Mengenal VBAC, Prosedur Melahirkan Normal setelah Operasi Caesar
Vaginal Birth After Caesarean Section atau VBAC adalah prosedur melahirkan normal setelah operasi Caesar pada kelahiran sebelumnya. Persalinan VBAC adalah salah satu pilihan yang layak dicoba. Ini memberi harapan baru bagi Mums yang ingin merasakan melahirkan secara normal.
Namun, untuk VBAC sendiri ada sejumlah syarat dan ketentuan yang berlaku. Tentu saja ini demi keamanan dan kelancaran proses persalinan itu sendiri. Apapun cara yang ditempuh, keselamatan dan kesehatan Mums dan bayi tetaplah yang utama.
Persalinan VBAC adalah Kabar Baik untuk Ibu Hamil
Walaupun dulunya dianggap tidak mungkin, prosedur persalinan VBAC ini memberikan angin segar pada para ibu hamil untuk mendapatkan kesempatan melahirkan secara normal di kehamilan berikutnya. Namun, tidak semua wanita berpotensi melahirkan normal setelah operasi Caesar.
Banyak wanita ketika kehamilan kedua, berharap jadi kandidat untuk melahirkan secara normal setelah operasi Caesar (VBAC) pada kehamilan sebelumnya. sebuah data di Amerika Serikat tahun 2013 menunjukkan tingkat keberhasilan percobaan persalinan dengan metode VBAC setelah satu kali operasi Caesar sebelumnya sebesar 70%.
Namun pilihan untuk menjalani VBAC ini atau menjadwalkan operasi Caesar berulang bisa jadi cukup sulit. Sebab ada sejumlah kriteria tertentu yang harus dipenuhi sebelumnya.
Mums, berikut ini kriteria kelayakan menjalani metode persalinan VBAC, yaitu:
1. Sayatan rahim
Jenis sayatan rahim yang digunakan pada operasi Caesar sebelumnya sangat menentukan keberhasilan VBAC. Umumnya operasi Caesar menggunakan sayatan melintang rendah. Bagi Mums yang pernah menerima sayatan melintang dengan ukuran yang pendek ini atau bentuk vertikal pendek biasanya merupakan salah satu kandidat kuat untuk bisa menempuh prosedur VBAC. Sebaliknya, jika Mums pernah menerima sayatan vertikal tinggi atau klasik, VBAC tidak dianjurkan karena berisiko mengalami rupture uteri.
2. Tidak mengalami rupture uteri
Jika Mums pernah mengalami rupture uteri, lupakan impian untuk bisa melahirkan dengan metode VBAC. Sebab kondisi ini sudah tidak memungkinkan untuk menjalani prosedur VBAC yang harus steril dari risiko rupture uteri.
3. Tidak pernah menjalani operasi lain pada rahim
Jika Mums tidak pernah menjalani operasi lain pada rahim, seperti pengangkatan fibroid, VBAC tidak dianjurkan karena risiko pecahnya rahim bisa saja terjadi.
4. Pernah melahirkan normal
Bagi Mums yang pernah melahirkan secara normal, Mums merupakan salah satu kandidat terkuat untuk melakukan prosedur VBAC. Persalinan pervaginam setidaknya sekali sebelum atau sesudah operasi Caesar sebelumnya akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan VBAC.
5. Tidak ada komplikasi kehamilan
Jika Mums tidak memiliki masalah kesehatan yang mungkin memengaruhi persalinan normal, maka prosedur VBAC layak dicoba. Sebab kehamilan yang sehat dan normal tidak ada hambatan berarti untuk bisa menjalani VBAC. Sebaliknya, operasi Caesar mungkin disarankan bagi ibu hamil yang memiliki masalah plasenta, posisi bayi tidak normal atau mengandung bayi kembar.
Pilih VBAC, Pervaginam atau Caesar Berulang?
Metode persalinan VBAC selalu menjadi pilihan karena berbagai pertimbangan, seperti persalinan pervaginam tidak melibatkan operasi, tidak ada kemungkinan komplikasi pembedahan, masa rawat inap yang relatif lebih singkat, pemulihan lebih cepat, sehingga lebih mudah kembali ke aktivitas normal sehari-hari seperti sebelum hamil dan melahirkan.
Perlu diketahui, bedanya VBAC dengan persalinan normal pada umumnya. Jika Mums memilih VBAC saat akan melahirkan, Mums mesti mengikuti proses yang serupa digunakan pada persalinan pervaginam. Namun, pihak tim medis kemungkinan akan merekomendasikan pemantauan terus menerus terhadap detak jantung bayi dan bersiap untuk melakukan operasi Caesar berulang jika diperlukan.
Atau tim medis tetap berjaga-jaga untuk melakukan operasi Caesar darurat jika mengalami kendala. Itu sebabnya, pemilihan metode ini sebaiknya di lakukan di rumah sakit dengan peralatan penunjang yang lebih lengkap.
Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah diskusikan secara terbuka dan berkala tentang pilihan metode melahirkan, termasuk kekhawatiran dan harapan Mums dengan dokter kandungan yang mengawal kehamilan ini sejak semula. Pastikan tim medis memiliki riwayat kesehatan Mums yang lengkap termasuk catatan kehamilan dan persalinan sebelumnya, terlebih operasi Caesar yang sebelumnya dilakukan.
Hal ini sangat penting bagi tim medis untuk menganalisa dan menghitung kemungkinan Mums bisa atau tidak bisa mendapatkan prosedur VBAC pada kehamilan saat ini. Jika pun bisa, berapa peluang keberhasilan dan bahkan risiko kegagalannya. Sebab kesuksesan metode VBAC akan bisa diprediksi dari semua informasi penunjang tersebut.
Satu hal yang paling penting adalah, mencoba untuk bersikap fleksibel. Sebab sebuah kehamilan itu sangat dinamis. Keadaan kehamilan Mums dapat membuat pilihan VBAC realistis di satu waktu. Namun setelah konseling, atau setelah berjalannya waktu dan bertambahnya usia kehamilan, tim dokter mungkin memutuskan bahwa operasi Caesar berulang merupakan pilihan terbaik.
Jadi, tidak usah risau dengan metode persalinan pervaginam, operasi Caesar atau VBAC. Apapun metodenya, yang utama adalah kesehatan dan keselamatan Mums dan janin dalam kandungan.
Referensi :
Medicinenet. Stages_of_pregnancy_pictures_slideshow
Healthychildren. 7-Alternative-Birth-Practices-What-You-Should-Know-About-Them.aspx
Mayoclinic. vbac
-
# Persalinan
-
# Persiapan Persalinan
-
# TB Persalinan & Postpartum