Suntikan Vitamin K pada Bayi Baru Lahir, Apa Manfaatnya?
Banyak hal dilakukan dan terjadi saat bayi dilahirkan. Tentu saja mereka akan ditimbang dan diukur. Hidung mereka disedot dari kemungkinan sumbatan lendir, dan tanda-tanda vital mereka diuji. Mereka mungkin akan diberi salep atau obat tetes mata dan kemudian menjalani pemeriksaan lengkap oleh dokter anak. Sebagian bayi juga akan mendapatkan suntikan vitamin K.
Selain vitamin K, bayi baru lahir akan mendapatkan vaksin hepatitis B pertama di rumah sakit. Namun, apa sebenarnya vitamin K itu, dan apakah bayi baru lahir benar-benar membutuhkannya?
Apa fungsi vitamin K?
Vitamin K adalah vitamin yang larut dalam lemak yang membantu tubuh kita membuat gumpalan darah. Kita membutuhkan gumpalan darah untuk menghentikan pendarahan. Vitamin K juga penting untuk menjaga kesehatan tulang.
Orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar mendapatkan vitamin K dari makanan seperti sayuran hijau, daging, susu, dan telur. Bakteri sehat di usus kita, yang membentuk mikrobiom, juga menghasilkan sejumlah vitamin K.
Namun, bayi baru lahir memiliki sangat sedikit vitamin K dalam tubuh mereka. Hal ini membuat mereka berisiko mengalami pendarahan. Untungnya, hal ini mudah dicegah dengan suntikan vitamin K. Suntikan diberikan di paha bayi dalam waktu 6 jam setelah lahir.
Satu suntikan saja sudah cukup untuk melindungi bayi dari pendarahan akibat kekurangan vitamin K (VKDB). Inilah sebabnya, sebagai dokter anak telah merekomendasikan sejak tahun 1961 agar semua bayi baru lahir mendapatkan suntikan vitamin K saat lahir.
Penyebab bayi membutuhkan vitamin K
Dua alasan utama mengapa bayi baru lahir membutuhkan vitamin K:
1. Tidak cukup vitamin K dalam tubuhnya
Bayi umumnya tidak mendapatkan banyak vitamin K dari ibu selama kehamilan. Tidak seperti banyak nutrisi lainnya, vitamin K tidak mudah melewati plasenta.
2. Usus bayi belum memiliki banyak bakteri
Bakteri di usus menghasilkan vitamin K. Bayi baru lahir belum memiliki banyak bakteri baik di usus sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup vitamin K.
Pendarahan akibat kekurangan vitamin K
Bayi baru lahir yang tidak mendapatkan suntikan vitamin K dan kekurangan vitamin ini berisiko mengalami perdarahan akibat kekurangan vitamin K. Ini terjadi ketika darah bayi tidak dapat menggumpal, dan tubuh mereka tidak dapat menghentikan pendarahan.
Pendarahan dapat terjadi di luar tubuh atau di dalam tubuh yang tidak dapat dilihat oleh orang tua. Bayi dapat mengalami pendarahan di usus atau otak sebelum orang tua menyadari ada yang salah. Pendarahan otak terjadi pada sekitar setengah dari semua bayi yang mengalami perdarahan akibat kekurangan vitamin K, dan dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian.
Ada tiga jenis pendarahan akibat kekurangan vitamin K:
1. Perdarahan dini
Perdarahan ini dimulai dalam 24 jam pertama setelah lahir. Perdarahan ini biasanya terjadi ketika ibu mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mengganggu kerja vitamin K.
2. Perdarahan klasik
Perdarahan ini terjadi antara 2 hari dan 1 minggu setelah lahir. Dokter tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan sebagian besar kasus ini. Perdarahan dini dan klasik terjadi pada 1 dari 60 hingga 1 dari 250 bayi baru lahir.
3. Perdarahan lambat
Perdarahan ini terjadi antara 1 minggu dan 6 bulan setelah lahir. Perdarahan ini lebih jarang terjadi daripada perdarahan dini atau klasik, terjadi pada 1 dari 14.000 hingga 1 dari 25.000 bayi. Bayi yang tidak mendapatkan suntikan vitamin K saat lahir memiliki kemungkinan 81 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan tahap lanjut dibandingkan bayi yang mendapatkan suntikan.
Apakah suntikan vitamin K aman?
Suntikan vitamin K sangat aman. Vitamin K akan disimpan di liver bayi dan dilepaskan perlahan selama beberapa bulan ke depan. Ini memberi bayi vitamin K yang mereka butuhkan hingga mereka mulai mendapatkannya dari makanan padat dan membuatnya sendiri.
Mums mungkin pernah mendengar tentang sebuah penelitian dari tahun 1990-an tentang kemungkinan hubungan antara suntikan vitamin K dan perkembangan kanker anak-anak. Hal ini tidak hanya membuat orang tua khawatir; dokter dan ilmuwan juga khawatir. Sejak saat itu, para ahli telah melakukan berbagai macam penelitian untuk memverifikasi hubungan ini. Ternyata tidak ada penelitian yang pernah dapat menemukan hubungan itu lagi.
Beberapa orang tua mungkin meminta vitamin K oral sebagai ganti suntikan. Namun, bayi tidak dapat menyerap bentuk oral dengan baik, jadi tidak efektif mencegah perdarahan. Suntikan vitamin K adalah pilihan yang paling aman dan terbaik untuk semua bayi yang baru lahir.
Mungkin Mums berpikir, mengapa tidak dari ASI saja? Untuk Mums tahu, ASI hanya memberikan sedikit vitamin K dan tidak cukup untuk mencegah perdarahan. Bahkan bayi yang mendapat ASI eksklusif juga tidak menjamin kenaikan kadar vitamin K pada bayi,
Namun, semua ini berubah saat bayi cukup umur untuk mulai mengonsumsi makanan padat, biasanya antara usia 4 dan 6 bulan. Bakteri di usus bayi sudah mulai terbentuk dan mereka akan mulai memproduksi vitamin K.
Tanda bayi mengalami pendarahan akibat kekurangan vitamin K
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada tanda-tanda peringatan sebelumnya bahwa bayi mengalami perdarahan yang serius dan mungkin mengancam jiwa.
Bila bayi mengalami perdarahan, mereka mungkin mengalami satu atau beberapa tanda berikut:
- Pendarahan dari tali pusar atau hidung
- Kulit lebih pucat atau, pada bayi berkulit gelap, gusi pucat
- Mudah memar, terutama di sekitar wajah dan kepala
- Kotoran berdarah atau tinja hitam, gelap, dan lengket
- Muntah darah
- Warna kuning pada bagian putih mata 3 minggu atau lebih setelah lahir
- Kejang, muntah berlebihan, atau tidur terlalu banyak
Ingat ya Mums, perdarahan akibat kekurangan vitamin K pada bayi itu mudah dan aman dicegah dengan suntikan vitamin K saat lahir. Jika Mums memiliki pertanyaan atau kekhawatiran, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anak di aplikasi Teman Bumil.
Referensi:
Helthychildren. Where-We-Stand-Administration-of-Vitamin
-
# Bayi Baru Lahir
-
# Perawatan Bayi Baru Lahir
-
# TBN Kesehatan
-
# TBN 0-6 Bulan
-
# Defisiensi Vitamin
-
# Vitamin bayi