Ana Yuliastanti
06 Mei 2026
Shutterstock

Siloam Oncology Summit 2026 Tekankan Perawatan Kanker Lebih Personal

Berdasarkan Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, terdapat sekitar 408.661 kasus baru dan 242.099 kematian akibat kanker di Indonesia. Jenis kanker terbanyak adalah payudara, leher rahim, paru-paru, dan kolorektal.

 

Lebih dari 60–70% pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut. Kondisi ini menegaskan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk deteksi dini, serta perlunya penguatan sistem rujukan dan penanganan kanker terpadu.

 

Melihat kondisi tersebut, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi kembali menghadirkan forum ilmiah onkologi The 6th Siloam Oncology Summit 2026. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada 22–24 Mei 2026 di Shangri-La Hotel Jakarta.


Siloam Oncology Summit 2026 menangakat tema personalized cancer care berbasis kolaborasi multidisiplin dan pertukaran pengetahuan global, sekaligus memperkuat capacity building melalui pelatihan aplikatif untuk mempercepat diagnosis dan keputusan terapi.


Sebagai salah stau pusat perawatan kanker di Indonesia, MRCCC Siloam Semanggi menangani lebih dari 15.000 pasien per bulan. Rumah sakit ini juga terus melengkapi fasilitas pelayanan dengan teknologi mutakhir dan terus memperluas akses layanan kanker yang lebih akurat dan berpusat pada pasien.


United by Unique

Tahun ini tema Siloam Oncology Summit 2026 Sesuai tema global “United by Unique” yang sudah diluncurkan oleh Union for International Cancer Control (UICC) 2025–2027. Artinya, ke depan pendekatan kanker lebih berfokus pada individualisasi terapi, dengan mengintegrasikan kemajuan dalam precision oncology, radioterapi modern, serta pendekatan Multidisciplinary Team (MDT).


Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS, menjelaskan, “Melalui Siloam Oncology Summit 2026, kami berharap dapat memperkuat kolaborasi multidisiplin dan menjembatani keahlian global dengan praktik klinis di Indonesia.”


“Kami percaya bahwa masa depan penanganan kanker terletak pada pendekatan yang semakin personal, presisi, dan berbasis tim, sehingga setiap pasien dapat memperoleh terapi yang paling tepat dan berkualitas”, lanjut dr. Edy.


Siloam Oncology Summit 2026 menghadirkan berbagai sesi ilmiah, mulai dari rangkaian 4 sesi plenary pada hari kedua dan ketiga, 11 sesi workshop interaktif selama tiga hari, dan 24 sesi simposium di hari kedua dan ketiga. Kemudian kompetisi poster ilmiah yang menampilkan 30+ poster meliputi kategori Original Research, Case Report, Tinjauan Sistematik, dan Meta-analisis, dengan topik seputar diagnostik, terapi, hingga paliatif.


Dalam konteks terapi, radioterapi merupakan salah satu pilar utama penanganan kanker yang terus berkembang, termasuk melalui pemanfaatan teknologi CT-LINAC (Computed Tomography Linear Accelerator) yang memungkinkan visualisasi tumor secara real-time dan penyesuaian terapi dengan presisi tinggi. Pendekatan ini sejalan dengan fokus onkologi presisi yang diangkat dalam Siloam Oncology Summit 2026, yakni terapi yang adaptif dan berpusat pada karakteristik pasien.


Sesi workshop dan plenary akan menyoroti peran Integrated CT-LINAC dalam mendukung adaptive radiotherapy. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan akurasi dan efisiensi, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam merancang terapi secara real-time, sehingga menghasilkan penanganan yang lebih akurat dan berpusat pada pasien.


Siloam Oncology Summit 2026 akan menghadirkan lebih dari 11 pembicara internasional dari institusi kesehatan terkemuka di dunia, serta lebih dari 93 pembicara nasional. Sebagai konferensi onkologi multidisiplin terbesar di Indonesia, Siloam Oncology Summit 2026 mengundang berbagai pakar internasional dari berbagai institusi kesehatan global.

Adapun topik yang dibahas tahun ini di antaranya mencakup Teknologi radioterapi modern seperti Integrated CT-LINAC, serta Multidisciplinary Team (MDT) dalam perawatan kanker. Selain itu, terdapat perkembangan terbaru dari perawatan kanker payudara, kanker paru, Hematology Malignancy atau kanker darah, Gynecology Oncology atau kanker pada sistem reproduksi wanita, Gastrointestinal Oncology atau kanker pada sistem pencernaan, dan kanker lainnya. Kemudian dipaparkan juga perkembangan dari Oncology Pharmacy atau peran farmasi dalam perawatan kanker, Oncology Nursing atau perawat medis khusus kanker, dan Supportive Care yang meliputi perawatan paliatif.

 

Siloam Oncology Summit 2026 mengajak tenaga kesehatan untuk berkontribusi dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam membangun layanan kanker yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Informasi lengkap dapat diakses di https://sos2026.meirs.id.

  • # Kanker
  • # Penyakit Tidak Menular