Ella Nurlaila
13 Mei 2026
Shutterstock

Millennial Dad: Lebih Terlibat, Lebih Ekspresif

Tren Millenial Dads yang terlihat beberapa dekade terakhir jadi angina segar dalam dunia parenting. Ayah tidak lagi hanya fokus mencari nafkah, melainkan ambil bagian dan terjun langsung mengasuh dan merawat anak-anak di waktu senggangnya. 


Millennial Dads membesarkan anak-anaknya dengan cara berbeda. Inilah yang membuat para ayah ini begitu istimewa. Mereka lebih terlibat dalam pengasuhan anak dibandingkan dengan generasi sebelumnya. 


Millennial Dads, dibutuhkan anak diapresiasi Mums


Saat para generasi milenial yang lebih tua mendekati usia 40-an tahun saat ini, banyak dari mereka telah berkeluarga dan ikut membesarkan anak-anak. millennial Dads lebih terlibat dalam membesarkan anak-anak dibandingkan para atah dari generasi sebelumnya. Millennial Dads tak ragu mengambil cuti agar bisa mengantar jemput anaknya yang baru masuk sekolah. Mau berbagi tugas pengasuhan anak dengan pasangan, inilah sosok pria sejati yang didambakan pasangan. 


Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Millenial Dads menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama anak-anak mereka. Baginya pengasuhan jadi bagian penting kehidupannya dan identitas barunya. Tidak hanya terlibat langsung dalam pengasuhan, Millenial Dads juga cenderung lebih banyak membantu pasangan dalam pekerjaan rumah tangga.


Tren ini pun melahirkan fenomena baru, yaitu normalisasi Millennial Dads mengambil cuti untuk urusan-urusan domestik yang dulu hanya jadi ranah para ibu. Cuti untuk membantu pasangan mereka mengurus anak-anak di rumah. Walhasil banyak perusahaan mengambil langkah untuk memberikan kesempatan yang sama bagi Mums dan Dads dalam hal pengasuhan anak.


Lebih dari itu, bahkan tidak sedikit Millennial Dads ini yang memilih atau menyesuaikan karier dan pekerjaannya agar bisa membersamai tumbuh kembang anak-anaknya. Dengan begitu ia punya lebih banyak waktu bersama anak-anak di rumah. Totalitas para Millenial Dads ini tentu saja tidak hanya membahagiakan anak melainkan juga meringankan tugas istri, karena mau berbagi beban pengasuhan bersama-sama. 


Tips jadi Millenial Dads yang ideal


Millennial Dads yang semakin terlibat dalam pengasuhan sehari-hari, menurut studi BMC Public Health (2024) disebutkan bahwa keterlibatan ayah mencakup 4 dimensi utama, yaitu perawatan anak (feeding, merawat), afeksi dan kasih sayang, pekerjaan rumah tangga, dan aktivitas belajar anak. 


Namun tidak semua Millennial Dads seberuntung itu, memiliki pekerjaan yang fleksibel sehingga bisa membantu pengasuhan anak. Atau pada kondisi lain tidak semua ayah milenial siap untuk sepenuhnya meninggalkan karier mereka yang selama ini dirintis dan beralih pada pekerjaan yang lebih fleksibel. 


Kabar baiknya semakin banyak ayah yang berusaha menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Nah, untuk Dads yang ingin jadi Millenial Dads yang ideal dalam pengasuhan anak berikut tips yang bisa lakukan mulai saat ini : 


1. Kehadiran yang berkualitas 

Dads, hadir itu penting, tapi hadir yang berkualitas jauh lebih penting. Bukan soal berapa lama waktu bersama anak, melainkan bagaimana kualitas interaksi itu sendiri. Caranya mudah, simpan HP saat bersama anak, tatap matanya saat bicara, dengarkan tanpa menyela. 10 menit yang fokus bersama anak jauh lebih berarti ketimbang 1 jam bersama tapi sambil scroll HP. 


2. Tunjukkan emosi, jangan disembunyikan 

Dulu sosok ayah identik kaku, berwibawa, ditakuti anak. Kini sosok ayah versi Millenial Dads lebih humanis, ekspresif dengan menunjukkan emosi, bukan menyembunyikannya. Jangan ragu untuk memeluk anak, menunjukkan empati, bahkan bilang “Ayah sayang kamu.” Hal ini membantu anak belajar mengelola emosinya. 


3. Jadilah “coach” bukan “boss”

Alih-alih memerintah, “Jangan nakal!” lebih baik ganti dengan kalimat, “Menurut kamu tadi seharusnya gimana?” Caranya ajak diskusi, bantu anak berpikir, arahkan, beri pilihan. Hal ini melatih kemampuan anak dalam mencari sosuli dan menumbuhkan kepercayaan dirinya. 


4. Masuk ke dunia anak 

Jangan dibalik ya Dads, masuk ke dunia anak bukan paksa anak masuk ke dunia orang tua. Anak akan merasa dekat jika Dads mau mengikuti dunianya. Misalnya main game bareng, nonton kartun favoritnya. Kedekatan emosional dan attachment sering lahir dari hal sederhana yang dilakukan secara tulus. 


5. Terlibat langsung

Keberadaan Millenial Dads dalam pengasuhan bukanlah basa-basi, melainkan terlibat langsung. Mulai dari mandikan anak, antar sekolah, bantu mengisi PR, bacakan cerita sebelum tidur. Anak yang sering berinteraksi dengan ayahnya akan tumbuh lebih percaya diri. 


7. Kontrol emosi sebelum mendisiplinkan

Dads sering jadi figur tegas, tapi hindari marah spontan atau membentak tanpa arah. Sebelum marah, lebih baik tarik napas dulu, kemudian jelaskan konsekuensi dengan tenang. Ingat, anak belajar dari cara Dads mengelola emosi.


8. Kompak dengan pasangan 

Mums dan Dads jadi tim pasangan yang kompak dalam pengasuhan bukan jalan sendiri-sendiri.  Parenting terbaik adalah kerja sama. Caranya diskusikan aturan soal anak, konsisten antara Mums dan Dads, saling dukung. Sehingga anak tidak bingung jika aturannya berbeda atau berubah-ubah. 


Mums, itulah tips menjadi Millenial Dads yang ideal di zaman sekarang. Ayah yang hadir secara emosional, terlibat dalam keseharian, komunikatif, dan tidak hanya mengedepankan otoritas melainkan juga jadi teman yang nyaman untuk buah hatinya. 


Millennial Dads memang lebih terlibat dalam pengasuhan, lebih ekspresif secara emosional, dan lebih dekat dengan anak. Sebab peran ayah telah berubah dari “penonton dan penerima hasil” menjadi pengasuh aktif dan sumber kedekatan emosional utama bagi anak-anak.


Referensi : 

BMC Public Health. 2024. Development and validation of a measure for father involvement during early childhood in a resource-limited context. 

  • # Parenting
  • # Gaya Hidup
  • # Untuk Ayah
  • # Parents Life