Ella Nurlaila
25 Maret 2026
Shutterstock

Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Kurang Tidur

Kebutuhan tidur anak, bukan sekadar untuk beristirahat atau menghilangkan kantuk. Melainkan, dalam tidur ada proses tumbuh kembang yang sedang terjadi. Baik secara fisik maupun kognitif. Dalam tidur pula prosesi perekaman memori terjadi. Juga proses pemulihan dari luka fisik yang dialami si Kecil. 


Sayangnya, problem anak susah tidur masih jadi hal lumrah yang sering diabaikan. Padahal dampak dari anak susah tidur ini bisa berpengaruh buruk pada tumbuh kembang si Kecil secara umum. Karena itu, mengenali penyebab anak susah tidur jadi hal penting bagi orang tua. 

Beberapa penyebab anak susah tidur ternyata karena faktor orang tua, misalnya orang tua tidak memberikan jadwal rutin, melakukan stimulasi berlebihan, dan yang lebih parah menjadikan tidur sebagai hukuman. Nah, Mums sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan tersebut. Kesalahan lainnya bisa dibaca di artikel berikut!


Kesalahan orang tua penyebab anak susah tidur 


Karena pola tidur anak masih bergantung pada orang tua, maka tidak heran bila penyebab anak susah tidur lebih sering bahkan umumnya dipicu oleh kesalahan orang tua itu sendiri. 


Berikut ini penyebab anak susah tidur karena kesalahan orang tua : 

1. Rutinitas tidur tidak konsisten 

Sama halnya dengan aktivitas lain, tidur si Kecil jadi rutinitas harian yang mestinya dilakukan sesuai jadwal yang sama setiap hari. Menurut Pubmed (2023) waktu tidur berbeda setiap malamnya akan mengganggu ritme sirkadian – jam internal yang mengatur siklus tidur-bangun – sehingga bikin anak gelisah berkepanjangan. 


2. Screen time berlebihan jelang tidur 

Cahaya biru dari gadget memanipulasi mata seolah masih sian hari. Dampaknya mengurangi produksi melatonin – hormon yang bertanggung jawab untuk memicu tidur. Sehingga si Kecil tetap terjaga padahal seharusnya rileks. 


Tidak hanya itu, menurut Science Direct (2021) gadget yang digunakan sejam sebelum tidur pada anak usia dini bisa membuat sulit terlelap, kualitas tidur buruk, dan memicu masalah tidur lainnya. 


3. Terlalu banyak aktivitas 

Aktivitas yang terlampau padat melebihi kemampuan si Kecil bikin anak sangat kelelahan. Kesibukan yang berlebihan mengurangi waktu istirahat penting sebelum tidur. Padahal sebelum beranjak ke kasur, anak perlu waktu tenang dan bersantai setidaknya satu jam jelang tidur untuk relaksasi tubuh dan pikirannya. 


4. Menggunakan tidur sebagai hukuman 

Tanpa disadari orang tua seringkali menjadikan tidur sebagai hukuman yang bikin anak merasa frustrasi. Kalimat seperti, “Tidur sekarang atau tidak boleh main bola besok,” atau “Kamu dihukum – langsung tidur!” Kalimat-kalimat ini bikin anak menggap tidur sebagi bentuk teguran bukan proses terapeutik yang sehat dan penting.


5. Terlalu banyak camilan malam hari 

Apa yang dimakan anak-anak di malam hari secara langsung berdampak pada kualitas tidurnya. Terutama camila manis atau berat bisa meningkatkan energi, bikin pencernaan tidak nyaman sehingga anak sulit tidur nyenyak dan memulihkan dirinya. 


6. Lingkungan tidur tidak kondusif 

Kamar tidur yang berantakan, panas, sumbek, berisik, atau terlalu terang bisa menganggu dan sulit mendapatkan kualitas tidur yang baik. Walhasil pagi atau siang harinya sangat mengantuk akibat kurang tidur. 


Durasi tidur yang dibutuhkan sesuai usia anak 


Kurang tidur berdampak buruk pada kesehatan dan tumbuh kembang seorang anak. Itu sebabnya kebutuhan tidur anak mesti terpenuhi dengan maksimal sesuai usianya. Sebab, setiap usia memiliki kebutuhan tidur yang berbeda sesuai tugas perkembangannya.


Berikut ini kebutuhan tidur berdasarkan usia anak : 


1. Balita 

Usia 1-5 tahun atau balita biasanya membutuhkan 11–14 jam tidur setiap hari, termasuk tidur siang. Tidur sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif selama tahap ini. Anak prasekolah (3–5 tahun). Kelompok usia ini mendapat manfaat dari tidur 10–13 jam setiap hari, meskipun tidur siang mungkin menjadi kurang sering.


2. Anak usia sekolah 

Sekira 6–12 tahun, kelompok ini membutuhkan 9–12 jam tidur malam tanpa gangguan untuk mendukung pembelajaran, memori, dan pengaturan emosi.


3. Remaja 

Rentang usia antara 13–18 tahun ini membutuhkan 8–10 jam tidur, meskipun banyak yang kesulitan memenuhi hal ini karena jadwal sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan waktu di depan layar. Namun pastikan anak terpenuhi kebutuhan tidur sesuai usianya untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang secara fisik, mental, dan emosional.


Aktivitas menenangkan sebelum tidur


Selain rutinitas tidur yang konsisten, aktivitas ringan dan menenangkan sebelum tidur juga punya peran penting dalam menjaga kualitas tidur seorang anak. 


Aktivitas menenangkan sebelum tidur ini mampu membantu anak beralih dengan lancar ke fase tidur dengan mendorong relaksasi dan mengurangi stimulasi. Berikut beberapa pilihan praktis aktivitas menenangkan sebelum tidur :


1. Membaca buku

Pilih buku cerita yang menenangkan dengan tema positif untuk membantu anak bersantai dan mengalihkan fokus mereka dari keseruan hari itu.


2. Dengarkan musik lembut 

Musik lembut atau White Noise bisa menjadi lagu pengantar tidur yang lembut atau suara latar yang menenangkan sehingga menciptakan suasana tenang yang kondusif untuk tidur.


3. Peregangan ringan 

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu peregangan ringan, misalnya yoga ramah anak, untuk membantu melepaskan ketegangan yang menumpuk di tubuh mereka.


4. Menggambar atau mewarnai

Selain membaca, menggambar atau mewarnai bisa jadi pilihan aktivitas kreatif yang ringan dan tenang menjelang tidur. Ini akan membantu anak memproses emosi dan rileks sebelum tidur.


Mums, agar tidur anak berkualitas, kuncinya adalah membangun rutinitas yang konsisten dengan aktivitas yang dinikmati dan menenangkan. Lakukan perubahan kecil ini secara konsisten. Karena pada akhirnya, tidur bukan hanya soal “memaksa anak tidur”, tetapi membantu tubuh dan otaknya merasa aman, tenang, dan siap beristirahat.


Referensi : 

ScienceDirect. 2021. Screen use before bedtime: Consequences for nighttime sleep in young children 

Pubmed. 2023. Bedtime Routines of Young Children, Parenting Stress, and Bedtime Resistance: Mediation Models

  • # Tidur
  • # Anak
  • # Waktu tidur
  • # Gangguan Tidur