Ella Nurlaila
27 Februari 2026
Shutterstock

Yuk, Mulai Journaling untuk Kesehatan Mental Ibu

Isu kesehatan mental jadi fokus penting saat ini. Termasuk kesehatan mental seorang ibu. Dengan perannya yang beragam, tugasnya yang tak mengenal batas, dan kehadirannya yang harus selalu ada untuk keluarga, membuat ibu rentan mengalami masalah mental. 


Berlum lagi peran ganda sebagai ibu pekerja, yang menambah beban dan tanggung jawab besar di pundaknya. Nyaris, setiap saat ancaman mental bagi sosok ibu tak bisa dihindari. Itu sebabnya, diperlukan cara merilis atau memastikan kesehatan mental ibu terjaga setiap saat. Salah satunya dengan journaling. 


Journaling, cara healing agar ibu tetap eling 


Menulis atau journaling, merupakan kegiatan menulis yang dilakukan secara rutin tentang apa pun juga. Mulai dari pikiran, perasaan, pengalaman, maupun hal-hal besar dan kecil yang sedang atau sudah dialami. 


Jangan bayangkan journaling ini seperti penulisan professional yang ada rambu-rambu atau aturan bakunya. Dalam hal ini journaling untuk seorang ibu adalah penulisan biasa, serupa penulisan diary atau buku harian. 


Bebas menulis apa pun yang dirasakan, mencurahkan isi pikiran dan isi hati secara jujur, terus terang, tanpa sensor, tanpa tedeng aling-aling. 


Bentuk journaling sendiri ada beberapa macam, di antaranya menulis jurnal manual di buku, mengetik di aplikasi di ponsel, menulis bullet journal per perasaan harian, maupun membuat jurnal syukur setiap harinya. 


Manfaat journaling untuk ibu 


Journaling digadang-gadang cukup efektif dalam menjaga kesehatan mental ibu. Kesimpulan ini nyatanya memang bukan omong kosong. Sebab beberapa penelitian yang telah dilakukan menyebutkan efektifitas journaling dalam menjaga kesehatan mental ibu. 


Berikut ini berapa manfaat journaling untuk kesehatan mental seorang ibu : 


1. Mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental 

Salah satunya penelitian terbaru dalam Springer Nature Link (2023) yang menyebutkan bahwa intervensi jurnal syukur selama dua minggu secara signifikan menurunkan tingkat stres pada orang tua dan meningkatkan kesejahteraan mental dibanding kelompok kontrol. 


Para partisipan dalam kelompok eksperimen menunjukkan skor kesejahteraan yang lebih tinggi setelah menyelesaikan latihan jurnal dibanding mereka yang tidak melakukan jurnal, serta efek tersebut tetap terlihat pada saat evaluasi. 


2. Mengurangi gejala kecemasan 

Ketika seorang ibu secara teratur menuliskan pikiran dan perasaannya, maka pikiran negatif yang sering muncul cenderung berkurang. Hal ini tentu saja berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik karena tidak diliputi kecemasan berlebihan.


3. Meningkatkan fokus 

Dengan menulis sesuatu, seseorang diajak untuk tetap fokus pada satu hal tersebut. Hal ini lambat laut melatih ibu untuk tetap fokus pada beberapa hal atau target tertentu sehingga mengabaikan hal lain yang tidak penting yang selama ini mendapat perhatian. 


4. Memperkuat regulasi emosional 

Journaling memberi ruang kontrol terhadap emosi, sehingga gejolak emosional yang biasanya meluap-luap akan berkurang perlahan. Dan ibu dapat merespons stres secara lebih efektif, tidak emosional, karena lebih mampu mengendalikan amarah. 


5. Refleksi diri yang membangun 

Eksplorasi isi pikiran dan perasaan melalui tulisan akan sangat membantu menilai diri sendiri secara objektif. Bahkan terkadang menemukan potensi diri yang selama ini tersembunyi. Oleh amarah, oleh kesibukan dan beban hidup yang dialami. 


6. Tempat aman untuk ekspresikan emosi 

Seorang ibu bukan tidak boleh marah atau emosi, melainkan mesti dilakukan secara tepat dan bijak. Salah satunya dengan journaling ini. Sebab ibu tidak selalu punya ruang untuk curhat secara bebas. Di sinilah journaling berfungsi sebagai ruang privat yang nyaman tanpa penghakiman. Tempat emosi dapat dikeluarkan secara sadar dan tuntas tanpa filter. 


Bagaimana cara memulai journaling? 


Agar kegiatan positif bernama journaling ini berjalan lancar dan bisa menjadi cara efektif menjaga kesehatan mental seorang ibu, berikut ini cara yang bisa dilakukan untuk memulainya : 


1. Tentukan waktu yang rutin 

Tidak perlu lama-lama, cukup luangkan waktu singkat berdurasi sekitar 5-15 menit setiap hari. Misalnya sebelum tidur malam atau setelah bangun pagi. Luangkan waktu secara konsisten agar terbentuk pola yang tetap. 


2. Mulai dengan format sederhana 

Tidak perlu memikirkan pola penulisan kalimat atau pemilihan kata yang rumit, lakukan sebisanya saja. Misalnya, mulai dengan kalimat : Hari ini aku merasa ….; Hal yang membuat aku bersyukur ….;  Hal terberat hari ini adalah …; Besok target yang harus dilakukan … .


3. Pilih metode yang cocok 

Ada beberapa pilihan yang tersedia. Seperti Morning journaling, untuk menetapkan niat. Evening journaling untuk refleksi hari. Gratitude journaling untuk fokus pada rasa syukur. Emotion journaling untuk fokus pada perasaan yang intens. 


Mums, itulah manfaat dan cara memulai kebiasaan baik melalui journaling setiap hari. Journaling bukanlah sebuah cara ajaib untuk menjaga mental tetap sehat maupun mencegah stres. Ini hanya sebuah cara sederhana dan cukup sehat juga efektif dalam menjaga kesehatan mental seorang ibu, sebagai sosok yang paling rentan mengalaminya. 


Kunci keberhasialn journaling ini ada pada konsistensi. Jadi, luangkan waktu setiap hari, beri kesempatan untuk tubuh dan perasaan merefleksikan apa yang terjadi hari ini. Dengan cara yang jujur dan penuh kesadaran. Dengan begitu, perlahan hati menjadi lebih tenang, menerima, dan tidak cemas berlebihan. 


Referensi : 

Springer Nature Link. 2023. The effects of a 2-week gratitude journaling intervention to reduce parental stress and enhance well-being: a pilot study among preschool parents. 

  • # Kesehatan Mental
  • # Kesehatan Wanita