Ella Nurlaila
13 Maret 2025
Shutterstock

Mau Cepat Hamil? Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan untuk Kesuburan

Penelitian baru yang menarik menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam pola makan dan gaya hidup dapat meningkatkan tingkat kesuburan dan meningkatkan peluang seorang wanita untuk hamil. Yaitu, menambahkan lebih banyak antioksidan untuk kesuburan dalam pola makan sehari-hari. Antioksidan dapat mengurangi stres oksidatif (OS) dan pengaruh buruknya terhadap kesuburan baik bagi pria maupun wanita.


Penelitian ini ditulis oleh Dr. David Meldrum dan rekan-rekannya dalam Fertility and Sterility. Saat ini kasus infertilitas meningkat cukup pesat. Semakin banyak ditemukan di klinik kesuburan, pasangan yang berusaha untuk hamil. Mereka tidak hanya didominasi pasangan di usia mendekati 40 tahun, bahkan banyak yang masih di usia cukup muda untuk hamil, 30-an tahun. 


Usia memegang peran cukup penting dalam keseuburan pria maupun wanita. Adakah upaya yang bisa dilakukan untuk membalikkan sebagian proses penuaan reproduksi? Jawabannya adalah antioksidan. 

Baca juga: 11 Buah yang Mengandung Antioksidan untuk Ibu Hamil


Mengenal apa itu stres oksidatif


Kalau ada antioksidan maka ada oksidan. Keseimbangan oksidan-antioksidan dalam tubuh adalah proses yang luar biasa rumit. Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan dalam proses ini di mana terjadi pelepasan spesies oksigen reaktif (ROS), yang pada gilirannya merusak sel. 


Intinya, terjadi racun berupa peroksida dan radikal bebas yang merusak berbagai komponen sel bahkan sampai ke inti sel atau DNA. Sebenarnya tubuh memiliki mekanisme pertahanan melawan stres oksidatif ini, dan ini bisa dibantu dengan antioksidan.


Pemicu stres oksidatif ini bisa berasal dari kebiasaan gaya hidup tidak sehat banyak pria dan wanita, misalnya, kurangnya aktivitas fisik, makan berlebihan, dan diet tinggi gula dan lemak.


Makan berlebihan hingga obesitas menyebabkan sel melepaskan lebih banyak ROS. Saat ini obesitas meningkat seiring bertambahnya usia dan umumnya dikaitkan dengan peningkatan asupan kalori sebesar 50%–100%, sehingga memberikan penjelasan mengapa pada orang yang obesitas terjadi penurunan kesuburan atau sulit hamil.

Kaitan dan sumber antioksidan dan kesuburan

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi antioksidan dari makanan yang rendah berhubungan dengan kualitas air mani yang kurang bagus. Sebaliknya diet yang mengandung lebih banyak antioksidan dikaitkan dengan peluang keberhasilan kehamilan yang lebih besar pada wanita. 



Sumber antioksidan

Antioksidan tidak hanya untuk kesuburan, namun untuk kesehatan secara umum. Jadi dengan mengonsumsi antioksidan, maka kesehatan meningkat dan kesuburan pun bisa diupayakan meningkat.


1. Keluarga buah berry

Sumber antioksidan berasal dari makanan utuh dan biasanya berwarna mencolok atau pekat. Misalnya dalam keluarga buah berry seperty blackberry, blueberry, stroberi, delima, dan cranberry. Buah-buahan ini mengandung antioksidan yaitu antosianin, asam ellagik, dan resveratrol.



2. Teh hijau

Teh hijau merupakan antioksidan yang baik yaitu polifenol. 


3. Coklat hitam

Coklat hitam atau dark chocolate mengandung senyawa organik polifenol, flavanols, catechin yang secara biologis berfungsi sebagai antioksidan. 


Sumber antioksidan lain berasal dari sayuran berwarna gelap, dan rempah-rempah seperti jinten, kunyit, jahe, dan oregano.


Rekomendasi cara mengonsumsi antioksidan dan dosisnya


Jadi buat pasangan yang sedang mengupayakan kehamilan, mulai saat ini lebih banyak mengonsumsi antioksidan yang bisa didapatkan dari makanan sehari-hari. Berikut rekomendasinya:


Untuk pria usia 40 tahun dan/atau dengan air mani yang tidak normal (jumlah, motilitas, dan/atau morfologi yang rendah):


1. Diet buah-buahan

Diet sehat dengan buah-buahan (terutama beri) dan sayuran, lebih sedikit daging merah dan tanpa lemak trans (donat, kue kering Prancis, makanan yang digoreng).


2. Omgea-3

Tambahkan Omega-3 (minyak ikan) 500-1.000 mg setiap hari. Asam lemak omega-3 dapat meningkatkan morfologi sperma. Omega-3 mengurangi stres oksidatif, penyempitan pembuluh darah, dan meningkatkan efek antioksidan.


Pertimbangkan untuk meningkatkan omega-3 menjadi 1.000 hingga 2.000 mg. Dalam satu penelitian dengan dosis 1840 mg selama 8 bulan, hasilnya menunjukkan semua parameter air mani membaik.


Ikan mengandung banyak omega-3. Konsumsi ikan telah dikaitkan dengan peningkatan implantasi embrio.


3. Vitamin C dan E

Tambah antioksidan berupa 500-1.000 mg vitamin C, 200 IU vitamin E, dan teh hijau (1-3 cangkir per hari). 


4. Asam folat

Pertimbangkan untuk menambahkan asam folat, 400 mikrogram dan seng, 15-30 mg per hari karena beberapa penelitian telah menunjukkan manfaat bagi sperma. Zat-zat ini terdapat dalam banyak multivitamin.


5.  L-citrulline

Pertimbangkan untuk menambahkan 2 gram L-citrulline


6. Koenzim Q-10

Pertimbangkan untuk menambahkan Koenzim Q-10, 200 mg dua kali sehari. Dalam satu penelitian, zat ini merangsang motilitas sperma. Koenzim Q-10 juga dapat meningkatkan kualitas sel telur yang menua. Koenzim Q-10 bahkan dapat memperbaiki ketidaksejajaran kromosom yang menjadi ciri oosit (sel telur) yang lebih tua.


Untuk melihat efek antioksidan untuk kesuburan, direkomendasikan mengonsumsi minimal selama 30 hari, dan efek penuhnya bisa dilihat dalam 90 hari. Mums dan Dads bisa mendapatkan artikel speutar promil di aplikasi Teman Bumil.


Referensi:

  • # Makanan Sehat
  • # Antioksidan