Ella Nurlaila
22 April 2026
Shutterstock

Cara Memberikan Instruksi pada Balita agar Mau Mendengar

Punya balita benar-benar menguji kesabaran ya, Mums! Meski balita menggemaskan, namun kerap membuat frustrasi ketika mereka tidak mau mendengarkan instruksi. Sebenarnya apa yang orang tua harapkan dari anak usia 3-5 tahun? Mungkinkah mereka memahami instruksi dengan baik?

Pada usia 1–3 tahun anak sedang berada dalam fase perkembangan kognitif dan bahasa yang masih terbatas. Jadi wajar kalau mereka belum selalu mampu memahami instruksi yang panjang atau kompleks.

Agar mereka paham, cara memberikan instruksi pada balita ada triknya, yaitu gunakan kata-kata singkat dan mudah dipahami, pastikan mereka tidak sedang asik main, dan lakukan dengan konsisten. 

Artikel kali ini akan membahas bagaimana supada balita setidaknya memahami instruksi sederhana dan belajar disiplin. Dengan pendekatan komunikasi yang tepat, anak dapat belajar mendengarkan, memahami instruksi, sekaligus mengembangkan kemampuan regulasi diri.

Mengapa Balita Sering Tidak Mendengarkan?

Seperti dijelaskan di atas, bahwa perkembangan kognitif anak sedang berkembang mulai usia 1-5 tahun. Menurut penelitian di jurnal Child Development (2021), kemampuan kognitif sangat penting bagi pertumbuhan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, penerapan intervensi pelatihan yang efektif dan sejak dini merupakan tantangan besar bagi orang tua, termasuk saat memberikan instruksi. 

Sebelum membahas strategi, penting memahami bahwa ketidakpatuhan pada balita sering kali bukan karena anak “nakal”. Balita masih belajar beberapa hal penting sekaligus, seperti memahami bahasa, mengontrol impuls, dan mempertahankan perhatian. Proses ini membutuhkan waktu dan latihan. 


Pakar perkembangan anak dari Johns Hopkins Medicine (2025) menyatakan bahwa pola interaksi orang tua, termasuk cara memberikan arahan, dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengatur diri dan mengikuti instruksi. 

Selain itu, pada usia sekitar 2–3 tahun, anak umumnya baru mampu mengikuti satu instruksi sederhana dalam satu waktu, sehingga arahan yang terlalu banyak dapat membuat mereka bingung. 

7 Cara Memberikan Instruksi agar Balita Mau Mendengar

Berikut beberapa strategi yang direkomendasikan oleh para ahli perkembangan anak.


1. Pastikan anak memperhatikan

Salah satu kesalahan paling umum adalah memberikan instruksi dari jarak jauh, misalnya berteriak dari ruangan lain. Cara ini sering membuat anak tidak benar-benar mendengar atau memahami apa yang diminta.

Sebaiknya dekati anak, sejajarkan posisi tubuh dengan mereka, dan lakukan kontak mata sebelum memberikan instruksi. Pendekatan ini membantu anak fokus pada pesan yang diberikan.  Contoh: daripada berkata dari dapur, “Rapikan mainannya!”, lebih efektif jika mendekat lalu berkata: “Sekarang waktunya makan. Tolong masukkan mobil-mobilan ke kotaknya.”


2. Gunakan instruksi yang singkat dan spesifik

Balita lebih mudah memahami instruksi yang sederhana dan jelas. Instruksi seperti “Bereskan semuanya!” mungkin terlalu abstrak bagi mereka. Sebaliknya, gunakan kalimat yang spesifik dan langsung menjelaskan tindakan yang harus dilakukan.

Contohnya, “Masukkan balok ke dalam kotak.” atau “Tolong pakai sepatunya sekarang.” Instruksi yang jelas membantu anak memahami ekspektasi orang tua. 


3. Berikan satu instruksi dalam satu waktu

Balita memiliki kapasitas memori kerja yang masih terbatas. Jika orang tua memberikan beberapa instruksi sekaligus, anak cenderung tidak mampu mengingat semuanya.

Contoh yang salah:  “Rapikan mainan, cuci tangan, lalu duduk di meja makan.”

Instruksi seperti ini bisa terlalu banyak untuk balita. Lebih baik memecahnya menjadi beberapa langkah kecil menjadi : “Masukkan mobil-mobilan ke kotak.” Setelah selesai: “Sekarang cuci tangan.”

4. Gunakan bahasa positif

Instruksi yang berisi larangan sering kali lebih sulit dipahami anak. Daripada mengatakan apa yang tidak boleh dilakukan, lebih efektif memberi tahu apa yang harus dilakukan.

Kalau Mums menyuruh “Jangan lari!” maka hasilnya kurang efektif. Coba ganti dengan “Tolong berjalan pelan.” Bahasa positif membantu anak memahami perilaku yang diharapkan. 

5. Berikan contoh atau tunjukkan

Balita belajar banyak melalui observasi. Ketika instruksi disertai contoh atau gestur, anak lebih mudah memahami maksudnya. Misalnya saat meminta anak merapikan mainan, orang tua dapat mulai mengambil satu mainan dan memasukkannya ke kotak. Cara ini memberi gambaran konkret tentang apa yang harus dilakukan.

6. Beri pujian

Pujian merupakan bentuk penguatan positif yang sangat penting dalam pembelajaran perilaku. Ketika anak mengikuti instruksi, berikan apresiasi sederhana. “Terima kasih sudah merapikan mainan.” atau “Hebat, kamu langsung pakai sepatu!” Perhatian positif dari orang tua membuat anak lebih termotivasi untuk mendengarkan instruksi di kemudian hari. 


7. Konsisten dengan konsekuensi

Jika anak tidak mengikuti instruksi setelah diberi arahan dengan jelas, orang tua perlu tetap konsisten. Misalnya dengan mengingatkan kembali atau memberikan konsekuensi yang telah disepakati.

Konsistensi membantu anak memahami bahwa instruksi dari orang tua perlu diikuti. Tanpa konsistensi, anak bisa belajar bahwa mereka dapat mengabaikan instruksi tanpa konsekuensi. 


Membuat balita mau mendengarkan bukan hanya soal disiplin, tetapi juga soal cara berkomunikasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Instruksi yang singkat, jelas, dan diberikan dengan penuh perhatian dapat meningkatkan peluang anak untuk memahami dan mengikuti arahan.


Beberapa strategi yang dapat dilakukan orang tua antara lain mendapatkan perhatian anak terlebih dahulu, memberikan instruksi satu per satu, menggunakan bahasa positif, serta memberikan pujian ketika anak berhasil mengikuti arahan.

Dengan pendekatan yang konsisten dan penuh kesabaran, balita akan постепенно belajar mendengarkan instruksi sekaligus mengembangkan kemampuan mengontrol perilaku mereka.


Referensi:

1. Child Development. 2021. Supporting preschoolers’ cognitive development: Short‐ and mid‐term effects of fluid reasoning, visuospatial, and motor training

2. Johns Hopkins Medicine. 2025. How to Get a Toddler to Listen

  • # Balita
  • # tumbuh kembang balita
  • # Tumbuh Kembang Batita