Ella Nurlaila
29 Mei 2024
shutterstock

Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur dan Penyebabnya

Kehamilan yang sehat dan ideal adalah kehamilan cukup bulan sekitar 37-40 minggu. Namun bila bayi lahir sebelum usia kehamilan menginjak 37 minggu, maka disebut dengan kelahiran prematur atau belum cukup bulan.


Kelahiran prematur sebenarnya bisa dihindari sejak dini. Bahkan jauh ketika akan membuat program hamil. Itu sebabnya calon ibu perlu mengetahui apa saja cara mencegah bayi lahir prematur jauh-jauh hari, agar kehamilan berjalan lancar dan lahir cukup bulan. 

Penyebab Kelahiran Prematur 

Kelahiran prematur bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Terkadang, dokter dan tim medis harus mengambil tindakan persalinan lebih awal karena alasan medis. Selain itu, kelahiran prematur bisa terjadi disebabkan oleh : 

  • Kondisi kesehatan kronis seperti diabetes atau penyakit jantung. 

  • Masalah plasenta seperti plasenta previa

  • Preeklamsia yang dialami oleh ibu hamil 

  • Kehamilan kembar yang memiliki sekitar 60% risiko lahir prematur 

  • Masalah anatomi rahim atau leher rahim 

  • Pendarahan vagina atau infeksi selama kehamilan

  • Merokok, mengonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang


  • Baca juga: Cara Mempercepat Proses Melahirkan Normal


    Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur 

    Memang pada beberapa wanita memiliki risiko melahirkan bayi prematur. Yaitu mereka yang memiliki leher rahim pendek atau lemah, atau yang mempunyai riwayat melahirkan bayi prematur sebelumnya. Pada mereka ini, biasanya dokter akan merekomendasikan dilakukan perawatan sebagai cara mencegah bayi lahir prematur seperti : 


    1. Suntikan Hormon progesteron

    Memberikan hormon progesterone melalui suntikan atau melalui vagina. Hal ini dapat membantu menurunkan risiko kemungkinan melahirkan prematur bagi wanita yang pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya, termasuk mereka yang memiliki leher rahim pendek. 


    2. Cerclage 

    Yaitu sebuah prosedur menjahit penutup leher rahim untuk membantu mencegah kelahiran prematur. Prosedur ini selain untuk mereka yang memiliki riwayat melahirkan prematur, juga berlaku untuk mereka yang pernah keguguran, yang memiliki leher rahim pendek, atau yang memiliki leher rahim yang melebar atau terbuka terlalu dini. 


    Kelahiran prematur tidak selalu bisa dicegah. Namun, tetap bisa dilakukan langkah-langkah menurunkan risiko melahirkan terlalu cepat.

    Berikut saran yang bisa dilakukan sebagai salah satu cara mencegah kelahiran prematur : 

    • Konsultasikan sejak dini dan teratur selama kehamilan untuk mendapatkan perawatan prenatal. 

  • Pastikan kondisi kesehatan terjaga, hindari berbagai masalah kesehatan seperti diabetes kehamilan, tekanan darah tinggi, termasuk depresi. 

  • Jangan merokok, mengonsumsi alkohol apalagi obat-obatan terlarang yang bisa mengganggu kehamilan. 

  • Konsumsi makanan bernutrisi dan bergizi tinggi sebagai makanan yang sehat selama masa kehamilan agar nutrisi harian ibu dan janin tercukupi dengan baik. 

  • Pertambahan berat badan yang sehat dan proporsional, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

  • Lindungi diri dari infeksi, caranya pastikan selalu mencuci tangan dengan sabun secara baik dan benar. 

  • Hindari mengonsumsi ikan dan daging mentah atau keju yang tidak dipasteurisasi untuk menghindari risiko terpapar infeksi dari bakteri yang ada pada makanan tersebut. 

  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah terjadinya kontaminasi infeksi menular seksual (IMS). 

  • Jangan mengganti kotoran kucing yang berisiko menularkan infeksi pada ibu hamil.

  • Kelola stress dengan baik agar tidak memengaruhi kehamilan dan berisiko menyebabkan kelahiran prematur.

  • Sebelum melakukan program hamil, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan prenatal secara teratur agar mendapatkan kehamilan yang sehat. 


  • Mums, pahami bahwa sangat penting mencegah kelahiran prematur, sebab bayi yang lahir prematur memiliki sejumlah risiko kesehatan yang sangat serius. Banyak organ vital seperti otak, paru-paru, dan hati yang masih tumbuh dan berkembang di minggu-minggu terakhir kehamilan. Pada bayi prematur mungkin akan mengalami kesulitan untuk tetap bertahan di tengah keterbatasan organ-organ vital yang belum matang. 


    Cara mencegah bayi lahir prematur yang terbaik adalah dengan melakukan konsultasi kehamilan secara rutin, menjaga segala kondisi kesehatan selama kehamilan, dan menjalani gaya hidup sehat sebelum dan selama kehamilan. Saat berkonsultasi kehamilan, jujurlah dengan kondisi yang dialami, misalnya pernah memiliki riwayat melahirkan prematur sebelumnya. Jangan ada yang dirahasiakan, agar dokter kandungan bisa memitigasi risiko kelahiran dini dan bisa mengambil tindakan sebagai cara mencegah bayi lahir prematur. 

    Referensi : 

    Clevelandclinic. premature birth

    • # Prematur
    • # Kelahiran prematur