menangani dengan lebih cepat adanya masalah kesehatan pada jantung. Jadi ada baiknya skrining ini dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan medis berkala dan tidak menunggu terjadinya keluhan terlebih dahulu. Salam sehat!

 

 

Referensi:

Harvard Health, 2012. Making smart screening decisions: Part 3: Cardiac screening tests

  • # Kardiovaskular
  • # Jantung