Ella Nurlaila
05 Maret 2025
Shutterstock

Mau Promil, Penting untuk Tahu Siklus Haid Mums

Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kehamilan adalah memiliki siklus haid yang normal. Namun bukan berarti yang siklus haidnya tidak normal tertutup kemungkinan untuk bisa hamil. Hanya saja butuh upaya lebih untuk bisa hamil. 


Siklus haid yang normal memiliki sejumlah ciri khusus yang mudah dikenali. Kondisi ini memang tidak dimiliki oleh semua wanita. Maka beruntunglah mereka yang memiliki siklus haid yang normal. 

Baca juga: Makanan Terbaik untuk Promil, Meningkatkan Peluang Hamil


Ciri-ciri Siklus Haid yang Normal 

Umumnya wanita mendapatkan haid pertamanya di usia 10-15 tahun, meskipun ada yang lebih awal atau lebih lambat dari rentang usia tersebut. Siklus bulanan ini dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Umumnya berlangsung sekitar 28 hari. Panjang siklusnya bervariasi ada yang 24, 28, maupun 34 hari. 


Mums, batasan defisini siklus haid yang normal berbeda bagi setiap orang. Karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya perubahan hormon. Berikut ini ciri-ciri siklus haid yang normal : 


1. Siklus haid teratur 

Setiap bulannya, tubuh wanita usia reproduksi, mempersiapkan diri untuk hamil. Ovarium melepaskan sel telur, hormon-hormon naik dan turun. Inilah siklus haid, yang dimulai pada hari pertama haid terakhir dan berakhir pada hari pertama haid berikutnya. Meskipun rata-rata siklus haid yang normal itu 28 hari, namun rentang waktu 21-45 hari masih dianggap siklus haid yang normal.  


2. Durasi 

Karakteristik siklus haid yang normal juga ditentukan oleh durasi atau berapa lama haid itu tejadi. Durasi ini bisa sangat bervariasi. Siklus haid yang normal umumnya berlangsung selama 3-5 hari. Namun durasi antara 2-7 hari pun masih dianggap sebagai siklus haid yang normal. 


3. Volume darah haid 

Jika sel telur yang dilepaskan oleh ovarium setiap bulannya tidak dibuahi, maka lapisan rahim akan terkelupas melalui vagina. Inilah yang disebut dengan darah haid. Jumlah atau volume darah haid yang keluar dari tubuh seseorang disebut aliran darah haid. Apapun kategori aliran darahnya, baik ringan, sedang, maupun berat masih bisa dianggap sebagai siklus haid yang normal. 


4. Gejala siklus haid yang normal 

Ada beberapa gejala dari siklus haid yang normal. Seperti payudara terasa nyeri menjelang atau saat haid datang. Ada pula yang merasakan kembung, bad mood, sensitive, maupun timbul jerawat, gangguan tidur. Pada siklus haid yang normal, semua gejala tersebut bisa dibilang relatif ringan maupun sedang. Bila gejalanya sangat berat, bisa jadi mengindikasikan siklus haid yang tidak normal, bahkan ada masalah kesehatan yang serius. 


Indikasi Siklus Haid tidak Normal 


Untuk mengetahui apakah siklus haid Mums normal atau tidak, umumnya dalam waktu 3 bulan, Mums sudah bisa mendapatkan gambaran tentang siklus haid sendiri. Apakah Mums memiliki siklus haid yang normal atau sebaliknya. 


Dalam rentang waktu 3 bulan ini, harap dicatat baik-baik beberapa point berikut yang mengindikasikan siklus haid yang tidak normal : 


1. Kapan menstruasi dimulai dan berhenti

Coba diingat-ingat, kalau perlu dicatat periode haid selama 3 bulan terakhir. Hal ini untuk memastikan apakah Mums memiliki siklus haid yang normal atau sebaliknya, siklus haid yang tidak normal. 


2. Volume darah haid 

Seberapa ringan atau berat aliran darah haid pada setiap bulannya. Ringan atau berat aliran maupun volume darah yang haid yang keluar bisa menjadi salah satu indikasi siklus haid yang normal maupun sebaliknya. 


3. Adakah gumpalan darah?

Pertanyaan ini sangat penting untuk dijawab. Jika tidak, bisa dibilang Mums memiliki siklus haid yang normal. Sebaliknya, jika ada gumpalan darah yang keluar setiap kali haid, waspadalah tandanya ada sesuatu yang cukup serius dan perlu dikonsultasikan ke dokter. 


4. Frekuensi penggantian pembalut atau tampon 

Hal ini berkaitan dengan aliran atau volume darah haid seseorang. Jadi, seberapa sering Mums mengganti pembalut atau tampon? Jika sering, tandanya alirannya cukup deras, volumenya banyak. Perlu pemeriksaan ke dokter jika terlalu sering mengganti pembalut karena tidak cukup menampung derasnya aliran darah haid.  


5. Kram yang dialami 

Seberapa parah kram yang dialami maupun gejala PMS lainnya. Jika cukup parah, jangan diabaikan. Segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Bisa jadi, ini indikasi adanya sesuatu yang cukup serius dalam organ reproduksi. 


6. Perdarahan di luar siklus haid

Jika siklus haid berakhir namun masih ada perdarahan di luar itu, mesti dicurigai adanya sesuatu yang tidak lazim di tubuh. Karena itu segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 


Mums, itulah indikasi siklus haid yang normal dan siklus haid yang tidak normal. Perhatikan bagaimana siklus haid yang Mums alami. Hal ini sangat penting apalagi bila Mums berencana untuk program hamil dalam waktu dekat. Untuk mendapatkan berbagai referensi artikel seputar siklus haid yang normal di aplikasi Teman Bumil dan dapatkan kesempatan berkonsultasi dengan para dokter kandungan terpercaya. 

Referensi : 

WebMD. normal-period

  • # Menstruasi
  • # Program Hamil
  • # Gangguan menstruasi