Sama-Sama Introvert? Ini yang Perlu Kamu Tahu agar Rumah Tangga Tetap Harmonis
Memiliki pasangan introvert dalam pernikahan mungkin terkesan cocok karena akan saling memahami preferensi masing-masing. Namun di sisi lain, siapa yang akan memotivasi pasangan untuk melakukan hal-hal menyenangkan? Dan apakah pasangan sesama introvert bisa langgeng?
Kalau Mums dan pasangan yang sama-sama introvert, mungkin ada momen ketika rumah terasa sangat hening. Bukan karena ada yang marah, tapi memang begitulah cara kalian beristirahat. Tidak ada yang salah dengan itu.
Tapi seiring waktu, terutama setelah ada si Kecil di rumah, ketenangan itu bisa berubah menjadi jarak yang tanpa disadari terus melebar. Ya, pasangan introvert bisa sangat langgeng. Kuncinya bukan mengubah kepribadian, tapi memahami pola hubungan yang unik yang Mums miliki.
Tantangan introvert sebagai orang tua
Menjadi orang tua adalah salah satu hal paling "ekstrovert" yang pernah ada. Anak membutuhkan stimulasi, interaksi, dan respons terus-menerus. Pokoknya hal-hal yang justru menguras energi seorang introvert lebih cepat dari orang lain.
Bagi suami istri introvert setelah punya anak, tantangan ini semakin berlipat ganda. Siapa yang mengambil peran sosial di acara sekolah anak? Siapa yang berinteraksi dengan tetangga atau keluarga besar? Tanpa pembagian yang jelas, salah satu pihak atau bahkan keduanya, bisa mengalami kelelahan emosional yang berujung pada jarak dalam hubungan.
Yang perlu diingat oleh Mums dan Dads adalah bahwa kelelahan ini bukan tanda bahwa kamu orang tua yang buruk. Ini adalah respons alami dari tipe kepribadianmu yang perlu dikelola dengan sadar.
Kelebihan Memiliki Pasangan Sama-Sama Introvert
Menurut pakar terapi kesehatan mental, Becca Reed, pasangan introvert dalam pernikahan akan saling menghormati kebutuhan dan memiliki waktu tenang masing-masing. Seperti misalnya, mereka akan melakukan aktivitas privat bersama, seperti membaca, menonton film, atau makan malam dengan tenang, kata Reed.
Jika keduanya introvert pun, maka kemungkinan besar dapat mengurangi potensi konflik. Artinya, Mums dan pasangan dapat mengatasi masalah dengan lebih tenang meskipun salah satu cenderung mengalah.
Pasangan sama-sama introvert juga seringkali tidak menyukai basa-basi, artinya hubungan antara dua orang bisa berkembang hingga mencapai keintiman yang luar biasa.
“Introvert sering kali mencari hubungan yang bermakna dan mendalam dibandingkan interaksi yang dangkal, yang dapat mengarah pada ikatan emosional yang kuat satu sama lain,” kata Reed.
Hal ini tidak selalu terjadi pada semua orang, tetapi jika Mums mendambakan pembicaraan yang mendalam daripada pembicaraan yang dangkal, sesama introvert adalah ide bagus untuk mencari pasangan.
Yang terakhir, para introvert cenderung tidak terlalu cepat dalam menjalani hidup. “Sering kali ada preferensi bersama terhadap kehidupan yang lebih lambat dan santai, yang dapat menciptakan hubungan yang harmonis,” jelas Reed.
Kekurangan Memiliki Pasangan Sama-Sama Introvert
Senyaman apa pun dalam hidup, hubungan dua introvert tidak selalu menyenangkan. Kurang bersosialisasi bisa menjadi masalah besar. “Kedua pasangan mungkin kesulitan dalam memulai aktivitas sosial, sehingga berpotensi menyebabkan isolasi dari orang lain,” kata Reed.
Penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, orang ekstrovert adalah orang yang lebih bahagia, namun bukan berarti Mums tidak bisa sepenuhnya bahagia dengan kepribadian sebaliknya. Artinya, Mums harus ingat bahwa sesekali berkumpul dengan teman adalah hal yang menyehatkan secara emosional.
