Ella Nurlaila
12 Maret 2025
Shutterstock

5 Alasan Balita Tidak Boleh Makan Pedas

Tren makanan pedas dengan level tertentu masih menjadi favorit penikmat kuliner hingga saat ini. Makanan pedas memang memberikan sensasi tersendiri. Apalagi banyak makanan yang paling nikmat disantap dikala masih pedas. 


Buat orang dewasa, mengonsumsi makanan pedas memang biasa. Namun buat anak-anak bahkan balita, bolehkah balita makan pedas? Ini jadi pertanyaan banyak orang tua, sebab anak-anak apalagi balita kondisi pencernaannya berbeda dengan orang dewasa. 

Baca juga: Cara Mengenalkan Makanan Sehat untuk Anak


Bolehkah Balita Makan Pedas?


Jika Mums mengonsumsi makanan pedas saat menyusui, kemungkinan bayi akan sedikit terbiasa dengan rasa pedas karena zat dan rasa dari makanan bisa terserap ke dalam ASI. Namun, mengenalkan bayi pada bumbu yang lebih kuat disarankan minimal usia satu tahun. Sebab bayi di bawah satu tahun masih beradaptasi dengan makanan dasar dan sangat sensitif terhadap reaksi makanan. 


Bolehkah balita makan pedas? Secara umum balita sebaiknya tidak diberikan makanan pedas terlalu dini. Karena sistem pencernaanya masih berkembang dan lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. 


Namun sedikit rasa pedas dari bahan alami seperti jahe atau lada, bukanlah hal yang berbahaya, asalkan diberikan secara bertahap, hati-hati, dan dalam jumlah kecil. 


Alasan Balita tidak Boleh Makan Pedas 


Batasan soal makanan pada balita ditentukan dengan berbagai pertimbangan kesehatan. Termasuk ketika mengenalkan rasa pedas pada balita. Ada sejumlah alasan yang membuat balita sebaiknya tidak diberikan makanan pedas terlalu dini. 


Berikut ini alasan balita sebaiknya tidak diberikan makanan pedas : 


1. Sistem pencernaan masih sensitif

Tidak seperti orang dewasa, sistem pencernaan balita masih berkembang dan sangat sensitif. Sehingga ketika balita mengonsumsi makanan pedas bisa menyebabkan iritasi lambung dan usus. Walhasil balita jadi sakit perut atau diare. 


2. Meningkatkan risiko asam lambung 

Pada beberapa balita, ketika mengonsumsi makanan pedas, asam lambungnya naik atau yang dikenal dengan istilah GERD (Gastroesophageal Refflux Desease) jika terjadi secara kronis. Yang menyebabkan sensasi panas di dada atau muntah. 


3. Iritasi mulut 

Beberapa balita ketika makanan pedas bisa mengalami reaksi alergi seperti ruam di sekitar mulut atau bibir akibat makanan pedas yang dikonsumsi. 


4. Mengurangi nafsu makan

Mums, jika balita makan pedas dan dia tidak terbiasa, maka makanan pedas tersebut bisa membuatnya tidak nyaman dan menolak makan. Sehingga membuat balita tidak nafsu makan, yang pada akhirnya mengganggu asupan nutrisi hariannya.


5. Gangguan pencernaan 

Ketika balita makan pedas sementara sistem pencernaannya masih sangat sensitive maka yang terjadi adalah terganggunya sistem pencernaan tersebut. Akibatnya bisa menyebabkan perut kembung, mual, bahkan sakit perut berkepanjangan. 


Jika Balita Suka Makanan Pedas


Walaupun tidak ada aturan yang pasti dan jelas kapan balita boleh makan pedas, tetapi banyak ahli gizi anak menyarankan untuk menunggu hingga usia 2-3 tahun dalam mengenalkan makanan pedas pada si Kecil. Karena pada usia tersebut, anak sudah mulai makan makanan keluarga dan bisa lebih menerima variasi rasa dari berbagai makanan yang disajikan. 


Berikut ini tips mengenalkan makanan pedas pada balita : 


1. Mulai dari level sangat ringan 

Kenalkan balita pada makanan pedas dari level yang sangat ringan. Jangan langsung memberikan cabai atau saus pedas. Cobalah dengan rempah-rempah yang ringan terlebih dahulu. 


2. Pantau reaksinya

Setelah balita makan pedas, lihat apakah balita mengalami ketidaknyamanan seperti menangis, gelisah, sakit perut atau diare. 


3. Waktu yang tepat 

Dalam hal ini, pastikan kondisi balita sedang baik-baik saja. Bukan pada saat sakit perut atau sakit gigi. Karena makanan pedas bisa memperburuk keadaannya. Membuat balita makin tidak nyaman. 


4. Jangan dipaksa 

Mums, jika balita menolak untuk mengonsumsi makanan pedas, tunggu beberapa waktu sebelum mencobanya lagi. 


5. Kombinasikan dengan makanan lain 

Jangan ujug-ujug memberikan makanan pedas pada balita. Lakukan dengan menambahkan sedikit rasa pedas pada makanan favoritnya. 


Mums, itulah penjelasan atau jawaban atas pertanyaan bolehkah balita makan pedas? Jadi, sebaiknya balita tidak langsung diberikan makanan pedas, tetapi berikan sedikit rasa pedas yang ringan secara bertahap. 


Yang tidak kalah pentingnya adalah pantau reaksi balita dan pastikan rasa pedas tersebut tidak menyebabkan gangguan pencernaan atau ketidaknyamanan lainnya. Biarkan anak menikmati rasa pedas secara alami sesuai usianya. Untuk memudahkan Mums mendapatkan panduan soal pemberian makanan balita, Mums bisa mencari berbagai artikel terkait di aplikasi Teman Bumil dan dapatkan barang-barang untuk si Kecil dengan harga miring.


Referensi : 

  • # Makanan Pedas
  • # Balita