Ciri-ciri Bayi Kuning dan Perawatannya yang Tepat
Bayi kuning, begitu awam menyebutnya. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah jaundice, merupakan kondisi umum yang terjadi pada bayi baru lahir. Tidak berbahaya memang, namun ciri-ciri bayi kuning perlu dikenali dan jangan diabaikan.
Ciri-ciri bayi kuning yang paling nyata adalah pagi bagian putih matanya yang berwarna kekuningan. Faktanya sekitar 60% bayi yang lahir cukup bulan mengalami jaundice ini. Pada bayi prematur, resikonya menjadi lebih besar sekitar 80% dan dampaknya bisa lebih serius.
Ciri-ciri Bayi Kuning yang Perlu Dikenali
Walaupun tidak ada keluhan berarti, ciri-ciri bayi kuning bisa kenali dengan mata telanjang. Kabar baiknya, bayi kuning pada kondisi tertentu bisa hilang dengan sendirinya, tanpa intervensi apa pun. Namun, dokter mungkin akan menyarankan terapi cahaya atau opsi pengobatan lainnya.
Berikut ini ciri-ciri bayi kuning yang perlu diperhatikan dan lazim terjadi pada bayi baru lahir :
1. Kulitnya kuning
Sesuai namanya, ciri-ciri bayi kuning akan terlihat dari kulitnya yang berwarna kuning. Ini merupakan ciri utama dari jaundice yang akan dengan mudah dikenali. Warna kuning biasanya dimulai dari wajah, lalu menyebar ke dada, perut, dan akhirnya di bagian tangan serta kaki mungil si Bayi.
2. Kuning pada mata
Bagian putih mata seharusnya berwarna putih, tapi tidak pada bayi kuning. Bagian putih tersebut justru berwarna kuning. Hal ini sering kali lebih mudah terlihat pada bayi dengan kulit yang lebih gelap ketimbang bayi yang berkulit putih.
3. Kuning di bawah lidah
Area tubuh yang ikut berwarna kuning adalah bagian bawah lidah. Pada beberapa kasus, warna kuning pada bayi baru lahir juga dapat terlihat di area bawah lidah. Hal ini bisa terlihat jelas ketika bayi mengangkat lidahnya ke atas saat menangis.
4. Setelah 2-3 hari
Perubahan warna kuning pada bayi ini biasanya terjadi setelah 2-3 hari dari kelahirannya. Kondisi ini dapat bertahan beberapa minggu jika tidak bisa hilang dengan sendirinya. Atau tidak dilakukan intervensi medis.
5. Indikasi kondisi darurat
Tidak semua bayi kuning bisa hilang dengan sendirinya. Ada beberapa ciri-ciri bayi kuning yang masuk dalam kategori darurat, bila menunjukkan beberapa kondisi serius seperti tidak mau menyusui atau popoknya tidak basah, sulit dibangunkan dan tampak lemas. Juga menangis terus menerus dengan suara tinggi. Atau bayi tampak kaku, tubuhnya melengkung maupun gerakan mata bayi tampak aneh atau tidak biasa.
Faktor Risiko Bayi Kuning
Ada sejumlah hal yang bisa menjadi faktor risiko menyebabkan bayi kuning. Faktor risiko bayi baru lahir mengalami kuning, di antaranya :
Lahir sebelum usia kehamilan 7 minggu, atau bayi prematur. Hal ini karena organ hatinya yang berperan besar dari mengolah bilirubin belum berkembang maksimal.
Ras Asia Timur atau Mediterania, disinyalir memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami bayi kuning.
Bayi yang mengalami kesulitan menyusu karena berbagai faktor penyebabnya. Karena itu, salah satu solusi mengatasi bayi kuning karena ASI adalah dengan memberikan ASI sesering mungkin.
Faktor keturunan juga ikut andil dalam hal ini. Bayi yang memiliki saudara kandung yang pernah mengalami jaundice akan berisiko mengalami hal serupa saat lahir.
Golongan darah ibu ikut andil memicu terjadinya bayi kuning, yaitu lahir dari ibu yang memiliki golongan darah O atau Rh negatif.
Perawatan Bayi Kuning
Pada beberapa kasus, bayi kuning bisa hilang dengan sendirinya dalam durasi 1-2 minggu. Namun kondisi ini tergantung pada pemicunya juga. Jika bayi kuning tidak menunjukkan perbaikan berarti, dokter akan merekomendasikan beberapa langkah medis untuk mengatasinya.
Berikut ini cara perawatan bayi kuning :
1. Pemberian ASI atau formula ekstra
Memberikan lebih banyak ASI atau susu formula tertentu akan membantu bayi kuning buang air besar lebih sering. Hal ini akan membantu membersihkan bilirubin dari tubuhnya. Jika bayi kesulitan menyusui, disarankan memberi ASI yang dipompa menggunakan botol.
2. Fototerapi
Dokter akan meletakkan bayi di bawah cahaya khusus atau sinar biru-hijau, yang membantu memicu bilirubin keluar dari tubuh melalui urin. Bayi hanya akan menggunakan popok agar kulitnya bisa menyerap cahaya secara maksimal dengan pelindung mata khusus.
3. Immunoglobulin intravena (IVIg)
Jika bayi kuning disebabkan oleh perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi, dokter mungkin akan memberikan protein darah melalui intravena untuk membantu menghentikan pemecahan sel darah merah.
4. Transfusi darah
Jika kondisi sangat parah dan tidak kunjung membaik, transfusi darah menjadi solusinya. Prosedur ini melibatkan pengambilan sedikit darah bayi dan menggantinya dengan darah dari pendonor yang cocok. Perawatan NICU menjadi pilihan untuk melakukan prosedur ini.
Itulah ciri-ciri bayi kuning, faktor risiko, dan perawatan yang dibutuhkan untuk mengatasi problem bayi kuning. Apa pun penyebab bayi kuning, kadang membuat Mums panik dan bingung mesti melakukan apa. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak untuk memastikan kondisi bayi kuning masih dalam tahap aman atau sebaliknya.
Ingat ya Mums, jangan mengintervensi sendiri sebelum berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari kesalahan yang bisa berakibat fatal. Untuk berkonsultasi via online, Mums bisa melakukannya di aplikasi Teman Bumil dan dapatkan informasi menarik seputar dunia parenting di dalamnya.
Referensi :
Webmd. digestive-diseases-jaundice
-
# Bayi Baru Lahir
-
# Perawatan Bayi Baru Lahir
-
# Permasalahan Bayi Baru Lahir
-
# Bayi kuning karena Menyusui (Breastmilk Jaundice)