5 Alasan Mums Tidak Boleh Asal Mengikuti DIY Skincare
Banyak wanita hobi bereksperimen dengan berbagai DIY, termasuk dalam urusan perawatan kulit. Skincare yang dibuat sendiri menggunakan bahan-bahan alami dipercaya lebih baik daripada skincare buatan pabrik. Namun, apakah anggapan ini benar?
Sayangnya, skincare buatan sendiri atau DIY belum tentu lebih baik daripada yang diproduksi pabrik kosmetik. Bahkan, tak jarang skincare DIY membawa lebih banyak bahaya. Agar Mums tidak jadi korban, mari kita cari tahu apa saja bahaya skincare DIY!
Bahaya Skincare DIY
Scrub dari ampas kopi, masker telur dan lemon, pasta gigi untuk obat jerawat, hanyalah segelintir skincare DIY yang sangat populer. Namun, banyak yang tidak menyangka bahan-bahan ini ternyata bisa menimbulkan bahaya bagi kulit. Inilah bahaya skincare DIY yang perlu Mums ketahui.
1. Kita tidak tahu cara kerja bahan tersebut
Menggunakan bahan-bahan dapur untuk membuat skincare bisa menimbulkan efek negatif. Pasalnya, kita tidak dapat sepenuhnya memahami bagaimana kombinasi bahan-bahan tersebut bekerja sama sehingga dapat membahayakan kulit.
Misalnya, buah-buahan mengandung bahan aktif tertentu yang jika diaplikasikan pada kulit dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan. Inilah kenapa para ahli perlu melakukan riset dan uji coba selama bertahun-tahun dalam memformulasikan bahan-bahan yang berbeda secara bersama-sama untuk mengetahui proporsi apa yang baik untuk kulit.
2. Produk buatan rumah tidak mengandung bahan pengawet sehingga bakteri mudah berkembang biak
Beberapa bahan dapur mungkin memang memiliki khasiatnya masing-masing untuk kulit. Namun, jika tidak diawetkan dengan baik, bakteri bisa berkembang biak di sana dan memicu berbagai masalah kulit.
Misalnya, orang cenderung menggunakan putih telur sebagai masker. Namun, telur merupakan salah satu bahan yang rentan terkontaminasi bakteri, misalnya Salmonella.
Tanpa pengawet yang efektif, bahan-bahan tersebut dapat memperburuk masalah kulit. Tidak ada cara rumahan yang efektif untuk menjaga keamanan bahan-bahan tersebut, sehingga bakteri dapat menyebar. Jika bakteri ini menempel di kulit, ini bisa memicu munculnya jerawat dan berbagai masalah kulit lainnya.
3. Scrub yang tidak dipoles dapat menimbulkan luka mikroskopis pada kulit
Scrub yang dibuat oleh produsen kosmetik telah dipoles sedemikian rupa agar tidak menyebabkan luka mikroskopis pada kulit. Sebaliknya, scrub dari bahan-bahan dapur tidak melalui proses pemolesan.
Menggosok kulit dengan kopi, garam, atau gula dapat menyebabkan luka mikroskopis yang memungkinkan bakteri masuk ke dalam kulit. Ini akan menyebabkan koreng, bekas luka, infeksi, dan perubahan warna kulit.
4. Efektivitasnya patut dipertanyakan
Selain masalah keamanan, efektivitas skincare DIY juga patut dipertanyakan. Banyak orang mengklaim bahwa tidak adanya bahan kimia dan pengawet membuat bahan-bahan alami lebih baik untuk kulit.
Namun, belum ada cukup bukti ilmiah yang mendukung efektivitas produk perawatan kulit buatan sendiri. Produsen skincare banyak berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan, memastikan mereka dapat menghasilkan produk yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah kulit.
5. Alergi
Hanya karena suatu bahan disebut alami bukan berarti bahan tersebut sudah pasti aman digunakan pada kulit. Tanpa pengetahuan dan penelitian yang tepat, skincare buatan sendiri dapat menyebabkan berbagai risiko. Misalnya, rempah-rempah terkenal akan manfaat kesehatannya. Namun, jika dioleskan ke kulit, banyak di antaranya yang dapat menimbulkan sensasi terbakar, kemerahan, iritasi dan banyak lagi.
Selain itu, banyak minyak esensial murni yang dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi. Karenanya, produsen skincare biasanya menambahkan minyak pembawa untuk menghindari efek negatif dari minyak esensial.
Itulah bahaya skincare DIY. Jadi, jangan asal-asalan membuat skincare dari bahan dapur ya, Mums. Bahan-bahan dapur rentan menjadi rumah bakteri berkembang biak, memicu alergi, dan Mums tidak tahu bagaimana bahan-bahan tersebut saling bereaksi. Jadi, belilah skincare yang sudah terdapat label BPOM dan sesuai dengan kebutuhan kulit Mums.
Referensi
DermLetter. DIY Skincare: The Controversy
Rich Skxn. DANGERS OF DIY SKIN CARE
-
# Perawatan Tubuh
-
# Gaya Hidup
-
# Kulit
-
# Skin care