Bahkan tanpa bersosialisasi, penting bagi indra dan kesejahteraan Mums untuk sedikit keluar. Jika Mums bekerja dari rumah dan berkumpul dengan pasangan di sana juga, segalanya bisa menjadi membosankan.
"Kurangnya variasi dan pengalaman baru mungkin membuat hubungan terasa stagnan seiring berjalannya waktu. Hal ini dapat mempengaruhi rasa kegembiraan dan pertumbuhan pasangan dalam hubungan, " kata Reed.
Salah satu keuntungan dari orang ekstrovert adalah karena mereka ingin banyak bicara, mereka lebih mungkin mengkomunikasikan masalah yang muncul. Tidak terlalu banyak yang dipendam.
“Introvert sering kali memproses pikirannya secara personal dan mungkin merasa tidak nyaman mengungkapkan perasaannya secara terbuka, terutama jika hal tersebut melibatkan konflik. Hal ini dapat menyebabkan keengganan untuk mengemukakan masalah atau mendiskusikan masalah yang muncul,” kata Reed.
Tips hubungan langgeng antara pasangan introvert dalam pernikahan
Kunci untuk membuat hubungan dua orang introvert berhasil yaitu keluar dari zona nyaman sesekali untuk beberapa saat. “Keluar dari zona nyaman sangatlah penting karena hal itu membawa pertumbuhan, pengalaman baru, dan peluang untuk memperkuat hubungan,” kata Reed.
Cara keluar dari zona nyaman introvert diantaranya berusaha untuk lebih banyak bersosialisasi dan mencoba aktivitas baru. Mums dan Dads juga perlu terlibat dalam diskusi mendalam tentang kebutuhan dan perasaan masing-masing
Berikut ini adalah tips praktis untuk diterapkan bagi pasangan introvert dalam pernikahan
1. Jadwalkan "me time" masing-masing, bukan bersamaan
Ketika Mums dan Dads butuh recharge di waktu yang sama, siapa yang jaga anak? Buat kesepakatan bersama, misalnya Sabtu pagi untuk Mums, Sabtu sore untuk Dads.
2. Tentukan "juru bicara sosial" untuk situasi tertentu
Saat acara keluarga atau pertemuan RT, sepakati siapa yang lebih banyak berinteraksi. Ini bisa dilakukan secara bergantian, bukan selalu tugas satu orang. Pelajari kiat-kiat atau tips bersosialisasi di sekolah untuk orang tua introvert.
3. Gunakan komunikasi tertulis untuk topik berat
Introvert sering lebih mudah mengekspresikan diri lewat tulisan. Tidak ada yang salah dengan mengirim pesan ke pasangan yang ada di ruangan sebelah untuk memulai percakapan yang penting.
4. Ciptakan "ritual kecil" yang tidak butuh energi banyak
Nonton film bersama setelah anak tidur, atau sekadar duduk berdampingan sambil baca buku masing-masing. Aktivitas ini tetap menjadi waktu berkualitas bagi introvert.
Jika melakukan semua itu terasa menantang, daripada melakukan semuanya sekaligus, cobalah merincinya. Catat satu atau dua tanggal setiap bulan untuk Mums menjalankan salah satunya. Coba juga tetapkan tanggal yang berkelanjutan, seperti setiap hari Minggu atau Jumat terakhir setiap bulan, untuk saling menanyakan perasaan masing-masing. “Keseimbangan ini dapat memperkaya hubungan dan mencegah konflik,” kata Reed.
Melakukan semua ini tentu membutuhkan usaha, tetapi ini akan membantu hubungan Mums berkembang.
Intinya hubungan pasangan sesama introvert bisa langgeng, tapi tetap membutuhkan kerja sama untuk sama-sama berusaha mempertahankan hubungan.
Referensi:
Verywellmind. can-a-relationship-between-two-introverts-work
-
# Hubungan sehat