Ella Nurlaila
25 Mei 2025
Shutterstock

Ibu Harus Kembali Bekerja, Bayi Hanya Mau DBF, Bagaimana Solusinya?

Bagi Mums yang bekerja, memiliki bayi merupakan tantangan tersendiri. Meninggalkan si Kecil di rumah ketika masih dalam masa menyusui eksklusif, memang tidak mudah dan kadang membuat Mums merasa bersalah, apalagi jika bayi tidak mau minum ASI pakai botol atau dot.

Masalah klasik yang satu ini memang kerap terjadi pada orang tua yang bekerja dan umum terjadi. Penting untuk mengetahui alasan bayi menolak botol dan cara mengatasinya agar si Kecil menjadi terbiasa dan kecil kemungkinan untuk menolak pakai dot. 

Lantas mengapa si Kecil menolak botol dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak artikel ini sampai habis, Mums!

Apa itu DBF dan kenapa bayi menolak botol?

Direct breastfeeding (DBF) adalah metode menyusui di mana bayi mendapatkan ASI langsung dari payudara ibu tanpa perantara seperti botol atau dot.

Saat Mums melakukan DBF, bayi terbiasa dengan beberapa hal unik, seperti tekstur puting, aliran ASI yang alami, serta kontak kulit langsung yang memberi rasa nyaman bagi bayi.

Proses DBF berperan dalam memicu hormon oksitosin yang membuat bayi merasa tenang dan aman (Kompas Health, 2022). Karena itu, tidak heran jika banyak bayi menjadi sangat attached dengan metode ini.

Bayi yang terbiasa dan sudah nyaman dengan metode DBF menyebabkan ia menolak botol di kemudian hari. Si Kecil merasa bahwa pengalaman minum dari botol sangat berbeda dengan DBF, baik dari segi aliran susu, bentuk dot, hingga posisi menyusu.

Penolakan ini sebenarnya cukup umum loh, Mums. Ia sedang beradaptasi dengan perubahan, dan dalam banyak kasus, bayi hanya membutuhkan waktu untuk mengenal cara minum yang baru.

Jadi, jika bayi Mums hanya mau DBF, itu bukan masalah. Justru itu adalah tanda bahwa bonding sudah terbentuk dengan baik. Tantangannya adalah bagaimana perlahan membantu bayi beradaptasi dengan metode lain, terutama jika Mums harus kembali bekerja.

Penyebab Bayi tidak Mau Pakai Dot atau Botol


Dot merupakan salah satu cara bayi mengonsumsi susu. Penggunaannya pada si Kecil akan sangat praktis dan memudahkan dalam mengonsumsi susu sebelum ia menggunakan gelas khusus bayi. Namun apa jadinya bila bayi tidak mau pakai dot karena selama ini sudah nyaman dengan menyusu langsung melalui ASI eksklusif.

Berikut ini beberapa penyebab bayi tidak mau pakai dot yang sering terjadi : 


1. Masalah bentuk

Beberapa bayi sangat memilih bentuk, ukuran, dan bahan dot. Sebab dari sinilah aliran susu dari dot kadang jadi masalah. Awalnya, bayi butuh dot dengan aliran lambat, namun seiring waktu dan kekuatan hisapnya meningkat, ia perlu dot yang lebih cepat alirannya.

2. Waktu pemberian botol 

Para ahli menyarankan, berikan dot saat menyusui sudah mantap, yaitu sekitar usia 1 bulan. Tapi kalau Mums berencana kembali bekerja, perkenalkan botol sekitar usia 3-4 minggu. Banyak Mums yang menunda sampai berbulan-bulan akhirnya kesulitan karena bayi sudah terlanjur menolak. 

3. Posisi menyusui 

Saat menyusu langsung, bayi cenderung dalam posisi horizontal. Tapi saat menyusu dengan botol, bayi sebaiknya agar tegak karena aliran susu lewat botol berbeda dengan ASI langsung.

4. Rasa ASI 

Pada bayi yang sensitif terhadap ASI, dia akan mudah membedakan rasa yang berbeda antara ASI langsung dengan dot atau botol susu. Ini salah satu penyebab bayi tidak mau pakai botol. ASI yang disimpan terlalu lama memiliki kadar lipase tinggi. Sehingga bikin ASI berasa asam atau logam. Memang tidak berbahaya, namun bayi bisa saja menolak karena ada perubahan rasa. 

5. Perlu waktu adaptasi

Dalam banyak kasus, bayi hanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan mengonsumsi ASI dari botol atau dot. Dengan pendekatan yang tepat, sebagian besar bayi akhirnya bisa menerima botol, sehingga Mums tidak perlu khawatir.


Solusi Bayi Mau Menyusu dengan Dot


Akan tiba saatnya Mums harus memperkenalkan botol pada bayi, walaupun selama ini bayi disusui langsung. Salah satunya ketika Mums harus kembali bekerja setelah cuti panjang melahirkan. Kondisi ini sering membuat Mums stres—bayi hanya mau DBF, tapi Mums harus kembali bekerja. Kabar baiknya, ada beberapa solusi yang bisa dicoba secara bertahap.

Kadang bayi tidak mau pakai dot muncul di awal. Tapi tidak menutup kemungkinan muncul justru di fase mendekati cuti Mums hampir habis. Kabar baiknya, fase yang membuat frustrasi ini tidak berlangsung lama kok. Sebab ada berbagai tips yang bisa dicoba untuk menyiasati ketika bayi tidak mau pakai dot. Berikut ini : 

1. Latihan

Pertama, mulai latihan sebelum hari kerja dimulai. Jangan menunggu hari pertama kerja. Kenalkan botol atau metode lain setidaknya 2–4 minggu sebelumnya agar bayi punya waktu beradaptasi.

