GueSehat
07 Oktober 2026
Shutterstock

Mengenal Obat Derivat Plasma yang Didapatkan dari Donor Plasma

Geng Sehat pasti sudah familiar dengan donor darah, bahkan rutin melakukan donor darah. Namun apakah Geng Sehat pernah mendengr tentang donor plasma? Masyarakat Indonesia masih belum banyak yang mengenal donor plasma. Padahal, plasma merupakan komponen penting dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP), Obat-obat ini dibutuhkan untuk mendukung perawatan pasien dengan berbagai kondisi medis.

 

Yuk, kenali lebih dalam tentang donor plasma dan PODP ini dan bagaimana teknologi saat ini memungkinkan produksi PDOP secara luas?

 

Perbedaan Donor Darah dan Donor Plasma

Sebelum bicara tentang Produk Obat Derivat Plasma (PODP), perlu dipahami perbedaan donor darah dan donor plasma. Donor darah adalah darah secara keseluruhan di dalamnya ada banyak komponen sel-sel darah. Biasanya dilakukan setiap 2 bulan sekali untuk laki-laki dan 3 bulan sekali untuk perempuan. 

 

Sedangkan donor plasma adalah hanya mengambil atau mendonorkan plasmanya saja, salah satu komponen pada darah. Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, menjelaskan, “Plasma merupakan komponen terbesar dalam darah, mencakup sekitar 55% dari volume darah. Di dalamnya terdapat berbagai protein penting, termasuk albumin, antibodi dan faktor pembekuan," jelasnya. 

 

Donor plasma dilakukan secara rutin setiap dua bulan sekali. Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari komponen darah lainnya, dan komponen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma. Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan dan imunodefisiensi.

 

Donor plasma untuk Produk Obat Derivat Plasma (PODP)

Plasma yang diambil dari donor kemudian diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP).Berbeda dengan obat yang umumnya diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia sehingga ketersediaannya sangat bergantung pada kontribusi donor plasma dan sistem pengambilan plasma yang aman dan andal. Perjalanan ketersediaan plasma dimulai dari donor yang memenuhi persyaratan serta proses pengambilan plasma yang sesuai ketentuan.

 

dr. Linda Lukitari Waseso, Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, menekankan bahwa keberadaan donor plasma, praktik pengambilan plasma yang aman, serta layanan darah dan plasma yang memadai merupakan bagian penting dalam mendukung ketersediaan plasma. 

 

Keberlanjutan ketersediaan PODP membutuhkan ekosistem yang kuat dan terintegrasi, yang menghubungkan donor plasma, pengambilan plasma, pengolahan plasma, layanan kesehatan oleh tenaga medis, hingga pasien.

 

Dalam rangka memperingati International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026, yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 dengan tema global “Plasma Powers Possibility”, PT Takeda Indonesia menyelenggarakan media gathering untuk memberikan edukasi dan sosialiasi seputar donor plasma dan PODP. Dalam acara ini hadir perwakilan dari Kemenkes, PMI, Yayasan yang menaungi pasien dengan kebutuhan terapi obat derivat plasma, dan undangan lainnya yang terkait. 

 

Siapa yang Mendapatkan Manfaat PDOP?

 

Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), menambahkan, Produk Obat Derivat Plasma (PODP) berperan penting dalam pengobatan, seperti pada pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu lainnya, seperti hemofilia dan imunodefisiensi primer.

 

Akses terhadap pengobatan ini menjadi tantangan. Oleh karena itu, penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri.

 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Takeda menjadikan pengalaman dan keahlian globalnya dalam pengumpulan dan pengolahan plasma untuk mendukung penguatan infrastruktur plasma di Indonesia. Melalui jaringan BioLife di berbagai negara, Takeda akan mendukung pengembangan jaringan pengambilan plasma di Indonesia dengan mengacu pada standar mutu, keamanan, dan regulasi yang berlaku.

 

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Life Sciences, menyampaikan, “Produk Obat Derivat Plasma memiliki peran penting dalam mendukung pasien yang hidup dengan kondisi kompleks dan mengancam jiwa. Di Indonesia, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan mendukung pengembangan ekosistem plasma yang berkelanjutan merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan."

  • # Donor darah
  • # Hemofilia
  • # Imunologi