Ella Nurlaila
28 Februari 2025
Shutterstock

Manfaat Jahe untuk Ibu Hamil

Jahe telah digunakan sebagai obat herbal dan terapeutik selama berabad-abad. Kita semua dapat menambahkan jahe ke makanan atau minuman untuk mendapatkan rasa yang lezat dan banyak manfaat kesehatan. Nah manfaat jahe untuk ibu hamil juga tidak diragukan. Tanaman ini membantu mengatasi mual di pagi hari, dan banyak lagi! Berikut adalah khasiat kesehatan jahe untuk kehamilan.


Sekilas tentang tanaman jahe

Jahe, yang juga dikenal sebagai Zingibar officinale, adalah tanaman berbunga yang dianggap sebagai tanaman herbal. Akar tanaman ini adalah bagian yang diambil untuk pengobatan atau dipakai sebagai bumbu masakah. 


Manfaat ekstrak akar jahe bervariasi mulai dari mengatasi mual di pagi hari, hingga menurunkan kadar kolesterol. Tanaman jahe tersedia secara luas untuk dikonsumsi sebagai berbagai minuman, tablet hisap, dan bahkan permen!


Jahe mungkin tidak menyediakan banyak vitamin atau mineral, tetapi mengandung banyak antioksidan yang membantu melindungi ibu hamil dan janin yang sedang berkembang. Mengonsumsi jahe mentah atau ekstrak jahe diketahui dapat membantu mengatasi mual, morning sickness, menyehatkan pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan banyak lagi. 


Sebelum mengonsumsi jahe saat hamil, Mums bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan terutama untuk mengetahui dosis yang aman.

Baca juga: Inilah 11 Makanan Penambah Nafsu Makan Ibu Hamil


Manfaat jahe untuk ibu hamil

Secara umum, aman untuk mengonsumsi jahe segar saat hamil. Namun, jahe kering tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan, karena kadar konsentrasi dua senyawa aktif Shogaol dan Gingerol lebih tinggi. Yaitu sekitar tiga kali lebih banyak daripada jahe segar. Jadi lebih baik Mums mengonsumsi jahe mentah dalam jumlah sedang.


Jahe merupakan makanan super yang terkenal dengan banyak khasiat obat. Khasiat jahe bermanfaat selama kita mengonsumsinya dalam jumlah sedang. Berikut beberapa manfaat jahe untuk ibu hamil:



1. Membantu meredakan morning sickness dan mual

Morning sickness memengaruhi 80% wanita hamil selama trimester pertama dan dapat berkisar dari mual ringan hingga muntah. Ada banyak zat kimia yang ditemukan dalam jahe seperti gingerol, shogaol, zingiberol, sesquiphellandrene, bisapolene, yang secara ilmiah telah dikaitkan dengan mengurangi morning sickness dan mual.


2. Membantu menyehatkan pencernaan

Selama berabad-abad, jahe telah dikenal sebagai pengobatan alami yang umum untuk gangguan pencernaan dan sembelit. Dua hal ini kerap dialami ibu hamil. Penelitian menunjukkan jahe dapat membantu merangsang pergerakan makanan melalui sistem pencernaan, memperbaiki gangguan pencernaan, sembelit, dan mengurangi kembung.


3. Membantu melawan batuk dan pilek

Saat hamil, sistem kekebalan tubuh melemah, membuat ibu hamil lebih rentan sakit. Jahe kaya akan antioksidan dan sifat antimikroba, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan pemulihan lebih cepat.


4. Membantu meningkatkan perkembangan janin yang sehat

Jahe mengandung banyak antioksidan dan nutrisi penting lainnya yang membantu menyehatkan janin yang sedang tumbuh. Meskipun penelitian ilmiah tentang efek langsung jahe pada perkembangan janin terbatas, kita tahu bahwa pola makan yang lengkap dan kaya antioksidan sangat penting untuk mendukung kesehatan prenatal. 


Beberapa penelitian mengisyaratkan bahwa mengonsumsi sekitar satu gram jahe segar per hari berpotensi berperan dalam membantu perkembangan janin.


5. Membantu mengatasi peradangan

Zat kimia jahe, gingerol, dan shogaol, diketahui bersifat antiperadangan. Meskipun beberapa peradangan selama kehamilan adalah hal yang alami dan sehat, peradangan yang berlebihan dapat menyebabkan hasil yang negatif bagi janin.


6. Membantu menjaga kadar gula darah tetap normal

Sekitar 2-10% wanita hamil terkena diabetes gestasional. Ada berbagai penelitian tentang bagaimana jahe mengurangi diabetes gestasional dengan menjaga kadar gula darah pada tingkat normal, selain mengurangi asupan karbohidrat.


7. Membantu sirkulasi darah dan menurunkan kolesterol

Jahe mengandung asam alami yang disebut salisilat, yang berfungsi sebagai pengencer darah, meningkatkan sirkulasi darah dan suplai darah ke janin yang sedang berkembang. Jahe juga mengandung enzim aktif yang membantu meningkatkan penggunaan kolesterol tubuh dan menurunkannya secara alami.


8. Membantu meredakan nyeri ulu hati

Jahe meningkatkan motilitas atau gerakan gastrointestinal, yang berarti dapat mempercepat pengosongan lambung. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi waktu makanan dan asam lambung bertahan di lambung ibu hamil, membantu menurunkan kemungkinan asam naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar yang tidak nyaman yang kita kenal sebagai heartburn.


9. Membantu mengatasi kecemasan

Jahe telah ditemukan memiliki beberapa manfaat untuk meredakan kecemasan. Salah satu alasannya adalah efek menenangkan yang dimiliki aroma jahe pada sistem saraf pusat kita, yang dapat membantu meningkatkan relaksasi dan mengurangi kecemasan. 


Selain itu, jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol yang memiliki efek antioksidan dan antiradang. Senyawa ini dapat berinteraksi langsung dengan otak kita dan berpotensi berkontribusi untuk meredakan kecemasan.


Efek Samping Jahe selama Kehamilan

Mengonsumsi jahe segar dalam jumlah sedang mungkin tidak akan menimbulkan masalah apa pun, jangan melebihi 1 gram (1.000 mg) jahe per hari. Dosis yang terlalu banyak dapat menyebabkan keguguran atau pendarahan menstruasi, yang dapat membahayakan  Mums dan juga janin. 


Beberapa ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi jahe mendekati tanggal persalinan, karena peningkatan risiko pendarahan akibat kemampuannya mengencerkan darah. Seperti halnya obat apa pun, diskusikan konsumsi jahe dengan dokter terutama jika Mums mengonsumsi jahe olahan atau suplemen, sebelum meminumnya.

Mums bisa juga mendapatkan artikel seputar makanan yang baik untuk ibu hamil di aplikasi Teman Bumil.

Referensi:

Feedmomandme. ginger-during-pregnancy

  • # Ibu hamil
  • # Makanan Sehat
  • # Nutrisi Kehamilan