2. Eksperimen 

Lakukan berbagai percobaan dengan menggunakan bentuk botol dan dot yang berbeda. Pastikan alirannya sesuai dengan kondisi dan usia si Kecil. Mums juga bisa bereksperiman menggunakan metode pemberian selain botol karena tidak semua bayi cocok dengan dot. Mums bisa mencoba cup feeder, sendok, atau pipet khusus bayi.

3. Hangatkan 

Mums, coba sajikan susu hangat jika biasanya Mums memberi susu dalam keadaan yang dingin atau suhu ruang. 

4. Biarkan bayi bermain dengan dot 

Kenalkan dot sejak awal. Caranya lepaskan dot dari botol lalu celupkan ke ASI. biarkan bayi bermain dengan dot agar ia lebih familiar. 

5. Gunakan gerakan 

Gendong bayi sambil berjalan atau duduk di bola yoga sambil menggoyang. Posisi bergerak akan membuat bayi lebih nyaman atau rileks sehingga lebih mudah untuk memperkenalkan dot padanya. 

6. Jangan dipaksa 

Jika bayi tidak lapar, jangan berikan susu dalam bentuk apa pun. Beri jeda waktu, sehingga ia lebih mudah menerima dot ketimbang diberikan susu ketika ia sedang kenyang. Tidak memaksa artinya tidak membuat bayi stres berlebihan yang membuatnya trauma dengan dot atau botol bayi. 

7. Teknik “bait & switch” 

Untuk memperkenalkan dot, coba teknik “bait & switch” yaitu menyusui sebentar lalu ganti dengan botol. Atau mulai dengan empeng lalu ganti botol. 

8. Minta orang lain memberi botol 

Bayi pun sudah sangat mengenal ibunya, terkadang ia lebih mau minum pakai botol jika bukan ibunya yang memberi. Jadi minta bantuan orang lain untuk memberinya minum dari botol. Selain itu, bayi sering menolak botol jika tahu ibunya ada di dekatnya. Mereka akan lebih memilih menyusu langsung. Dengan caregiver lain, bayi lebih mudah menerima alternatif.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Ibu

Dalam menghadapi bayi yang menolak botol atau dot, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan tanpa disadari oleh Mums. Kesalahan tersebut di antaranya ialah:

1. Memaksa bayi minum

Ini justru bisa membuat bayi trauma dan semakin menolak. Bayi yang dipaksa bisa mengasosiasikan botol dengan pengalaman negatif.

2. Tidak memberi waktu adaptasi

Banyak Mums berharap bayi langsung bisa minum dari botol dalam satu atau dua kali percobaan. Padahal, proses ini membutuhkan waktu.

3. Tidak mencoba alternatif

Jika bayi menolak botol, bukan berarti tidak ada solusi. Masih ada metode lain seperti cup feeder atau sendok yang bisa dicoba.

4. Langsung menyerah

Rasa lelah dan stres sering membuat Mums berhenti mencoba. Padahal, konsistensi adalah kunci dalam proses adaptasi bayi.

5. Mengabaikan penyebab lain

Penolakan menyusu bisa disebabkan oleh banyak faktor, seperti bayi tidak nyaman, sakit, atau terganggu dengan kondisi lingkungan . Jika penyebab ini tidak diatasi, bayi tetap akan menolak.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, Mums bisa membantu proses adaptasi berjalan lebih lancar dan minim stres.

Kapan Harus Konsultasi Dokter?

Sebagian besar kasus bayi menolak botol masih tergolong normal. Namun, ada kondisi tertentu di mana Mums perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

  • Jika bayi tidak mau minum sama sekali, baik dari payudara maupun botol.

  • Jika bayi menunjukkan tanda kekurangan asupan, seperti berat badan tidak naik, jumlah pipis berkurang, dan/atau bayi tampak lemas.

  • Jika bayi tampak kesakitan saat menyusu. Kondisi penyakit seperti infeksi telinga, sariawan, atau tumbuh gigi bisa menyebabkan bayi menolak menyusu karena rasa nyeri .

  • Jika penolakan berlangsung lama dan tidak membaik meski sudah mencoba berbagai cara. Dalam situasi ini, bantuan dokter atau konsultan laktasi sangat diperlukan.

  • Jika Mums merasa stres berlebihan atau kewalahan, jangan ragu mencari bantuan. Menyusui bukan hanya soal bayi, tetapi juga kesehatan mental ibu.


  • Kesimpulan

    Mums, itulah penyebab dan tips bayi yang tidak mau pakai dot. Kenali penyebabnya, dan lakukan latihan mengenalkan dot sejak dini sebagai persiapan jika Mums harus kembali bekerja. Jangan lupa untuk menghitung waktu cuti yang tersisa, agar Mums punya cukup waktu latihan memberikan dot pada si Kecil. 


    Ingat, Mums, setiap bayi itu unik. Tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua. Konsultasi dengan tenaga medis bisa membantu menemukan pendekatan terbaik sesuai kondisi bayi dan keluarga.

    Untuk memudahkan Mums memilih jenis botol yang tepat, Mums bisa gunakan fitur Belanja di aplikasi Teman Bumil dan dapatkan barang untuk si Kecil dengan harga miring.


    Referensi : 

    Thebump. baby-refusing-bottle

    • # Susu
    • # Menyusui
    • # Cuti Melahirkan
    • # Botol susu