Ella Nurlaila
22 Maret 2025
Shutterstock

Sama-sama Reproduksi Berbantu, Kenali Perbedaan IVM dan IVF

Tidak semua wanita beruntung bisa mendapatkan kehamilan dengan cara alami. Di luar sana sangat banyak pasangan yang harus berjuang untuk bisa mendapatkan kehamilan. Salah satunya dengan menempuh cara intervensi melalui metode IVM maupun IVF. Walaupun keduanya memiliki tujuan yang sama, namun ada sejumlah perbedaan IVM dan IVF.


Sebelum mengenal lebih jauh perbedaan IVM dan IVF, ada baiknya mengenal defisini keduanya terlebih dahulu. IVM atau In Vitro Maturation merupakan proses pematangan sel telur di laboratorium sebelum dilakukan pembuahan oleh sperma. Sementara IVF atau in vitro fertilization merupakan teknik reproduksi berbantu yang sepenuhnya dilakukan di laboratorium atau dikenal dengan istilah bayi tabung. 

Baca juga: Menghitung Biaya Bayi Tabung


Perbedaan IVM dan IVF 


Baik IVM maupun IVF keduanya sama-sama merupakan teknik reproduksi berbantu yang bertujuan terjadinya pembuahan oleh sperma terhadap sel telur untuk terjadinya kehamilan. Di balik tujuan yang sama, ada sejumlah perbedaan IVM maupun IVF yang cukup signifikan. 


Namun perbedaan IVM dan IVF ini memang bukan tanpa alasan. Mengingat karaktek teknik keduanya yang jelas berbeda. Juga latar belakang kondisi maupun kebutuhan yang sangat bervariasi pada setiap pasangan usia subur ikut memengaruhi keputusan mana metode yang tepat. 


Berikut ini perbedaan IVM dan IVF yang perlu diketahui : 


1. Prosedur

Salah satu perbedaan IVM dan IVF adalah prosesnya. Pada IVM, sel telur yang masih belum matang diambil dari ovarium tanpa atau dengan sedikit stimulasi hormon. Caranya sel telur dimatangkan di laboratorium sebelum dibuahi dengan sperma. Lalu embrio yang berkembang ditanamnkan ke dalam rahim. 


Sementara pada IVF, prosesnya wanita harus menjalani beberapa suntikan hormon untuk merangsang pematangan sel telur di dalam ovarium. Sel telur yang matang kemudian diambil dan dibuahi di laboratorium. 


2. Kebutuhan USG dan tes darah 

Dalam prosedur IVM, hanya memerlukan beberapa tes darah dan USG transvaginal dalam waktu kurang dari satu minggu. Selain itu, dosis hormon dalam IVM sebesar 90% lebih rendah dibandingkan dengan prosedur IVF, yang membuat IVM lebih aman dan lebih murah biayanya. 

 

Sementara dalam prosedur IVF ini, pasien mesti menjalani tiga kali USG dan lima tes darah dalam satu bulan. itulah sebabnya prosedur IVF lebih rumit dan biayanya lebih mahal dibandingkan dengan IVM. 


3. Kondisi yang membutuhkan 

Pada teknik IVM, ada sejumlah latar belakang yang membuat dokter dan pasien memilih opsi ini. Di antaranya, cocok untuk Mums yang ingin menghindari atau mengurangi stimulasi hormon berlebihan. Seperti penderita PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yang berisiko tinggi mengalami OHSS (Ovarium Hiperstimulation Syndrome) jika menjalani prosedur IVF. Teknik ini juga cocok untuk wanita yang sedang dalam pemulihan atau remisi kanker, karena terapi hormon dapat merangsang sel kanker yang tersisa. 


IVF cocok untuk beberapa kondisi seperti, wanita dengan masalah tuba falopi yang rusak atau tersumbat, endometriosis yang cukup berat, gangguan ovulasi atau hormon yaitu penderita PCOS, maupun infertilitas pria karena faktor kualitas maupun kuantitas sperma, maupun problem infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya. 


4. Keunggulan dan kelemahan 

Keunggulan IVM terletak pada kemampuannya mengurangi risiko OHSS karena tidak memerlukan banyak obat hormon, harga yang relatif lebih murah karena prosedur yang lebih singkat. Sementara itu kelemahan IVM di antaranya peluang keberhasilannya lebih rendah dibandingkan dengan metode IVF karena sel telur dimatangkan secara alami di luar tubuh. Selain itu belum tersedia secara luas, karena tergolong teknik yang relatif baru dibandingkan dengan IVF.


Keunggulan IVF, lebih umum digunakan karena tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Solusi untuk berbagai masalah infertilitas, mengurangi risiko keguguran, bisa memilih embrio yang sehat termasuk memilih kehamilan kembar, mengatur waktu kehamilan, hingga pembekuan sel telur pada pasien kanker sebelum menjalani pengobatan. Namun kelemahan IVF di antaranya biaya yang relatif mahal, dalam sekali siklus berkisar 200-300 juta rupiah tergantung rumah sakitnya, proses yang panjang dan melelahkan. 


Mums, itulah perbedaan IVM dan IVF yang keduanya memiliki keunggulan serta kelemahan masing-masing. Pada akhirnya keputusan untuk memilih mana metode kehamilan berbantu, terletak pada pasien dan dokter yang menjadi konsultannya. Semua disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien itu sendiri. Apa pun metode yang dipilih, pastikan pasangan usia subur sudah mendapatkan pemahaman yang baik terkait perbedaan IVM dan IVF ini. 


Untuk Mums yang ingin berkonsultasi secara online tentang perbedaan IVM dan IVF maupun seputar kehamilan lainnya, bisa menggunakan mengunduh aplikasi Teman Bumil dan dapatkan kesempatan untuk bergabung dengan komunitas Teman Bumil di sini.


Referensi : 

Americanpregnancy. ivm-in-vitro-maturation

  • # Bayi tabung
  • # Program Hamil
  • # Infertilitas