Ella Nurlaila
21 Januari 2025
shutterstock

Paling Bikin Boros, ini 8 Tips Hemat Beli Popok

Urusan pembelian diaper atau popok sekali pakai, Mums tidak bisa menghindarinya. Bayi akan  selalu perlu mengganti popok sejak ia lahir sampai ia siap melepaskannya di usia 1 atau 2 tahun. Selama Mums punya bayi, pengeluaran untuk beli popok akan menyedot anggaran yang tidak murah. Mums sebenarnya bisa bersiasat dengan menerapkan tips hemat membeli popok.



Popok sekali pakai tidak berdiri sendiri. Urusan bersih-bersih BAB dan BAK bayi ini juga membutuhkan tisu basah, sabun dan perintilan lain.  Di Amerika, ada National Diaper Bank Network yang pernah menghitung pengeluaran pembelian popok per bulan, yaitu rata-rata 70-80 dolar atau sekitar 1 juta hingga 1,3 juta rupiah. 


Di masa ekonomi sulit ini, apalagi bagi keluarga dengan kemampuan terbatas, jumlah tersebut tidak murah. Apalagi jika berpikir semua akan berakhir di kantong sampah. 

Baca juga: Berapa Kali Bayi Ganti Popok dalam Sehari?



Tips Hemat Membeli Popok Sekali Pakai


Berikut adalah beberapa kiat untuk membantu penghematan pembelian popok bayi sekali pakai:


1. Hitung harga per popok

Hal pertama yang harus dilakukan jika Mums ingin menghemat uang untuk popok adalah harus mulai membiasakan diri menghitung harga satuan, yang berarti harga per popok. Caranya mudah: buka kalkulator dan bagi harga sebungkus popok dengan jumlah popok di dalamnya.


Jumlah popok dalam satu bungkus bervariasi, tetapi setelah Mums menghitung harga satuannya, Mums dapat dengan mudah membandingkan satu produk dengan produk lainnya sebelum membeli. 


Mengetahui harga satuan juga penting untuk menentukan apakah sekotak besar popok yang katanya "sedang diobral" benar-benar murah. Jika memang iya, langsung beli tanpa berpikir panjang.


2. Cobalah berbagai merek popok

Orang tua biasanya memiliki satu merek popok favorit, tetapi jika Mums sedang berhemat, itu mungkin bukan strategi yang paling tepat. Bersedia untuk memvariasikan merek memungkinkan Mums untuk membeli merek yang harganya paling murah.

Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, tidak semua popok cocok untuk setiap bayi. Popok yang bocor atau tidak pas dapat membuat si kecil tidak nyaman dan menyebabkan ruam popok.


Bersikaplah ekstra waspada saat beralih dari satu merek ke merek lain, dan jika kulit bayi sensitif atau alergi terhadap jenis popok tertentu, jangan dipaksakan meskipun harganya sedikit lebih murah daripada yang lain. Kesehatan bayi adalah prioritas utama.


3. Berburu diskon

Saat berbelanja popok, mingguan atau bulanan, selalu perhatikan diskon. Ada masa-masa merek tertentu diskon, dan biasanya bergantian. Selama merek-merek popok yang diskon cocok untuk bayi Mums, maka manfaatkan.  Jika ada diskon besar, Mums bisa membeli dalam jumlah banyak sekaligus. 


4. Beli popok dalam jumlah besar

Jika membeli popok dalam kemasan kecil malah bikin boros, belum lagi mempertimbangkan ongkos kirim kalau beli secara online, atau ongkos perjalanan kalau membeli langsung, maka lebih baik langsung membeli dalam jumlah besar. 


Pastikan untuk menghitung harga satuan tersebut untuk memastikan Mums mendapatkan harga terbaik. Tapi ingat ya, saat membeli popok dalam jumlah besar, ingatlah bahwa bayi terus tumbuh, jadi cobalah untuk tidak membeli ukuran tertentu secara berlebihan.


5. Bergabunglah dengan program hadiah

Jika Mums bergantung pada merek popok tertentu, coba cek apakah merek tersebut memiliki program hadiah atau keanggotaan yang dapat Mums ikuti. Banyak merek memiliki aplikasi tempat pelanggan setia menerima kupon dan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan kartu hadiah dan barang lain saat mereka membeli popok dan tisu basah. Setiap hal kecil berarti!



6. Minta sisa popok yang tidak terpakai

Jangan takut untuk bertanya kepada teman atau anggota keluarga yang memiliki anak kecil yang sudah tidak lagi memakai popok, apakah mereka bersedia berbagi sisa popok. Dijamin, Mums akan terkejut melihat betapa banyak orang yang membeli popok ukuran tertentu secara berlebihan dan masih menyimpan beberapa bungkus popok tambahan yang tidak dibutuhkan lagi.



7. Pertimbangkan popok kain

Pikirkan untuk menggunakan popok kain. Meskipun harganya lebih mahal di awal dan penggunaannya sedikit repot, Mums dapat menghemat ratusan ribu per bulan. Jumlah pastinya tergantung pada merek yang Mums pilih, berapa lama anak memakai popok, dan bagaimana membersihkannya.


8. Ganti ukuran popok berdasarkan kecocokan

Seiring bertambahnya ukuran popok si kecil, maka jumlah popok dalam satu kemasan menjadi lebih sedikit, yang pada gilirannya, membuatnya lebih mahal. Misalnya, satu bungkus popok berukuran L hanya 5 buah per bungkus, sedangkan popok ukuran S bisa 10 buah. Mungkin lebih baik untuk tetap menggunakan ukuran yang lebih kecil selama mungkin, selama si kecil masih nyaman dan tidak selalu mengikuti rekomendasi produsen. 


Menghemat uang untuk popok memerlukan kewaspadaan dan perencanaan, tetapi bagi banyak keluarga, menghembat bisa mendapatngkan hal positif bagi keuangan keluarga. Mums bisa menggunakan uang hasil penghematan untuk membeli keperluan lainnya, 


Untuk mendapatkan artikel seputar pengelolaan keuangan atau masalah rumah tangga lainnya, Mums bisa mendapatkannya di Aplikasi Teman Bumil. Di sana Mums juga bisa berbelanja anek merek popok dengan harga murah. 



Referensi:

  • # Popok
  • # Belanja kebutuhan
  • # Popok sekali pakai